Pondok Pesantren Darunnajah adalah Pesantren Modern yang berkembang di 17 lokasi di seluruh Indonesia. Dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Banten, Bengkulu, Riau, Lampung, sampai Kalimantan. Ada 57 satuan Pendidikan dengan 10 ribu santri dan insya Allah terus bertambah.

Alumni Darunnajah tersebar di seluruh Indonesia dan dunia, melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Tak sedikit yang kuliah di luar negeri seperti Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, Maroko, Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Amerika, Inggris, dll.

Jenjang pendidikan di Darunnajah lengkap dari Paud, TK, SD, TMI (setara SLTP/SLTA atau setingkat SMP/Mts – SMA/Madrasah Aliyah) sampai Perguruan Tinggi, juga Tahfidz Al-Qur’an. Akreditasi A. Diakui kualitasnya oleh pemerintah dan masyarakat.

Kurikulum Pondok Pesantren Darunnajah adalah perpaduan kurikulum Pondok Modern Darussalam Gontor, Kurikulum Nasional dan Pesantren Salaf. Pelajaran-pelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris diajarkan langsung dengan bahasa aslinya. Pelajaran-pelajaran agama diajarkan dengan Bahasa Arab agar santri mendapatkan pemahaman yang seutuhnya. Pelajaran umum dan eksak diajarkan dalam bahasa Indonesia.

Sebagai sekolah Islam berasrama yang berkualitas, Pondok Pesantren Darunnajah punya banyak sekali kegiatan menarik bagi santri-santrinya. Kegiatan ekstra kurikuler diatur rapi, setiap hari, sepanjang tahun. Santri-santri Darunnajah dikenal baik, sopan, santun, pintar, terampil dan berprestasi.

Pondok Pesantren Darunnajah adalah Lembaga Pendidikan Islam yang independen, tidak berafiliasi kepada partai politik atau organisasi masyarakat tertentu. Tidak terlibat/berhubungan dengan kelompok/aliran/ajaran apapun di luar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Motto kami adalah “Berdiri Di Atas Dan Untuk Semua Golongan”.

Darunnajah menjalin kerjasama dengan banyak lembaga-lembaga di dalam dan luar negeri. Diantaranya: Arab Saudi, Mesir, Turki, Qatar, Pakistan, Kuwait, Malaysia, Jepang, Amerika, Inggris, dll.

Punya pertanyaan atau saran?

Kami siap membantu anda

Hubungi kami sekarang juga

 

Hubungi Kami

Pondok Pesantren Darunnajah mengaplikasikan nilai-nilai luhur didalam semua aspek kehidupannya. Seperti nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah dan kebebasan. Pesantren mendidik santri-santrinya untuk bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia berbadan sehat, berwawasan luas, kreatif dan terampil. Santri dididik untuk selalu semangat beribadah, berdakwah, berjuang, mengabdi dan mengamalkan ilmunya di masyarakat.

Pondok Pesantren Darunnajah lebih dari sekedar sekolah Islam berasrama. Santri Darunnajah dididik 24 jam untuk menjadi pribadi yang sukses dunia-akhirat. Selain belajar di kelas, santri juga mempelajari banyak keahlian dari berbagai jenis kegiatan yang ada di pesantren. Keahlian bahasa, organisasi, olahraga, kesenian, keterampilan, teknologi, akademik dan berbagai life skill lainnya dipelajari dengan penuh kesungguhan di pesantren ini.

PENTINGNYA PROGRAM BEASISWA

  1. Pengertian Beasiswa

Jika dilihat dari segi cakupan pembiayaan, beasiswa dapat dibagi menjadi dua, yaitu beasiswa penuh dan beasiswa persial. Beasiswa penuh adalah dana bantuan studi yang menutupi seluruh kebutuhan seorang pelajar dan mahasiswa selama menempuh pendidikan, mulai dari biaya sekolah, biaya asrama (jika dilingkungan pesantren), biaya makan dan minum, dan lain-lain. Sedangkan beasiswa persial adalah bantuan dana yang hanya menutupi kebutuhan biaya studi saja, tidak mencakup biaya asrama.

Mayoritas masyarakat lebih memilih pendidikan yang terdapat beasiswanya. Bukan hanya meringankan biaya sekolah, tetapi juga dapat medorong para peserta didik untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mempertahankan prestasinya. Tujuannya tidak lain demi tercapainya generasi yang berpengetahuan luas.

Beasiswa juga sebagai sarana apresiasi pemerintah, lembaga, maupun individu terhadap mereka yang memiliki prestasi. Sangat disayangkan jika tidak ada program yang membantu masyarakat untuk maju. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan pasti sangat tinggi. Tetapi, sesuai fakta yang ada, banyak diantara masyarakat yang kurang bahkan tidak memiliki biaya yang cukup.

Dengan niat pendiri Pesantren Darunnajah, yang ingin mendirikan sekolah gratis, maka terciptalah Pesanten dengan menyediakan pendidikan gratis atau beasiswa.

  1. Macam-macam Beasiswa Yang disediakan oleh Pesantren Darunnajah
  2. Beasiswa Presatasi

Tidak hanya belajar dikelas, santri juga dituntut aktif untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Ini yang menjadi tantangan mereka untuk bisa membagi waktu dengan baik. Meraih beasiswa dengan nilai diatas rata-rata menjadi tujuan utama sebagian santri. Kerena hal tersebut bisa dikatakan sebagai dorongan untuk terus maju dan berkembang.

Sering kali para santri mencoba berbagai macam metode belajar yang pas untuk dilakukan demi tercapaianya beasiswa prestasi. Keunggulan sebuah pesantren adalah, semua sistem yang ada di pesantren sudah sangat mendukung para santri untuk mendapatkan beasiswa. Bagaimana tidak, mereka tinggal satu asrama (satu atap) dengan gurunya, kapan dan dimanapun mereka ingin bertanya, pasti bisa dijawab dengan cepat dan hasilnyapun memuaskan.

Belajarnya seorang santri tidak akan pernah terbatas. “Sebaik-baiknya teman duduk adalah buku”. Buku selalu menemani mereka, disaat duduk, makan, berjalan, bahkan sampai ketika sedang antri mandi sekalipun. Suasana inilah yang hanya ada di pesantren. Metode diskusi, tanya jawab dengan sesama teman atau guru selalu dilakukan. Pembiasaan untuk aktif bertanya akan menjadi karakter para santri, dan akan terus dilakukan meskupun sudah lulus pesantren.

Beasiswa prestasi santri yang ada, hanya diberikan kepada santri yang berhasil mencapai nilai ujian diatas rata-rata yang sudah ditentukan. Beasiswa tersebut berlaku hanya satu semestar. Sehingga, jika semester selanjutnya mereka tidak mencapai target nilai, maka mereka tidak berhak mendapatkan beasiswa prestasi. Tetapi, mereka sering menggunakan kebijakan tersebut sebagai motivasi belajar.

  1. Beasiswa Tahfidz Al-Quran

Siapa yang membaca Al-Quran, memperlajarinya, dan mengamalkannya, maka diapaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” dijawab, “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk memperlajari Al-Quran”. (HR. Al-Hakim).

Program ini disediakan kepada siapa saja yang ingin fokus untuk menghafal Al-Quran sekaligus melanjutkan pendidikannya di pesantren. Program ini berlaku bagi mereka yang telah lulus SD/MI & SMP/MTs, dan siap menghafal dengan target yang sudah ditentukan, sampai dia mencapai kelulusan.

Setelah mencapai kelulusan dan berhasil menghafal 30 juz, maka akan ada kewajiabn untuk mengulang hafalan dua kali putaran selama satu tahun lamanya. Tujuannya agar hafalan yang telah dimiliki bisa tetap terjaga. Selain itu, ada kewajiban juga untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan selama masa belajar, sekaligus membantu program pesantren.

Hal tersebut akan terus dilakukan demi terciptanya generasi penghafal Al-Quran yang islami.

  1. Beasiswa Tahfidz Ashabunnajah

Ashabunnajah adalah keder umat. Mereka diutus oleh lembaga untuk belajar di Darunnajah dan kelak akan kembali ke masyarakatnya. Ashabunnajah merupakan cita-cita wakif untuk memberi kesempatan belajar bagi mereka yang tidak mampu. Mereka yang berkeinginan tinggi untuk melanjutkan pendidikanya, tetapi terhambat oleh faktor ekonomi sangat terbantu dengan adanya program beasiswa tahfidz ashabunnajah ini.

  1. Beasiswa Untuk para Mahasiswa/i

Tidak berhenti ditingkat Aliyah, tetapi Pesantren Darunnajah juga menyediakan beasiswa untuk para mahasiswanya. Beasiswa ini berlaku untuk S1, S2, S3 yang diberikan untuk kader lembaga yang berasal dari daerah masing-masing, dan akan kembali kedaerahnya.

Yang lebih hebat lagi, mereka yang sudah mendapatkan beasiswa di Pesantren, sering kali berusaha dan berhasil melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, tentunya dengan program beasiswa juga. Mereka tidak pernah memikirkan banyak hal, yang terpenting adalah bisa menjlanjutkan pendidikan. Sungguh besar niat mereka untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berpengetahuan dan berpengalaman luas.

Merekalah para pejuang yang perlu di pertahankan, di dukung, dan diberikan banyak motivasi. Karena melalui para santri, dengan keadaan Indonesia yang saat ini lemah dengan sistem pendidikannya, pasti akan bisa diperbaiki dan dikembalikan lagi kejayaan Islam dalam sistem pendidikan Indonesia. Salah satu arti dari kata SANTRI adalah Siap Amankan Negara Tercinta Republik Indonesia.

Keunggulan Pendidikan di Pesantren Darunnajah

  1. Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah membimbing dan mengarahkan anak didik untuk menjadi manusia yang berkeribadian islam, agar mampu bergerak dengan ilmu agamanya dalam masyarakat melalui Ilmu, dan Amal (perbuatan). Pendidikan harus totalitas, tidak hanya dalam hal pengajaran atau pembelajaran didalam kelas. Semua itu bisa dipacapai dengan adanya Pondok Pesantren.

