Ikhlas Itu Berat

"Mengapa ikhlas itu berat bagi kita?"

“Mengapa ikhlas itu berat bagi kita?”

Ikhlas adalah hal yang sangat berat. Mungkin ada yang bertanya, “Ustadz, susahnya tuh dimana sih ikhlas?”, “Kenapa sih ikhlas itu berat banget untuk kita?”.

Al-Imam Ibnu Qudama menjelaskan, sebab sulitnya ikhlas itu ada Tiga (3).

Pertama, karena kita itu suka pujian. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa banyak orang i lebih suka pujian daripada duit.

Misalnya masing-masing saya bagikan 100 dolar. Seneng ngga tuh kira-kira?. Pastinya kita seneng. Terus kita tuker uangnya ke Money Changer, kata petugasnya “mohon maaf mas, ini uang palsu”. Kira-kira kita kesel nggak?, Kesel pasti. Dalem hati “Ngomong doang nih ustadz ternyata dikasih uang palsu”. Jadi kita kesel tuh ketka dikasih uang palsu.

Tapi kalau pujian…, misalnya ada seorang nenek-nenek berusia 139 tahun lalu dipuji sama suaminya, “Yank, ko kamu dari hari ke hari makin cantik aja”. Kira-kira tuh nenek-nenek seneng nggak? Seneng pasti. Padahal itu pujian beneran atau palsu?. Pasti palsu, nggak ada ceritanya nenek-nenek setiap hari tambah cantik-tambah cantik kan nggak ada, itu bohong! Tapi kita senang.., kita tahu ini pujian nggak bener. Beda sama duit. Jadi bagaimana kecintaan manusia terhadap pujian. Dan ini yang harus ditanggalkan.

Karena apa?, karena penyakit kronis dalam keikhlasan apa? Riya

Apa sih definisi Riya?

Al-hafizh Ibnu Hajar r.a mengatakan “Riya’ itu memperlihatkan amalan di hadapan manusia agar dipuji oleh mereka”. Pujian lagi.

Lalu penyakit keihlasan apa? Sum’ah

Sum’ah itu apa?

“Sum’ah adalah memperdengarkan amal ibadah agar manusia tau dan dia puji kita”. Pujian lagi.

Ini yang jadi masalah, karena kita suka dipuji orang.

Kedua, kenapa ikhlas itu susah?, karena tabiat kita itu tamak terhadap dunia. Suka banget sama dunia.

  وَ تُحِبُّوْنَ المَالَ حُبًّا جَمًّا

“Dan kalian cinta sekali dengan harta dunia dengan kecintaan yang luar biasa” (QS. Al-Fajr:20)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

“Kalau seorang anak Adam memiliki emas sebanyak sebuah lembah, dia akan mencari lembah emas ke dua, dan kalau dia punya lembah emas yang ke dua, dia akan cari lembah emas yang ketiga, kapan ini akan berakhir?, Nabi mengatakan : dan tidak ada yang mengsisi perut anak Adam sampai penuh kecuali tanah.”

Maksudnya apa?, dia akan mengikuti trend itu sampai mati. Ini yang bisa menyelewengkan kita kepada ketidak ikhlasan.

Ketika kita mengharapkan dunia. Ketika kita mengharpkan jabatan dari amal ibadah kita, ini yang membuat susah kita bertahan. Karena kecintaan kita kepada  dunia itu luar biasa

Ketiga, Tidak suka dicela.

Kata Ibnu Qudama, karena tabiat kita tidak suka dicela orang.

Ketka kita suka pujian otomatis kita tidak suka dicela. Maka kita akan berusaha melakukan apa saja untuk membuat kita diterima oleh komunitas kita. Kita akan berusaha beribadah agar kita nggak di-bully oleh orang, nggak dicela oleh orang, nggak dicaci oleh orang. Akhirnya orientasinya orang bukan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Jadi ini yang jadi masalah, kalo kita bisa menghilangkan tiga (3) penyakit ini. Insyallah kita bisa mendapatkan keikhlasan.

Insyallah artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan Allah mudahkan untuk mengamalkannya.

________________________________________________________________________

Darunnajah.com-Jakarta

Written by: mzuhdym-adm