Darunnajah 11 Al-Barokah Seluma Bengkulu

Pondok Pesantren Al-Barokah Darunnajah 11, terletak di Desa Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, berdiri pada tahun 2007. Pendirian pesantren ini berawal dari niat mulia H.M. Basri, S.Sos., seorang dermawan asal Bengkulu, yang mewakafkan lahan seluas 3,2 hektar kepada Yayasan Darunnajah Jakarta. Ikrar wakaf tersebut dilaksanakan pada 1 April 2007, disaksikan oleh Ketua MPR RI saat itu, Dr. H. Hidayat Nur Wahid, Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamuddin, Wakil Gubernur M. Syamlan, serta tokoh masyarakat setempat. ​​

Pendirian pesantren ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Darunnajah untuk memperluas misi pendidikan Islam ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk alumni dan masyarakat setempat, Pondok Pesantren Al-Barokah Darunnajah 11 mulai beroperasi dan berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum. Pesantren ini menawarkan program pendidikan seperti SMP, SMK dengan jurusan Multimedia, dan Madrasah Diniyah Awaliyah. ​​

Sejak berdirinya, Pondok Pesantren Al-Barokah Darunnajah 11 terus berkomitmen dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan fasilitas yang memadai dan tenaga pengajar yang kompeten, pesantren ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Provinsi Bengkulu.​​
Pondok Pesantren Al-Barokah Darunnajah 11 Bengkulu terus berkembang sebagai bagian dari jejaring Pesantren Darunnajah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pesantren ini memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, serta mengintegrasikan kurikulum nasional dan agama untuk mencetak generasi yang kompeten di dunia dan akhirat.

Perkembangan Pesantren

Sejak awal berdirinya, Pesantren Al-Barokah Darunnajah 11 telah menambah berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan santri, seperti:

1. Asrama Santri: Menyediakan tempat tinggal yang nyaman untuk santri putra dan putri.

2. Gedung Pendidikan: Ruang belajar yang dilengkapi sarana modern untuk menunjang kegiatan akademik.

3. Masjid: Sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembelajaran agama.

4. Lapangan Olahraga: Untuk mendukung kegiatan fisik dan kebugaran santri.

5. Program Keterampilan: Seperti keterampilan multimedia di SMK untuk mempersiapkan santri menghadapi dunia kerja.

Pendidikan dan Program Unggulan

Pesantren ini menawarkan jenjang pendidikan formal dan nonformal, seperti:

Madrasah Diniyah Awaliyah: Pendidikan dasar agama untuk anak-anak.

SMP dan SMK: Dengan penekanan pada penguasaan ilmu agama dan umum.

Tahfidzul Qur’an: Program khusus untuk menghafal Al-Qur’an.

Ekstrakurikuler: Kegiatan seperti pramuka, olahraga, seni, dan organisasi santri untuk mengembangkan potensi non-akademik.

Dukungan dan Kerjasama

Pesantren ini berkembang berkat dukungan penuh dari Yayasan Darunnajah, masyarakat setempat, dan pemerintah daerah. Selain itu, alumni Darunnajah dari berbagai cabang turut berkontribusi dalam memberikan donasi dan membimbing santri.

Hingga saat ini, Pesantren Al-Barokah Darunnajah 11 terus melebarkan pengaruhnya dengan melahirkan santri-santri yang menjadi pemimpin di masyarakat, sesuai dengan visi besar Darunnajah untuk “Mencetak Generasi Rabbani yang Berkarakter Pemimpin.”

119 posts