“Publikasi Digital menjadi sebuah elemen penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Karena melalui Publikasi Digital, sebuah lembaga pendidikan akan dikenal oleh masyarakat luas, sehingga akan meningkatkan minat para pendaftar yang akan bersekolah di lembaga tersebut,” tutur Ust. Assoc. Prof. Dr. H. Musthafa Zahir, Lc., M.A., dalam sambutan beliau pada pembukaan pelatihan bagi seluruh admin website dan media sosial pusat dan cabang Yayasan Darunnajah.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi landasan digelarnya pelatihan ini, yang dirancang untuk membekali para admin dengan wawasan dan keterampilan khusus dalam mengelola website dan media sosial pesantren secara lebih profesional. Melalui pembekalan ini, diharapkan informasi seputar kegiatan dan capaian pesantren dapat tersampaikan secara akurat, menarik, dan tepat sasaran kepada masyarakat luas.Pelatihan ini digelar dengan tujuan mendobrak semangat dan meningkatkan kemampuan para admin dalam mengelola website dan media sosial di lembaga masing-masing.
Kegiatan ini berlangsung di Darunnajah Learning Center, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cipanas, Cianjur, terhitung sejak Senin, 7 September hingga Rabu, 9 September 2026. Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 50 orang peserta dari seluruh pusat dan cabang Yayasan Darunnajah.
“Alhamdulillah, setelah mengikuti kegiatan ini, kita bisa menyerap banyak pelajaran berharga dari para pemateri yang membagikan ilmu dan pengalamannya selama bertahun-tahun menjalani tugas sebagai Tim Publikasi Darunnajah,” ucap salah satu peserta pelatihan dengan antusias.

Melalui rangkaian pelatihan ini, Yayasan Darunnajah berharap kualitas publikasi di seluruh unit atau cabangnya di seluruh Indonesia dapat meningkat secara signifikan, sehingga syiar kegiatan dan informasi seputar Pesantren Darunnajah dapat tersebar luas dan menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Pelatihan ini diharapkan menjadi sebuah langkah dari upaya berkelanjutan Yayasan Darunnajah dalam membangun ekosistem publikasi digital yang solid, sinergis, dan mampu memperluas jangkauan syiar dakwah serta informasi kepesantrenan di tengah masyarakat.