Modernisasi pendidikan Islam di Indonesia diwujudkan melalui pembukaan lembaga-lembaga pendidikan modern yang diadopsi dari sistem pendidikan Belanda, terutama diperkenalkan oleh gerakan-gerakan modernis Islam seperti Jam’iat Kheir, al_Irsyad, dan Muhammadiyah. Kemunculan organisasi-organisasi tersebut, salah saatunya tidak lain, adalah memfilter misi pendidikan yang dibawa dari sistem kolonial Belanda, tetapi diam-diam mengadopsi sistem pendidikannya.

Macam-macam Metode Pendidikan

Menurut Mastuhu, metode pendidikan pada lembaga pendidikan pesantren (dalam pengajaran kitab kuning pada umumnya) ada empat, yaitu : sorogan, bandongan, halaqoh, dan hapalan. (Mastuhu: 1994: 61). Sedangkan menurut Imran Arifin, metode pendidikan pesantren, yaitu: bandongan, sorogan, munawarah, dan mudzarakah. Sementara Dhofier menyebutkan dua metode, yaitu bandongan atau disebut juga watonan dan sorogan. (Zarkasyi: 2005: 72)

Metode sorogan adalah bentuk pendidikan (pengajaran) yang bersifat individual, dimana santri satu persatu datang menghadap kiai dengan membawa kitab tertentu. Selanjutnya kiai membacakan kitab itu beberapa baris makna (arti) yang lazim di pesantren (biasanyay dalam bahasa jawa). Setelah kiai dianggap cukup, maka santri lain maju secara bergiliran. (Zarkasyi: 2005: 72).

Metode wetonan adalah cara belajar secara berkelompok yang diikuti oleh para santri dan biasanya kiai menggunakan bahasa daerah setempat yang langsung menterjemahkannya kalimat demi kalimat dari kitab yang dipelajarinya. Bentuk pelaksanannya adalah seorang kiai membaca suatu kitab tertentu pada saat tertentu dan para santri membawa kitab yang sama, selanjutnya para santri mendengarkan dan menyimak bacaan kiai tersebut. (Zakarsyi: 2015:74)

Menurut Prasodjo, metode ini diperkirakan meniru metode Mekah, yaitu kebiasaan mengaji dalam lingkungan masjid al-Haram, dimana seorang syekh membacakan dan menjelaskan sebuah kitab dan dikerumuni oleh sejumlah muridnya dengan masing-masing memegang kitab yang sama, yang dengan tekun mendengarkan dan mencatat keterangan syekh, baik dilakukan langsung dengan lembaran kitabnya, maupun pada lembaran kertas yang lain. (Prasodjo: 1975: 53).

Metode halaqoh adalah metode yang mirip dengan bandongan. Hanyas aja pada metode ini ada diskusi untuk mamahami kitab, dan diskusi yang dialakukan bukan untuk mempertanyakan kemungkinan benar atau salahnya apa yang diajarkan kiai, akan tetapi hanya untuk memahami apa maksud (makna) yang diajarkan oleh kiai. (Zarkasyi; 2005: 75).

Metode hapalan adalah cara memperlajari isi kitab yang telah dipelajari dari kiai dengan cara menghapal, dimana para santri diharuskan menghapal satu bab dari (satu pelajaran) untuk diperdengarkan kepada kiai.

Metode munawarah adalah suatu kegiatan yang melatih bercakap-cakap (melakukan komunikasi) dengan menggunakan bahas Arab yang diwajibkan oleh kiai kepada para santri selama mereka menetap dilembaga pendidikan pesantren.

Sedangkan metode mudzakarah merupakan kegiatan pertemuan ilmiah yang diikuti para santri yang secara khusus membahas masalah-masalah diniyah seperti ibadah, akidah, serta masalah-masalah keagmaan secara umum. Metode ini bisa dilakukan antara sesama santri atau pimpinan oleh kiai yang diikuti oleh sejumlah santri.

Dari beberapa metode di atas, yang masih sering diterapkan pada lembaga pendidikan pesantren tradisional adalah metode sorogan dan bandongan. Akan tetapi pada lembaga pendidikan pesantren modern, sudah mengalami pengembangan metode yang beragam. Dan ini disesuaikan dengan keinginan para pengelola lembaga yang terdapat pada lembaga pendidikan pesantren tersebut.

Kurikulum Pendidikan Pesantren

Kurikulum yang digunakan Pesantren Darunajah adalah perpaduan anstara kurikulum Pondok Modern Darussalam Gontor dan kurikulum Depag/Diknas, ditambah pelajaran kitab salaf. Pada beberapa lembaga pendidikan pesantren tidak dirancangkan secara rinci satuan program pengajaran. Hal ini dikarenakan, program itu menjadi mutlak milik tokoh seorang kiai, sehingga target khusus yang diinginkan kurang jelas.

Pada lembaga pendidikan pesantren tradisional (salaf) kurikulumnya sangat bervariasi, karen kurikulum pada model pesantren ini sangat ditentukan oleh pengelola lembaga (kiai). Tetapi secara umum pengajaran pada lembaga pendidikan pesantren tradisional adalah kitab-kitab klasik, terutama karangan para ulama yang menganut paham syafi’iyah yang merupakan satu-satunya materi pengajaran yang diberikan dalam lingkungan lembaga pesantren pada saat itu. Pada perkembangan selanjutnya, banyak lembaga pesantren yang telah memberi pengajaran ilmu-ilmu umum yang dianggap tidak menyimpang dari tujuan utamanya, yaitu mendidik para calon ulama yang tetap konsisten pada ajaran islam. (Zarkasyi; 2005: 83).

Yang lebih penting dari kurikulum adalah hidden kurikulumnya. Yaitu kegiatan diluar kelas seperti asrama, organisasi (siap dipimpin dan siap memimpin), lebih membekas dan berpengaruh besar terhadap pembentukan mental dan karakter serta pola pikir santri.

Perbedaan Sistem Pendidikan Pesantren dengan Sekolah Biasa

Berbeda dengan sisitem pendidikan yang digunakan disekolah biasa. Sistem tersebut umunya dilakukan hanya didalam kelas. Jadi, sistem pengajaran dan pembelajarannya lebih sering aktif dilakukan dikelas. Tetapi beberapa pendidikan juga dilakukan melalui ekstrakulikuler yang ada disetiap lembaga sekolah.

Sedangkan sistem pendidikan di pesantren sangat mengutamakan pengasuhan. Mengapa di Pondok Pesantren Darunnajah harus ada pengasuhan? Karena santri diasramakan, 24 jam proses pendidikan berlangsung. Nilai lebih dari sebuah pesantren adalah pengasuhan. Dipengasuhan terdapat banyak sekali nilai-nilai yang dapat dikembangkan dalam aspek pendidikannya. Disanalah para santri dan guru pengajar tinggal di satu atap dan satu lingkungan, dengan tujuan yang sama, yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan agama yang berguna untuk diri sendiri dan masyarakat sekitarnya.

Penugasan, pengontrolan, bimbingan, dan evaluasi adalah pendidikan didalam sebuah pesantren. Setiap penugasan yang diberikan pasti merujuk ketujuan pendidikan. Khususnya Pesantren Darunnajah, yang menggunakan dua sistem pendidikan diantaranya: Petama Pendidikan Formal yaitu Tarbiyatul Mu’alimin/at Al-Islamiyah 6 tahun dengan mengikuti ujian Tsanawiyah pada tahun ketiga dan ujian Aliyah serta SMA pada tahun keenam. Kedua Pendidikan Nonformal sebagai penunjang pendidikan formal.

  1. Tujuan Pendidikan di Pesantren Darunnajah
  2. Mencetak manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, berpengetahuan luas, sehat dan kuat, trampil, dan ulet, mandiri, mampu bersaing, kritis, problem solver, jujur, komunikatif dan berjiwa juang.
  3. Merintis dan mempelopori berdirinya pondok pesantren di seluruh Indonesia sebagai lembaga sosial keagamaan yang bergerak dibidang pendidikan dan dakwah.

Keunggulan Pesantren Tahfidz Al-Quran

  • Indahnya Pesanten Tahfidz Al-Quran

“Sebaik-baiknya manusia diantara kalian adalah orang yang memperlajari Al-Quran dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Lingkungan yang sejuk, asri, jauh dari kebisingan akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan santri dalam menghafal Al-Quran. Kedamaian yang tergambar dalam suasan pesantren menambah keyakinan sang penghafal untuk lebih mudah menyatu dengan alam. Karena, secara otomatis mereka akan segera mengkaitan kebesaran Allah SWT yang ada dialam, dengan ayat-ayat suci Al-Quran. Inilah yang menjadi tujuan utamanya.

  • Bahasa Arab adalah Bahasa Al-Quran

Lembaga Pesantren Modern pada umumnya mewajibkan santri-santrinya untuk menggunakan bahasa asing yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris atau bahasa lainnya. Salah satu untuk mudah berbicara bahasa arab adalah dengan lancar membaca Al-Quran. Karena, dengan pengucapan makhraj huruf yang benar akan memudahkan seseorang dalam berbicara bahasa arab. Di dalam al-Quran jika beda penyebutan dan tulisan maka akan berbeda arti.

Keunggulan Program Tahfidz Al-Quran di dalam pesantren adalah, tidak hanya menghafal ayat, surah dan juz, tetapi juga belajar bagaimana meneterjemahkan, mengkaji, dan mengamalkan secara langsung sesuai dengan ayat yang bersangkutan. Membaca, menghafal, praktek berbicara dan menulis sudah menjadi kebiasaan para santri tahfidz Al-Quran.

