Tentang Pesantren Kami

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.

Penerimaan Murid Baru

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.

Pada saat Darunnajah mengadakan silaturrahim dengan alumni, orang tua santri dan para pejabat di Hotel Samudera Dwinka Bengkulu, Jumat 30 Maret 2007, adalah Sumatri alumni Darunnajah memberikan informasi kepada Pimpinan Pesantren Darunnajah, Dr. H. Sofwan Manaf, M.Si, bahwa ada muhsinin yaitu H. M. Basri, 5.803, berencana mewakafkan tanah. Apakah Darunnajah bersedia untuk menerimanya?

Hal tersebut dimusyawarahkan kepada Ketua Yayasan K.H. Saifuddin Arief dan bersedia untuk silaturrahim dan menerima tanah waqaf tersebut. Pengurus Yayasan; K.H.
Saifuddin Arief, KH Mad Rodja dan KH. Jamhari serta Dr‘ Sofwan Manaf, bersilaturrahmi ke rumah H.M. Basri 8.803, senin malam 2 April 2007. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan untuk mewakafkan tanah ke Pesantren Darunnajah di Jakarta, semoga dapat didirikan Pesantren. .

H. M. Basri S.Sos, memberi nama lokasi ini Pondok Pesantren A1 Barokah, karena atas dasar nama yang telah diberikan terhadap tiga masjid yang dibangunnya. Albarokah, bermakna memberikan keberkahan kepada semua pihak juga termasuk bagi keluarga waqif.

Pondok Pesantren A1 Barokah Darunnajah 11 yang beralamat di desa Babatan, Kec. Sukaraja, Kab. Seluma, Prov. Bengkulu luas lahan 3,2 ha dan telah dilaksanakan ikrar waqaf pada tanggal 1 April 2007 yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, DR.H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Agusrin M. Najamuddin wakil Gubernur M. Syamlan, serta para tokoh masyarakat.