  1. Keutamaan Menghafal Al-Quran
  2. Meraih ridho ilahi
  3. Al-Quran akan menjadi penolong (syafaat) bagi penghafalnya
  4. Benteng dan perisai hidup
  5. Pedoman dalam menjalankan kehidupan
  6. Nikmat menghafal Al-Quran sama dengan nikmat kenabian
  7. Kebaikan dan keberkah bagi penghafalnya
  8. Rasulullah sering mengutamakan yang hafalannya lebih banyak (mendapatkan tasyrif nabawi)
  9. Para ahli quran adalah keluarga Allah yang berjalan diatas muka bumi
  10. Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang cahayanya seperti cahaya matahari
  11. Kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
  12. Kedudukannya berada di akhir ayat yang dia baca
  13. Tiap satu huruf adalah satu hasanah (kebaikan) hingga 10 hasanah (kebaikan)
  14. Allah membolehkan rasa iri terhadap ahlu Quran, sebagai motivasi diri
  15. Menjadi sebaik-baik manusia
  16. Kenikmatan yang tiada bandingannya
  17. Ditempatkan disurga yang tertinggi
  18. Menjadi pengingat akan kebesaran Allah
  19. Menghormati penghafal Quran berati mengagunggkan Allah
  20. Hati penghafal Quran tidak akan disiksa
  21. Lebih berhak menjadi imam sholat
  22. Dapat memberikan syafaat pada keluarganya
  23. Bekalan yang paling baik
  24. Menjadikan baginya kedudukan dihati manusia dan kemuliaan
  25. Ucapan pemiliknya selamat dan lancar berbicara
  26. Ciri orang yang diberi ilmu
  27. Membantu daya ingat
  28. Penghafal Quran tidak pernah terkena penyakit pikun
  29. Mencerdaskan dan meningkatkan IQ
  30. Menambah keimanan
  31. Mengetahui ilmu agama dan ilmu dunia
  32. Menjadi kemudahan dalam setiap urusan
  33. Menjadi motivator tersendiri
  34. Pikiran yang jernih
  35. Ketenaaganan dan stabilitas psikologi
  36. Lebih diterima didepan publik
  37. Menerima kepercayaan orang lain
  38. Penghafal Quran akan selalu mendapat keuntungan dagangan dan tidak pernah rugi
  39. Istiqomah Menjadi Kunci Pencapaian Target

Guru menjadi faktor utama kesuksesan muridnya. Keistiqomahan seorang guru dalam menerima hafalan sangat berpengaruh besar terhadap pecapaian target hafalan. Karena selama dua kali dalam satu hari mereka wajib menyetorkan hafalannya.

Tidak akan ada hambatan ketika menghafal. Meskipun, harus aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas. Mereka juga harus aktif mengikuti padatnya kegitan ektrakulikuler. Sekali lagi, tidak akan ada kendala bagi par penghafal Al-Quran, karena sejatinya Al-Quran itu mengajarkan kita untuk bisa memanage (membagi waktu) dengan baik. Sesibuk apaun pekerjaan dan agenda seorang penghafal, jika dia sudah memprioritaskan dan mengutamakan Al-Quran, maka Allah akan membrikan kemudahan bagi si penghafal.

Selain istiqomah dalam menambah hafalan, tetapi juga istiqomah dalam muraja’ah (mengulang hafalan). Guru yang menetap dipesantren selama 24 jam penuh, akan sangat membantu. Tiada hari tanpa menghafal, tiada hafalan tanpa target.

 

  • Tolak Ukur Dalam Menghafal Al-Quran

Untuk mengetahui keberhasilan para santri dalam menghafal Al-Quran, maka telah dipersiapkan banyak cara. Diantaranya, diadaknnya ujian hafalan. Jadwal harian, mingguan, bulanan sampai tahuan yaitu simaan akbar (menyimak hafalan temannya) sudah tersusun secara sistematis.

Selain ujain, sering kali para santri diikutkan dengan berbagai macam lomba, atau event-event tertentu. Ini dilakukan agar ada dorongan atau motivasi dalam mengulang dan menjaga hafalannya. Ada juga latihan khutbah (pidato/ceramah), dimana mereka diwajibkan menjelaskan sebuah ayat kepada orang lain yang menyimaknya. Jadi, selaian menguatkan hafalan juga bisa mengamalkan hafalan yang dimiliki.

Menjadi imam sholat juga termasuk dalam upaya menjaga hafalan. Apalagi jika digunakan untuk melaksankaan sholat malam. Sebelum dan sesudah tidur sangat dianjurkan untuk selalu membaca Al-Quran.

  1. Metode Menghafal Yang Baik

Menghindari perbuatan keji dan munkar sangat dianjurkan bagi para penghafal AL-Quran. Karena ayat suci Al-Quran tidak akan pernah menyatu dengan orang-orang yang selalu mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Ayat Al-Quran juga memilki rasa cemburu yang besar. Disaat sang penghafal tidak mengulang hafalanya, meskipun satu jam, maka Al-Quran akan meinggalkannya selama satu hari. Jika dia tidak mengulangnya lagi selama satu hari, maka Al-Quran akan meninggalkannya selama satu pekan. Bertambah lagi, jika dia tidak membaca selama satu pekan, maka Al-Quran akan meninggalkanya selama satu bulan, Jika sampai satu bulan dia tidak pernah membaca dan mengulang haflannya, maka pergilah ayat-ayat tersebut selama satu tahun.

Sebenarnya, metode menghafal Al-Quran yang baik adalah metode yang diciptakan oleh si penghafalnya sendiri. Karena metode tersebut akan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Selain itu, bergabunglah dengan komunitas penghafal Al-Quran, supaya setiap pembicaraan, diskusi, sampai perilaku sekalipun akan selalu berhubungan dengan Al-Quran.

Ada dua metode yang sering digunakan, yaitu ketika menghafal sendir-sendiri (fardhi) perorang dan ketika menghafal bersama (jama’i).

  • Sistem Fardhi

Ikutilah langkah berikut dengan tertib dan berurutan :

  1. Niat yang sungguh-sungguh
  2. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang dan memikirkan hal lain
  3. Bacalah ayat yang akn dihafalkan sampai terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati
  4. Hafalkan ayat tersebut dengan membayangkan tulisan huru-huruf dan tempat-tempatnya
  5. Setelah itu pejamkan kedua mata
  6. Bacalah dengan suara pelan dan konsentrasi (posisi mata masih terpejam)
  7. Kemudian baca ayat tersebut dnegan suara alntang tetapi masih dlam keadaan terpejam dan jangan tergesa-gesa
  8. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
  9. Beri tanda pada kaliamat yang dianggap sulit untuk dihafalkan
  10. Jangan pernah berlanjut ayat selanjutnya jika ayat sebelumnya belum lancar dihafalkan

 

 

  • Sistem Jama’i

Sistem ini sering kali digunakan oleh Pesantren Darunnajah ketika dalam sebuah perkumpulan. Dilakukan oleh dua/tiga orang untuk membaca bersama-sama dengan keras. Berikut langkah-langkahnya

  1. Bersama-sama membaca dengan keras
  2. Bergantian membaca ayat dengan keraas. Jika temanya sedang membaca dengan keras, maka para pendenganr hanya mengikuti dengan suara yang pelan, begitu seterusnya
  3. Guru pendamping berada ditengah dan santri mengitarinya
  4. Masing-masing diberikan kesempatan untuk saling menyimak hafalan dengan pasangannya
  5. Setiap pasangan maju untuk menyetorkan hafalan yang baru dan hafalan yang lama
  6. Ada penggabungan hafalan yang terjadi, supaya hafalan sebelumnya bisa terus diulang

Ada dua waktu khusus dalam satu hari yang digunakan hanya untuk menyetorkan hafalan. Sisanya, digunakan untuk mengulang hafalan. Menghafal yang mudah adalah ketika si penghafal juga mengetahui maknanya. Sehingga penjelasan yang terdapat di dalam Al-Quran bisa cepat meresap dan difahami maksudnya. Yang lebih menarik adalah, kebiasaan sebelum tidur selalu melaksanakan sholat malam berjamaah. Dilanjutkan dengan murajaah mengulang hafalan. Baik hafalan yang baru saja disetorakan atau yang sudah lama dihafalkan.

Hal terpenting dari semua penjelasan di atas adalah “Apa Targetnya?”. Seorang penghafal Al-Quran harus bisa memasang target dengan jelas. Tujuanya agar setiap usaha yang dilakukan akan fokus, dan berjalan sesuai dengan target keinginan.

 

ALUMNI PESANTREN

Alumni Darunnajah adalah lulusan Darunnajah yang telah dibekali dengan ilmu dan pengalaman, demi memajukan agama dan bangsanya. Alumni Darunnajah melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi negeri dan swasta, di dalam dan luar negeri. Alumni Darunnajah dikenal memiliki daya saing tinggi dan karakter yang baik karena selama di Pesantren mereka dibina dengan berbagai kegiatan, pelatihan dan organisasi.

APA YANG KAU CARI KE DARUNNAJAH (PONDOK PESANTREN) kalimat yang mungkin sederhana namun jika ditanyakan kepada seluruh santri akan mendapat jawaban yang bermacam-macam karena setiap orang berhak memutuskannya sendiri tergantuk dari tujuan dan niatnya. Hal itupun dapat kita lihat dari hasil questioner atau angket yang diberikan kepada santri akhir darunnajah. Semoga Alumni Darunnajah selalu berprestasi, sukses dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Sebagai harapan bagi agama dan bangsa.

Setelah lulus pendidikan, alumni diharapkan ikut berkontribusi dalam mengembangkan almamaternya dan menjaga nama baik almamater, caranya dengan berkiprah dibidangnya masing-masing. Karena alumni memegang peranan penting dalam memberikan kontribusi bagi kejayaan almamater.

Darunnajah  bisa menjadi besar bukan karena hebatnya Darunnajah itu sendiri, tetapi merupakan hasil dari kerjasama dari banyak elemen sebagai stakeholder, termasuk keberadaan alumni. Maka para alumni Darunnajah diharapkan memberikan kontribusi bagi kemajuan Pesantren atau almamaternya.

Pondok Pesantren masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendidik Putra dan Putri mereka. Apalagi, dengan banyaknya Pondok Pesantren yang berwajahkan modern dengan system pembelajaran yang banyak dan full day, makin banyaklah anak bangsa yang berkesempatan menuntut ilmu agama tanpa melupakan pendidikan umum.

Dengan system pembelajaran dua puluh empat jam justru pesanten menjadi tujuan utama para masyarakat untuk mendidik Putra Putrinya, dilihat dari sisi disiplinnya Pesantren lebih unggul dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum lainnya, dari mulai tidur sampai bangun kembali.

Dengan banyaknya santri ataupun alumninya, Pesantren telah lama menjadi lembaga yang memiliki peran penting untuk ikut serta mencerdaskan bangsa. Banyaknya jumlah Pesantren di Indonesia, serta besarnya jumlah santri pada tiap pesantren menjadikan lembaga pesantren layak diperhitungkan bahwa pondok pesantren mempunyai peran besar untuk bangsa.

Terbukti dari para alumni yang telah menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesanten telah banyak memberikan sumbangsi kepada Bangsa, para alumni yang telah menduduki berbagai posisi penting di Negeri ini tentu akan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk memebrikan kepercayaan kepada Pesantren itu sendiri, terutama dalam hal Pendidikan (Penggemblengan) mereka. Dengan sendirinya Pesantren akan tersosialisasikan kepada masyarakat luas.

Sebagai bagian dari keluarga Pesantren, alumni mempunyai peranan dan tanggungjawab yang khas dan istimewa pula, Karena alumni telah merasakan dan mengalami sekian tahun menjadi keluarga Pesantren, menikmati dan memperoleh layanan jasa, merasakan visi dan misi apa yang dialami dalam sekian tahun tertentu, dan merasakan kualitas macam apa yang dirasakan sehingga dapat menjadi seperti ini. Apapun yang didapat dari Pesantren, tentunya memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi kehidupannya di masyarakat.

Berkaca dari pengalaman yang didapat selama beberapa tahun di Pesantren tentunya para alumni harus memikirkan peningkatan pada mutu Pesantren yang semakin meningkat. Dalam berbagai kesempatan, peranan alumni dalam memajukan kualitas suatu institusi pendidikan formal sering terlupakan. Padahal, alumni merupakan aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan sedini mungkin.

Satu hal yang perlu disadari dan menjadi sebuah keniscayaan. semua santri yang sukses menjalani masa pendidikan di Pesantren pada akhirnya akan menjadi alumni. Artinya, salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan dapat dilihat dari keberhasilan alumni. Para alumni menjalankan peran mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dari berbagai bidang pekerjaan yang mereka jalani secara profesional sesuai minat dan kemampuan.

Alumni yang berprestasi dan memiliki kompetensi yang mumpuni dapat memainkan fungsi penting dalam membangun opini publik untuk menarik minat calon santri baru. Alumni, disadari atau tidak, merupakan salah satu acuan utama yang mendasari keputusan para orang tua dan calon santri dalam menentukan pilihan Pesantren.

Logikanya, jika alumni dari suatu insitusi pendidikan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam memasuki jenjang pendidikan tinggi favorit dan dapat menunjukkan prestasi dan kontribusi mereka secara riil di masyarakat, kualitas dan kuantitas calon santri yang berminat untuk mendaftar akan meningkat.

Mata rantai ini, dengan didukung oleh sistem pendidikan internal Pesantren yang baik, akan menghasilkan kesinambungan kualitas sumber daya santri dan alumni yang berkualitas, memiliki daya juang tinggi dan semangat berkompetisi secara sehat.

Alumni, sebagai produk utama dari pabrik pendidikan bertajuk Pesantren juga diharapkan mampu mengembangkan jaringan dan membangun pencitraan insitusi di luar. Pengembangan jaringan oleh alumni merupakan potensi strategis untuk membuka berbagai peluang dan meningkatkan daya saing suatu almamater pendidikan karena manfaatnya yang akan berdampak secara langsung pada santri dan sesama alumni.

Penciptaan peluang usaha, kerja dan pengabdian, kesempatan beasiswa, serta sirkulasi berbagai macam informasi penting seputar dunia pendidikan dan kerja merupakan beberapa contoh riil yang dapat dikontribusikan oleh alumni melalui jaringan yang dimiliki.

Keberadaan alumni di berbagai bidang usaha, lapangan pekerjaan dan institusi pendidikan dapat memberikan gambaran dan inspirasi kepada para santri, sehingga pada gilirannya dapat memotivasi mereka dalam menentukan prioritas dan cita-cita ke depan.

Para alumni yang telah bekerja juga diberikan kesempatan untuk dapat menjelaskan mengenai lingkup kerja mereka beserta tantangan yang dihadapi agar dapat memberikan gambaran mengenai dinamika dunia kerja.

Alumni mungkin hanya merupakan salah satu elemen dari sekian banyak faktor-faktor penting yang berperan dalam meningkatkan kualitas dan kinerja suatu insitusi pendidikan. Namun, melihat potensi strategis dan luar biasa yang bisa digali dari keberadaan alumni, sudah saatnya pihak pesantren mulai merangkul kembali alumninya menyiapkan para santri dengan persiapan yang matang untuk dapat menjadi alumni yang memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi untuk membesarkan almamaternya.

Kerjasama dan sinergi yang harmonis antara alumni dengan pesantren, santri, dan orang tua santri akan memiliki dampak yang besar bagi pengembangan pesantren secara berkesinambungan di masa mendatang.

KEGIATAN

OLAHRAGA

Olahraga merupakan aktivitas fisik dan psikis untuk meningkatkan kualitas kesehatan baik secara jasmani maupun rohani. Olahraga dapat melatih tubuh dan menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Di Pondok Pesantren Darunnajah banyak sekali cabang olahraga yang kerap sangat aktif diikuti oleh seluruh santri. Dengan motto “Mens Sana In Corpore Sano” yang artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Untuk mendapatkan tubuh yang kuat kita harus rutin berolahraga.

Bila tubuh kita sehat maka jiwa kita pun akan sehat. Untuk itu setiap pagi dan sore santri Pesantren Darunnajah bergegas dengan semangat menuju lapangan untuk mengikuti berbagai macam ekstrakurikuler olahraga sesuai minat masing-masing, seperti; sepak bola, futsal, voli, basket, bulu tangkis, rugby, bela diri, dll. Setiap cabang olahraga memiliki klub, penanggung jawab, dan pembimbing masing-masing.

Pasalnya olahraga yang dilakukan tidak lain adalah untuk kebugaran dan kesehatan para santri dan mengisi waktu kosong yang ada. Tapi disisi lain olahraga yang setiap hari aktif diikuti oleh santri darunnajah juga sering mengikuti event lomba olahraga yang bergengsi.

Olahraga juga salah satu pendidikan luar kelas yang sangat mendukung pembentukan karakter santri, mulai dari kerjasama kelompok, kekompakan, kejujuran, dan sportifitas.

 

EKSTRAKURIKULER

Ekstrakurikuler adalah salah satu kegiatan non formal yang sangat trendi, terutama dikalangan santri. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan yang sangat bergengsi di Darunnajah. Sehingga banyak memikat daya tarik hati para santri untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Jadi tidak heran jika banyak santri yang minat mengikuti ekstrakurikuler yang ada, bahkan ada juga yang mengikuti lebih dari satu.

Adapun kegiatan ekstrakuriker yang diminati oleh masing-masing santri sesuai dengan minat dan bakat seperti : paduan suara, tari daerah, angklung, marching band, futsal, sepak bola, basket, voli, badminton, tapak suci, rugbi, band, JMQ, marawis, hadroh, tari, multimedia, jurnalistik, kaligrafi, fotografer, dsb  begitu banyak kegiatan ekstrakuriker yang diselenggarakan dan dikembangkan di Pondok Pesantren.

Kegiatan ekstrakurikuler sangatlah dibutuhkan untuk menumbuh kembangkan bakat pribadi yang dimiliki oleh para santri. Dengan adanya kegiatan ini, mereka dapat menyalurkan bakat dan minatnya untuk meningkatkan kualitas diri serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Selain itu, kegiatan ini juga melatih dan membentuk karakter atau kepribadian para santri.

Kegiatan Ekstrakurikuler bisa dibilang penting atau pun bagi beberapa orang mengatakan tidak terlalu penting, tapi coba kita lihat dari sisi baiknya, kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing anak pasti akan lebih terpandu dengan adanya suatu alat yang mendorong mereka secara pelan-pelan. Sejauh ini, kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung cukup baik karena selain semangat dari santri dan asatid wal ustadzat yang berkaitan dengan pelajarannya juga mendidik dengan baik.

Dengan adanya kegiatan tersebut, kegiatan belajar mengajar juga dapat lebih lancar dan saling menambah wawasan lebih dibandingkan dikelas.

Dari sekian banyak kegiatan ekstrakurikuler mungkin yang paling banyak diminati adalah kegiatan bersifat olahraga dan ilmu teknologi seperti Futsal dan Komputer. Dengan kegiatan ekstrakurikuler yang sudah ada sekarang, kita merasa sudah banyak perubahan pengembangan jenis ekstrakurikuler atau jumlah aktivitas yang juga dapat mendukung bakat santri saat ini.

Ektrakurikuler merupakan pendidikan nonformal sebagai penunjang pendidikan formal yang ada di Pondok Pesantren. Karena pada hakikatnya fasilitas belajar para santri bukan hanya di dalam kelas saja akan tetapi para santri juga mendapatkan fasilitas atau ruang belajar di luar kelas demi meningkatkan bakat para santri dalam berkarya dan berkreasi.

Dari sini para santri bisa mengembangkan kemampuan untuk belajar dan berkarya secara optimal dengan penuh antusiasi. Karena bakat adalah kemampuan sebagai potensi yang masih perlu di kembangkan atau di latih untuk mencapai suatu percakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus.

 

ORGANISASI

Organisasi yaitu wadah atau tempat kumpulnya dua orang atau lebih untuk mencapai maksud dan tujuan yang sama. Sehingga dapat terbentuk struktur tata pembagian tugas, penanggung jawab, dan timbulnya kerjasama yang terkoordinasi secara efektif. Sebuah organisasi akan berjalan dengan efisien dan efektif bila orang-orang yang berada di dalamnya memiliki visi sama.

Organisasi tentunya memiliki tujuan yang harus di wujudkan bersama baik itu jangka pendek maupun jangka panjang, akan tetapi dalam sebuah organisasi tidak lah mungkin memiliki anggota yang sama selamanya. Bila suatu organisasi telah dikatakan berhasil atau sedang berkembang, ada hal yang penting yang harus di lakukan yaitu sebuah kaderisasi. Kaderisasi dapat dikatakan sebagai suatu usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti suatu silabus tertentu. Kaderisasi dilakukan agar adanya penerus perjuangan dari perwujudan tujuan organisasi yang harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan di tiap generasinya. Adanya kaderisasi dalam sebuah organisasi menjadi sebuah rantai penghubung yang akan terus terkait dan membuat suatu organisasi mempertahankan keberadaannya.

Organisasi Santri Darunnajah atau biasa disebut OSDN, yaitu organisasi yang ada di Pondok Pesantren Darunnajah. Yang menjadi pengurus OSDN adalah santri-santri kelas 5 TMI. OSDN terdiri dari beberapa bagian, diantaranya : Ketua, Sekretaris, Bendahara, Bagian Keamanan, Bagian Pengajaran, Bagian Penerangan, Bagian Penggerak Bahasa, Bagian Olahraga, Bagian Pramuka, Bagian Kesenian, Bagian Kesehatan, Bagian Kebersihan, Bagian SABELANA (Santri Bela Negara), Bagian Tapak Suci, Bagian Pers dan Jurnalistik, Bagian Dapur, Bagian Sosial, Bagian Penerimaan Tamu, Bagian Keputrian, Bagian Pertamanan, dan Bagian Rayon.

Dengan adanya organisasi, mereka dilatih untuk memimpin dan dipimpin. Selain itu juga dapat bertanggung jawab atas amanah (kepercayaan) yang telah diberikan kepada mereka. Sebagaimana nantinya akan ada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) setiap bagian diakhir jabatan mereka.

Organisasi tersebut telah terbentuk ketika awal Pesantren berdiri. Program kerja yang dibuat juga sudah sesuai dengan sunah-sunah Pesantren. Mulai dari program kerja harian, mingguan, bulanan, sampai tahunan.

 

KERJA SAMA

Kerjasama merupakan suatu bentuk sungbangsih perorangan atau kelompok untuk menciptakan suatu mileu yang mempermudah setiap pekerjaan, begitu juga dipondok  mengajarkan kepada santri dan santriwati nya untuk selalu bekerjasama dan juga gotong royong dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

“Bekerjasama Dalam Kesepakatan, Bertoleransi Dalam Perbedaan”.

Kerjasama luar negeri adalah hubungan Pesantren Darunnajah dengan beberapa negara sahabat adalah untuk mengembangkan pendidikan yang ada. Hubungan tersebut berupa; pengakuan persamaan ijazah, pengiriman pelajar, pertukaran guru, penataran, studi banding maupun kunjungan biasa.

Adapun  beberapa negara sahabat yang telah menjalin persahabatan sebagai berikut; Saudi Arabia, Mesir, Malaysia,Syria, Inggris, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Jepang, Philipina, Republik Rakyat China (RRC), Iran, Kanada, Lebanon, Maroko, Bangladesh, Singapura, Jerman, Yordania, Yaman, Thailand, Qatar, Turki, Afrika Selatan, Pakistan, Afganistan, Australia, Brunei Darussalam, Belanda, New Zealand, Irak, Kuwait, dsbg.

Kerjasama yang dilakukan saling menguntungkan, utamannya dalam membuka wawasan global santri. Sebab, masyarakat masih ada yang menilai pendidikan di pesantren masih tradisional.

“Kerjasama ini bersifat setara dan saling menguntungkan, pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang punya pengalaman panjang bekerjasama dengan pihak manapun dan negara manapun, ini penting juga untuk meluaskan wawasan para santri,” tambah Sofwan Manaf.

Dalam perjalanannya, kerjasama ini telah memberikan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Beberapa guru Ponpes Darunnajah yang telah diberangkatkan menilai program ini sangat bermanfaat. Mereka dapat bertukar pikiran dan belajar metode pembelajaran bagi para siswa. Para guru dituntut untuk mampu mengembangkan metodologi dalam mengajar dan menyampaikan materi bagi peserta didiknya.

Dengan adanya kerjasama yang terjalin antara beberapa pihak baik dalam negeri maupun luar negeri  mampu menciptakan banyak inovasi baru. Serta dapat meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan yang ada di Pondok Pesantren.

 

SOSIAL

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak bisa hidup sendiri, karena pada dasarnya manusia saling berinteraksi dan membutuhkan bantuan orang lain. Setiap orang memiliki sifat dasar sosial kepada sesama makhluk hidup.

“Pondok Pesantren Darunnajah berdiri diatas dan untuk semua golongan”. Pondok Pesantren bukan milik satu organisasi kemasyarakatan atau golongan. Tapi Pondok Pesantren adalah milik ummat. Pondok perlu dibela, dibantu dan diperjuangkan.

Sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah sampai saat ini aktif dengan kegiatan sosial, baik yang ada di dalam maupun di luar Yayasan Darunnajah. Kegiatan sosial yang sering kali dilakukan oleh Pesantren Darunnajah sebagai berikut :

  1. Beasiswa Ashabunnajah; adalah Santriwan-santriwati penerima beasiswa yang diberikan oleh Yayasan Darunnajah Jakarta dari tingkat TK (Taman Kanak-Kanak) sampai Madrasah Aliyah/SMA. Para santri Ashabunnajah datang dari berbagai pelosok daerah di Indonesia, dengan harapan setelah mereka selesai belajar di Darunnajah mereka menjadi kader yang siap mengabdi untuk Umat ditempat tingal mereka masing-masing.
  2. Bakti sosial; merupakan salah satu kegiatan sosial yang aktif dilakukan Pesantren Darunnajah terhadap masyarakat. Salah satu cara menenumbuhkan jiwa sosial pada anak agar peka terhadap kondisi kehidupan disekitarnya adalah dengan cara melibatkan anak secara langsung pada kegiatan sosial. Untuk membentuk jiwa santri yang peduli sosial dan untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah sesama umat islam.
  3. Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM); agenda tahunan santri akhir kelas 6 TMI untuk turun langsung ke masyarakat selama kurang lebih 2 minggu. Mereka mengamalkan ilmu yang telah dipelajarinya selama di Pesantren, untuk diajarkan kembali dimasyarakat. PPM dilaksanakan di daerah-daerah atau desa-desa yang masih memiliki tingkat sosial ekonomi, kebudayaan, dan terutama aspek agama yang rendah. Karena PPM merupakan salah satu program kemasyarakatan yang ada di Pesantren Darunnajah. Bentuk kegiatan pelaksanaan seperti; kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, kegiatan pendidikan, dan kegiatan keterampilan.
  4. Penggalangan Dana (Donasi); Program bantuan kemanusian dibutuhkan dana yang cukup agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat berdasarkan hasil penilaian yang dibutuhkan.

Untuk itu Darunnajah Charity didirikan untuk mempertemukan antar penyumbang dan penerima manfaat dengan cara mengumpulkan donasi berbentuk barang dan kemudian dijual hasil keuntungannya akan didonasikan kepada penerima manfaat yang ada, sehingga akan didapat suatu bantuan yang dapat dibuatkan program kemanusian yang sesuai dengan kebutuhan.

  1. Santunan Anak Yatim Piatu; Bantuan yang diberikan oleh pihak Pesantren Darunnajah untuk anak yatim piatu baik berupa uang, pakaian, kesehatan, makanan, kebutuhan sekolah, dan lain-lain.
  2. Bantuan Darunnajah (Kesehatan, Transportasi, Lembaga, Bencana Alam, dsbg); Bantuan untuk kemanusiaan sering kali dilakukan dalam bentuk menyumbang barang-barang, baik dalam bentuk barang baru maupun bekas. Dalam kenyataannya sering kali sesuatu yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan para penerima manfaat yang ada.
  3. Sekolah Gratis; Yayasan Darunnajah memberikan keringanan biaya atau dispensasi untuk anak-anak yang tidak mampu bahkan sekolah gratis, terutama anak yatim/yatim piatu dan mustadzafin baik yang bersekolah di Darunnajah Pusat maupun cabang-cabangnya.
  4. Pelatihan Gratis; Pelatihan yang diadakan dari pihak Yayasan Darunnajah untuk meningkatkan kualitas guru, administratur dan karyawan yang ada di Darunnajah Pusat dan cabangnya. Serta dapat menumbuh kembangkan kemampuan yang ada untuk dapat diterapkan di lembaga masing-masing. Darunnajah sebagai organisasi besar yang tentu mempunyai kader-kader atau penerus perjuangan. Dengan demikian Darunnajah mengadakan pelatihan guru guna mencetak kader atau penerus dimasa yang akan datang.
  5. Khitanan Massal; Kegiatan yang dijadikan sebagai kegiatan rutinitas santri sejak beberapa tahun ini. Khitanan Massal dilaksanakan secara gratis, peserta khitan diambil dari lingkungan Masyarakat Kurang Mampu (Dhuafa).
  6. Ifthor Soimin (Buka Puasa Bersama); Pesantren Darunnajah secara rutin mengadakan kegiatan Santunan Sosial dan Ifthor Shoimin (Buka Puasa Bersama) sebagai salah satu wujud pendidikan karakter santri, juga sebagai wadah latihan bagi santri untuk belajar mengelola kegiatan.

Diantara agenda kegiatan yang sering diadakan oleh pihak Pesantren, ada juga kegiatan yang sering diikuti

Bahasa

Berbagai Keunggulan Menguasai Bahasa Asing; Arab dan Inggris.

  1. Pentingnya Sebuah Bahasa

Dikatakan bahwa bahasa adalah salah satu dari sekian banyak kunci sebuah peradaban. Sebuah peradaban selalu memiliki sebuah bahasa yang identik, yang dipakai oleh semua orang yang hidup di dalam peradaban tersebut. Bahasa adalah sebuah alat yang dipakai untuk berinteraksi antara satu orang dengan yang lain di dalam masyarakat. Bahasa adalah pola pikir sebuah bangsa. Kita bisa menilai bagaimana seseorang yang baru kita kenal dari bahasa yang ia pakai dalam bercakap-cakap, tetapi hal tersebut membutuhkan sebuah usaha yang sangat keras. Kita bisa mengidentifikasi bagaimana sifat orang tersebut hanya dari bahasa yang ia gunakan. Sebuah bahasa mengandung sebuah kultur, filosofi hidup, sudut pandang, dan kepercayaan seseorang.

Ketika Vatikan menguasai Andalusia, apa yang pertama kali dirubah adalah bahasa. Percakapan-percakapan yang sebelumnya mengguanakn bahasa-bahasa pagan dihapuskan dan diganti dengan bahasa latin. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat cepat mengerti tentang bahasa latin yang merupakan bahasa agama kristen. Agar proses penyebaran kepercayaan kristen semakin mudah di kalangan masyarakat. Dan hal tersebut memang terbukti ampuh dengan beralihnya kepercayaan dari agama pagan menjadi kristen. Dari sini kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa bahasa bukan hanya sebuah alat untuk berkomunikasi, tetapi juga lebih dari itu, mengandung muatan yang sangat luas.

  1. Definisi Bahasa

Kata bahasa Inggris “language” diturunkan dari Indo-Eropa *dn̥ǵʰwéhs “lidah, perkataan, bahasa” lewat Bahasa latin lingua, “bahasa; lidah”, dan Perancis Kuno langage“bahasa”. Kata tersebut terkadang digunakan untuk mengacu pada kodesandi dan bentuk lain dari sistem komunikasi yang dibentuk secara artifisial seperti yang digunakan pada pemrograman komputer. Makna bahasa dalam hal ini adalah suatu sistem isyarat untuk menyandikan dan menerjemahkan informasi. Artikel ini secara khusus memperhatikan tentang sifat-sifat yang dimiliki bahasa alami manusia sebagaimana yang dipelajari dalam disiplin ilmu linguistik.

Sebagai objek kajian linguistik, “bahasa” memiliki 2 arti dasar: sebagai sebuah konsep abstrak, dan sebagai sebuah sistem linguistik yang spesifik. Bahasa Indonesia adalah contoh dari makna bahasa sebagai sebuah sistem linguistik yang spesifik. Ferdinand de Saussure, seorang linguis asal Swiss, adalah orang pertama yang merumuskan perbedaan kata dalam bahasa Perancis. Terdapat langage dalam arti bahasa sebagai sebuah konsep, langue dalam arti bahasa sebagai sistem linguistik yang spesifik, dan parole dalam arti bahasa sebagai penggunaan konkret bahasa tertentu sebagai tuturan.

Bila berbicara mengenai bahasa sebagai konsep umum, dapat digunakan berbagai definisi yang menekankan aspek yang berbeda dari fenomena tersebut. Definisi tersebut juga memerlukan pendekatan dan pemahaman berbeda tentang bahasa, dan terkadang memberikan kajian teori linguistik yang berbeda atau bahkan bertentangan. (Wikipedia)

  1. Beberapa Metode Mempelajari Bahasa Asing

Ada beberapa cara yang bisa seseorang gunakan untuk menguasai bahasa asing, di antaranya adalah:

  1. Menghapalkan Kosa-kata

Langkah pertama untuk mempelajari bahasa asing adalah dengan menghapalkan kosa-kata bahasa yang kita inginkan. Jika kita ingin mempelajari bahasa arab, maka kita harus menghapalkan kosa-kata bahasa arab. Cara ini juga dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa asing lainnya.

  1. Mempraktekkan Dalam Percakapan

Setelah kita menghapal kosa-kata bahasa asing langkah selanjutnya yang harus kita terapkan adalah mempraktekkannya dalam percakapan sehari-hari. Semakin sering kita melatih percakapan menggunakan bahasa asing, maka akan semakin baik pula hasil yang akan kita peroleh.

  1. Mendengarkan Bahasa Asing

Metode mendengarkan atau listening cukup ampuh untuk mengetes seberapa baik bahasa asing kita. Lebih sering kita mendengarkan percakapan dalam bahasa asing, kualitas penguasaan kita akan bahasa asing tersebut akan semakin mumpuni.

Itulah beberapa cara yang bisa kita gunakan dalam belajar untuk menguasai bahasa asing.

  1. Manfaat Mempelajari Bahasa Asing; Arab dan Inggris

Ada banyak keuntungan jika kita bisa menguasai bahasa asing, khususnya bahasa arab dan inggris. Bahasa arab sangat bermanfaat jika kita mau mendalami dan mempelajarinya. Budaya arab sangat luas. Jazirah arab terkenal dengan penyair-penyair yang telah melahirkan karya-karya yang luar biasa yang masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Bahkan karya-karya mereka masih sangat relevan untuk menggambarkan bagaimana gilanya zaman ini. Meski diciptakan beberapa abad silam, keindahan syair-syair mereka masih terasa pas untuk kita gunakan di era yang serba canggih ini.

Terkhusus lagi untuk seorang muslim, bahasa arab adalah bahasa induk. Bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an – bahasa kitab suci pedoman utama umat islam selain hadits-hadits Rasulullah. Keislaman seseorang akan semakin mantap jika ia menguasai bahasa arab. Tidak hanya secara literer, tetapi juga secara percakapan. Sumber-sumber ilmu yang menjelaskan tentang hukum-hukum dalam islam, masalah akidah, tasawuf, akhlak, tafsir, hadits, dan lain sebagainya menggunakan bahasa arab. Memang banyak karya-karya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tetapi akan lebih afdol jika membacanya dari bahasa aslinya.

Era globalisasi menasbihkan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah negara adidaya. Sebuah negara yang saat ini didapuk sebagai pusat peradaban dunia. Negara-negara di dunia ini berusaha untuk mencontoh mereka dalam semua lini kehidupan; politik, pendidikan, sosial, budaya, pola pikir, gaya hidup, dan lain sebagainya. Maka tak ayal, saat ini di negara-negara lain menjadikan bahasa inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan. Hal tersebut dimaksudkan agar mereka tidak tertinggal terlalu jauh dari peradaban barat yang saat ini diakui sebagai peradaban yang paling maju.

Pembelajaran bahasa inggris juga dimaksudkan agar para generasi penerus bisa menyesuaikan diri dengan arus globalisasi yang tidak mungkin bisa dihindari. Supaya ketika mereka telah memegang pemerintahan di negeri ini tidak mudah dikelabui oleh orang asing. Selain itu, agar mereka bisa mempertahankan negeri ini dari gempuran-gempuran orang-orang yang memiliki kepentingan yang memberikan dampak negatif untuk negeri ini.

Pondok Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam Pencetak Generasi Mutafaqqih Fiddin

  1. Pengertian Pondok Pesantren

Banyak sumber yang telah menjelaskan arti dan makna dari Pondok dan Pesantren. Secara etimologi, kata Pondok ditemukan dalam bahasa arab sedangkan Pesantren ditemukan dalam bahasa Sansekerta, Hindu, dan Tamil. Meski berasal dari bahasa yang berbeda-beda, namun pengertian tersebut tidak saling bertentangan satu sama lain.

Kata “Pondok” berasal dari bahasa arab yaitu Funduq yang memiliki arti tempat tinggal, asrama, atau hotel. Sedangkan kata “Pesantren” berasal dari kata pe-santri-an, dari akar kata “santri” dan ditengarai dengan imbuhan pe-an, yang secara etimologis diartikan sebagai tempat tinggal para santri. Hal merujuk dari maraknya kamar-kamar yang terletak di sekitar ruang utama Masjid Al-Azhar di Lingkungan Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir.

Kata “Santri” juga ada yang menduga berasal dari bahasa Sansekerta “Cantrik” yang berarti orang yang selalu mengikuti jejak gurunya. Sebagian menyatakan bahwa kata “Santri” berasal dari kata”Shastri” dalam bahasa India yang mempunyai arti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Masih dalam agama Hindu, kata santri juga diasumsikan sebagai gabungan dari kata “Saint” yang berarti manusia baik dengan suku kata “Tra” yang berarti suka menolong, yang kemudian diartikan sebagai tempat pendidikan manusia baik-baik. Sedangkan dalam bahasa Tamil, kata “Santri” berarti guru mengaji.

Dari sini bisa kita ambil sebuah kesimpulan bahwa secara terminology Pondok Pesantren dipahami sebagai sebuah tempat untuk mentransfer ilmu-ilmu agama maupun umum di sebuah lingkungan dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya dan memiliki lima elemen utama: Kiai atau ajengan, sebagai pemimpin otoritatif, santri sebagai anak didik, asrama sebagai domisili santri, masjid sebagai pusat pengajaran dan kitab kuning sebagai buku pegangan wajib para santri.

Jadi, secara ringkas, Pondok Pesantren adalah tempat para santri menuntut ilmu agama dan umum dengan sistem asrama, kiai sebagai central figure, dan masjid sebagai titik pusat yang menjiwainya.

  1. Elemen-elemen Pesantren

Sebagai sebuah wadah pendidikan, Pondok Pesantren setidaknya memiliki lima elemen utama agar bisa dikatakan sebagai pesantren dan sebagai ciri-ciri unik yang membedakan sistem pendidikan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya. Berikut penjelasan kelima elemen utama pondok pesantren:

  1. Kiai

Perkataan Kyai, dalam Bahasa Jawa, digunakan untuk tiga jenis gelar yang berbeda: 1. Untuk gelar-gelar terhormat bagi barang-barang yang dianggap keramat seperti, “Kiai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan kereta emas di Kraton Yogyakarta. 2. Gelar orang tua pada umumnya. 3. Gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada ahli agama islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pesantren dan mengajar kitab-kitab islam klasik kepada santri-santrinya.

Kiai memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup sebuah pondok pesantren. Di tangannyalah sebuah pesantren bisa berdiri, tumbuh, dan berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan islam yang diakui. Seorang kyai haruslah mempunyai kharisma, wibawa, keahlian dan kedalaman serta keterampilan kyai karena kemajuan sebuah pesantren mutlak berada di tangannya. Itulah mengapa dikatakan bahwa seorang kyai adalah seorang sosok figur utama sebuah pondok pesantren.

  1. Santri

Sebuah pondok pesantren tidak bisa dijalankan tanpa adanya seorang santri. Tahap pertama dalam membangun sebuah pesantren adalah harus adanya seorang murid yang datang untuk belajar dari seorang yang alim. Setelah adanya seorang murid untuk dididik dan menetap di tempat kediaman sang alim, barulah sang alim tersebut dikatakan seorang kyai. Lalu tahap selanjutnya sang kyai mulai membangun fasilitas yang lebih lengkap untuk pondoknya.

Santri dibagi menjadi dua kelompok, yakni santri kalong dan santri mukim. Santri kalong adalah mereka yang tidak menetap di dalam pondok pesantren setelah selesai mengikuti pelajaran dan biasanya mereka berasal dari daerah-daerah di sekitar pesantren itu berdiri. Sedangkan santri mukim adalah mereka yang tinggal di dalam pondok pesantren selama dua puluh empat jam penuh dan biasanya mereka berasal dari daerah yang jauh.

  1. Pondok

Pondok adalah tempat yang digunakan untuk tempat bernaung kyai dan santri. Selain sebagai tempat tinggal atau asrama, pondok juga digunakan untuk mengembangkan keterampilan kemandiriannya agar mereka siap hidup mandiri di dalam masyarakat setelah mereka tamat dari pesantren.

Sistem asrama inilah yang membedakan pesantren dengan sistem pendidikan lainnya.

  1. Masjid

Pada awal berdirinya, selain sebagai tempat beribadah, masjid juga digunakan sebagai pusat pendidikan rohani, sosial dan politik, serta pendidikan islam, seperti yang sudah umum kita kenal sebagai Ashabus suffah. Masjid juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Dalam konteks pesantren, masjid dikatakan sebagai salah satu tempat paling penting karena masjid bisa digunakan selain sembahyang lima waktu, juga bisa difungsikan sebagai tempat untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama dan umum.

Maka tak ayal, ketika sebuah pesantren berdiri, yang pertama kali dikembangkan oleh sang pendiri pesantren adalah masjid.

  1. Kitab Islam Klasik

Kitab Islam Klasik, di kalangan pesantren biasa dikenal dengan kitab kuning. Kitab Kuning adalah kitab-kitab yang dikarang oleh para ulama terdahulu yang meliputi beberapa bidang ilmu, seperti: Nahwu dan Sharaf, Fiqh, Tauhid, Tasawuf, Akhlak, dan cabang-cabang lain seperti tarikh dan balaghoh. Menurut Dhofier, di masa lalu, pengajaran kitab-kitab islam klasik merupakan satu-satunya pengajaran formal yang diberikan dalam lingkungan pesantren.

  1. Jenis-jenis Pondok Pesantren

Sebagai sebuah lembaga pendidikan islam, pondok pesantren juga mengalami perubahan bentuk yang sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi. Meski begitu, hal tersebut tidaklah serta merta merubah jiwa dan falsafah hidup sebuah pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren tetap merupakan lembaga pendidikan islam yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat untuk masyarakat.

Masyarakat mengelompokkan Pondok Pesantren dalam dua kategori besar yaitu: 1. Pondok Pesantren Salaf dan 2. Pondok Pesantren Modern. Pondok Pesantren Salaf yaitu pesantren yang lebih memfokuskan untuk mempelajari kitab-kitab islam klasik sebagai kurikulum utamanya sedangkan Pondok Pesantren Modern lebih memadukan antara ilmu umum dan agama. Presentase pembelajaran ilmu agama di pesantren modern seratus persen dan ilmu umum juga seratus persen. Antara ilmu umum dan agama keduanya diajarkan beriringan.

  1. Pesantren sebagai pecetak generasi mutafaqqih Fiddin

Dalam bukunya, Pesantren dan Demokrasi, Abdul Aziz mengemukakan bahwa secara umum fungsi pesantren, yaitu sebagai center of excellent yang berfungsi sebagai pencetak ulama dan juga sebagai agent of development yang berperang dalam pengembangan masyarakat. Keluaran yang ingin didapat dari community development adalah meningkatnya kualitas hidup seseorang yang diukur tidak hanya dari peningkatan kesejahteraan, namun juga berbagai tanggung jawab dan manfaat antara sesama anggota masyarakat yang mengakui adanya hunbungan antara lingkungan sosial, budaya, dan masalah ekonomi.

Proses pentransferan ilmu di pesantren yang dibimbing langsung oleh kyai tidak melulu hanya soal pengajaran dan pembelajaran ilmu-ilmu dari dalam teks-teks buku saja, tetapi juga meliputi ilmu-ilmu kehidupan yang nantinya akan sangat bermanfaat dan dapat dipraktekkan sekembalinya mereka ke kampung halaman. Kyai menuntut santri-santrinya agar memiliki mental yang tangguh untuk menghadapi kerasnya lapangan perjuangan mereka nantinya. Santri diajari pidato agar mereka terbiasa berbicara di depan banyak orang, santri juga diwajibkan untuk mengabdi agar mereka mengerti bahwa dunia ini adalah lapangan perjuangan dan pengabdian. Santri-santri diamati menjadi bagian-bagian dalam organisasi agar mereka nantinya mereka bisa menjadi seseorang yang bisa memegang amanah. Dan masih banyak pembelajaran lainnya yang bisa kita temukan di dalam pondok pesantren.

Seorang lulusan pondok pesantren dituntut tidak hanya mampu untuk mengubah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di mana ia hidup, melainkan juga mampu membawa perubahan dalam segi agama juga. Selain memajukan kehidupan masyarakat dalam ranah kesejahteraan duniawi saja, tetapi juga bisa merubah masyarakatnya; ilman, khuluqan, wa adaban. Di tangan seorang pemuda alumni pesantren itulah perubahan suatu masyarakat diserahkan. Mereka adalah agent of change masyarakat di tempat ia bernaung.

Dan hal tersebut sudah banyak dibuktikan dengan kiprah para lulusan pesantren di semua lapisan masyarakat yang tersebar di seluruh pelosok negeri ini

Generasi Unggul

Peran Sekolah dalam Mencetak Generasi Unggul dan Kompeten

  1. Tripusat Pendidikan

Ki Hadjar Dewantara membagi tempat berlangsungnya pendidikan menjadi tiga, yakni Keluarga, Sekolah, dan lingkungan. Sebelum seorang anak berinteraksi dengan dunia luar semisal sekolah, pertama kali yang ia temui adalah orang-orang dalam lingkup keluarganya; orang tua dan kakaknya. Maka tak ayal, keluarga berada dalam urutan pertama dalam tatanan Tri Pusat Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara.

Dalam pertumbuhannya, seorang anak tidaklah lepas dari interaksi dengan keluarganya. Orang tua adalah seorang guru bagi sang anak tersebut. orang tua adalah seseorang yang digugu dan ditiru oleh anak-anaknya mulai dari perkataan, tindakan, serta perbuatan. Sudah sepatutnya bagi orang tua untuk berkata dan berbuat yang sesuai dengan norma dan etika kehidupan. orang tua adalah seorang tauladan bagi sang anak. Jika orang tua mencontohkan kebaikan, maka sang anak juga akan perilaku baik tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Sekolah adalah tempat kedua bagi keberlangsungan pendidikan seorang anak. Sekolah lebih menekankan pada aspek pengajaran. Sekolah adalah sebuah sarana bagi seorang anak untuk mendapatkan keahlian hidup yang akan berguna bagi mereka ketika mereka telah tumbuh dewasa dan hidup di dalam masyarakat. Kalaulah di dalam rumah sang anak dididik lebih ke pendidikan informal, ketika di sekolah mereka mendapatkan pendidikan formal yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Pusat pendidikan yang terakhir adalah lingkungan. Dalam kesehariannya, interaksi seorang anak dengan teman-temannya juga mampu merubah bagaimana sikap dan pola pikir seorang anak. Itulah mengapa para orang tua di rumah dan guru-gur di sekolah selalu mewanti-wanti anak-anaknya agar mereka berhati-hati dalam memilih teman pergaulan mereka.

Pembahasan kali ini akan lebih banyak membicarakan masalah sekolah agar tidak keluar dari judul yang telah ditetapkan.

  1. Pengertian sekolah

Menurut kamus besar bahasa indonesia, sekolah berarti bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran yang terdiri dari beberapa tingkatan dan jurusan. Menurut tingkatannya; dasar, lanjutan, tinggi sedangkan menurut jurusannya; dagang, guru, teknik, pertanian, dan sebagainya. secara umum sekolah berarti sebuah lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh negara maupun swasta yang dicanangkan untuk mengajari, mengelola, dan mendidik peserta didik melalui bimbingan yang diberikan oleh para tenaga pendidik.

Untuk bisa dikatakan sebagai sebuah sekolah, selain adanya peserta didik dan tenaga pendidik, lahan yang tersedia juga harus memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti; ruang belajar, kantor, lapangan bermain, perpustakaan, dan lain sebagainya. Pendek kata, sekolah adalah sebuah tempat yang sengaja dibangun untuk proses kegiatan belajar-mengajar para generasi penerus bangsa.

  1. Fungsi Sekolah

Ada banyak sekali manfaat yang bisa masyarakat dapat dari didirikannya sebuah sekolah. Berikut di antara manfaat-manfaat tersebut adalah:

  1. Untuk Menggapai Keahlian Hidup

Salah satu alasan para orang tua memasukkan anak mereka ke sebuah lembaga pendidikan adalah agar para anak-anaknya memiliki sebuah bekal yang dapat mereka gunakan nantinya ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Melalui pendidikan di sekolah pula para anak-anak bisa tumbuh dengan jalan yang terarah. Dalam pertumbuhannya, seorang anak cenderung untuk mengikuti perilaku orang-orang yang hidup di sekitarnya. Jika mereka tidak diarahkan dengan benar, besar kemungkinannya hidup mereka juga tidak akan terarah. Ketika mereka berada di dalam lingkungan sekolah, para tenaga pendidik mengajarkan mereka pelajaran-pelajaran yang nantinya akan berguna bagi mereka sehingga mereka bisa menjadi generasi penerus yang mantap dan matang secara ilmu dan pengalaman.

  1. Sarana Pembentuk Jiwa Sosial

Aspek yang perlu diperhatikan dalam pertumbuhan seorang anak adalah bagaimana ia berinteraksi dengan teman-temannya di lingkungan ia hidup. Keadaan sosial di masyarakat luas tidak selalu mengarahkan seorang anak kepada kebaikan. Bahkan banya anak-anak yang terjerumus ke dalam maksiat yang diakibatkan dari bebasnya pergaulan. Norma-norma dalam masyarakat yang seharusnya tidak boleh dilakukan justru banyak yang dilanggar oleh anak-anak. Salah satu fungsi kehadiran sekolah adalah untuk membentuk jiwa sosial yang sesuai dengan norma-norma di dalam masyarakat. Di dalam sekolah para peserta didik mendapatkan arahan dari guru-gurunya tentang cara bergaul yang baik dengan teman sebayanya maupun seseorang yang lebih tua darinya.

  1. Wadah Pentransferan Budaya kepada Generasi Penerus

Selain sebagai tempat pembelajaran ilmu-ilmu umum dan agama, sekolah juga berfungsi untuk mentransfer kebudayaan kepada generasi penerus agar mereka tumbuh menjadi seseorang yang pintar dan cerdas tidak hanya dalam hal-hal akademis tetapi juga mengerti warisan dan kebudayaan orang-orang terdahulu. Agar para generasi penerus tersebut mengagumi dan menghargai peninggalan nenek moyang mereka. Agar mereka tidak lupa dengan sejarah.

  1. Generasi Unggul dan Kompeten

Apa yang diharapkan dari seseorang yang telah selesai mengeyam pendidikan di sekolah adalah kiprahnya yang mampu membawa perubahan di dalam masyarakat. Setelah mereka mendapat pengajaran ilmu-ilmu yang bisa mereka gunakan untuk mencari pekerjaan untuk menopang kehidupan mereka secara materi, mereka dituntut agar mereka dapat mentransfer apa yang telah mereka dapat kepada masyarakat.

Kehidupan di masyarakat penuh dengan permasalahan-permasalahan baru yang membutuhkan sebuah pemecahan. Tidak semua orang di dalam masyarakat mengeyam pendidikan formal, maka mereka selalu menunjuk seseorang yang ahli untuk menyelesaikan masalah-masalah baru yang kadang belum pernah ditemukan sebelumnya. Kalaulah tidak kepada lulusan-lulusan sekolah tersebut, kepada siapa lagi mereka harus bertanya?

Berangkat dari permasalahan inilah, kehadiran sebuah sekolah sangat dibutuhkan. Sekolah beserta perangkat pembelajaran yang menopangnya sudah seharusnya menghasilkan lulusan-lulusan yang unggul dan kompeten. Agar mereka bisa menjadi pemecah masalah bagi masyarakat di lingkungan tempat ia tinggal.

Pembelajaran Kitab Kuning sebagai Upaya Menghargai Warisan Ulama Terdahulu

  1. Pentingnya Mempelajari Kitab Islam Klasik

Kaidah “Almufadzotu ‘ala al-qodimi al-shalih, wal akhdzu bil jadidi al-aslah” yang berarti memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik, merupakan sebuah kaidah yang bisa kita gunakan untuk mengikuti perkembangan zaman akhir-akhir ini. Kalaulah kita mempelajari teknologi, sains, bahasa inggris supaya kita tidak tergerus oleh derasnya arus perkembangan, maka mempelajari kitab kuning adalah sebagai upaya kita untuk menghargai warisan-warisan para ulama terdahulu yang telah mengarang berbagai sumber ilmu yang sampai saat ini masih bisa kita ambil manfaatnya.

Terlebih untuk para generasi muslim, mempelajari kitab kuning sudah sepatutnya menjadi sebuah keharusan. Tidak mudah memahami dua pedoman utama umat islam; al-qur’an dan hadits. Di sinilah kita membutuhkan penjelasan para ulama yang secara rinci menjabarkan maksud dari suatu ayat alqur’an maupun hadits nabi tentang berbagai permasalahan dalam islam; hukum-hukum islam, akhlak, tasawuf, dan lain sebagainya. Karya-karya para ulama tersebut banyak yang menggunakan bahasa arab – bahasa ibu umat islam.

Memahami karya-karya para ulama tidaklah mudah. Meski kita bisa berbicara menggunakan bahasa arab, belum tentu kita bisa memahami karya-karya mereka. Bahkan kita bisa terjerumus kepada kesesatan jika kita tidak berguru secara langsung kepada para ulama yang ahli dalam suatu permasalahan. Di sinilah letak pentingnya pembelajaran kitab kuning. Agar para generasi penerus tidak salah kaprah dalam menjalankan syari’at islam. Agar para generasi penerus benar-benar hidup sesuai dengan islam yang baik dan benar.

  1. Definisi Kitab Kuning

Kitab kuning, dalam pendidikan agama islam, merujuk kepada kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama islam (diraasah al-islamiyyah) yang diajarkan pada Pondok-pondok Pesantren, mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata bahasa arab (`ilmu nahwu dan `ilmu sharf), hadits, tafsir, `ulumul qur’aan, hingga pada ilmu sosial dan kemasyarakatan (mu`amalah). Dikenal juga dengan kitab gundul karena memang tidak memiliki harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun), tidak seperti kitab Al-Qur’an. Oleh sebab itu, untuk bisa membaca kitab kuning berikut arti harfiah kalimat per kalimat agar bisa dipahami secara menyeluruh, dibutuhkan waktu belajar yang relatif lama. (Wikipedia)

Untuk lebih detailnya, kitab kuning terbagi menjadi tiga pengertian: A) Al-Kutub Al-qodimah; kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama salaf, tetapi dipakai sebagai pedoman pembelajaran oleh para ulama Indonesia. B) Kitab kuning murni karangan para ulama Indonesia. C) Kitab yang ditulis sebagai terjemahan atau penjelasan dari karya ulama salaf.

  1. Metode Pembelajaran Kitab Kuning

Dalam pembelajaran Kitab Kuning ada sebuah metode yang dikenal dengan Metode Sorogan. Sorogan berasal dari kata Sorog yang artinya maju. Secara istilah metode sorogan adalah sebuah metode pembelajaran dengan cara berhadap-hadapan. Santri menghadap langsung kyai atau ustadz seorang demi seorang dengan membawa kitab untuk dibaca atau dikaji bersama. Interaksi personal yang berlandaskan asas kemesraan antar kyai dan santri merupakan ciri khas dari pola pembelajaran ini.

Pada dasarnya, metode sorogan merupakan bentuk penggaubungan dari dua metode yang sangat berkaitan, yaitu membaca dan metode gramatika terjemah yang disajikan dengan sistem tutorship atau mentorship. Berikut penjelasan dua metode tersebut:

  1. Metode Membaca

Metode Membaca merupakan suatu metode pengajaran bahasa yang menyajikan materi pelajaran yang diawali dengan mengutamakan aspek membaca, yakni guru mula-mula membacakan suatu pembahasan, kemudian diikuti oleh santri-santrinya. Tapi terkadang kyai atau ustadz menunjuk langsung santrinya untuk membacakan sebuah pelajaran sedang yang lainnya mendengarkan dan memperhatikannya.

Selain menekankan kemampuan membaca, metode ini juga menuntut pengucapan yang benar. Sehingga para santri terbantu dalam mengungkapkan bahasa arab secara lisan.

  1. Metode Gramatika Terjemah

Metode Gramatika Terjemah merupakan gabungan antara metode gramatika dan metode terjemah yaitu metode pembelajaran bahasa arab yang terfokus pada pengkajian kaidah-kaidah tata bahasa dan penerapannya dalam penerjemahan suatu paragraf bacaan dari satu bahasa ke bahasa lain yang berbeda.

Ada dua aspek penting dalam metode gramatika terjemah: A) kemampuan menguasai kaidah tata bahasa, B) kemampuan menerjemahkan. Dua kemampuan ini adalah modal dasar untuk mentransfer ide atau pikiran ke dalam tulisan bahasa asing dan modal dasar untuk memahami ide atau pikiran yang dikandung tulisan dalam bahasa asing yang dipelajarinya.

  1. Kelebihan dan Kekurangan Metode Sorogan

Kelebihan Metode Sorogan adalah kemajuan individu lebih terjamin karena setiap santri dapat menyelesaikan program belajarnya sesuai dengan kemampuan individu masing-masing, dengan demikian kemajuan individual tidak terhambat oleh keterbelakangan santri yang lain. Memungkinkan perbedaan kecepatan belajar santri, sehingga ada kompetisi sehat antar santri. Memungkinkan seorang guru mengawasi dan membimbing secara maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai pelajarannya. Memiliki ciri penekanan yang sangat kuat pada pemahaman tekstual atau literal.

Kelemahan metode sorogan terletak pada pemakaian waktu yang cenderung lama. Terlebih lagi bila santri yang diajarkan sangat banyak jumlahnya, tentunya selain menghabiskan waktu, juga sangat menguras tenaga. Metode ini banyak menuntut kesabaran, kerajinan, ketekunan, keuletan, dan kedisiplinan pribadi seorang kyai. Maka dari itu, metode sorogan dikatakan sebagai metode paling sulit dalam pembelajarann kitab kuning.

Terlepas dari sulitnya mempelajari kitab kuning, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk mempelajari kitab kuning. Agar warisan para ulama terdahulu tetap terjaga dan tetap terlestarikan meski mereka telah tiada. Allahummagfirlahum.