Suasana Pelatihan Admin Media Sosial dan Website Pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang Suasana Pelatihan Admin Media Sosial dan Website Pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang

Suasana Pelatihan Admin Media Sosial dan Website Pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang

Suasana Pelatihan Admin Media Sosial dan Website Pesantren Darunnajah Pusat dan Cabang

Pesantren Darunnajah menyelenggarakan Pelatihan Admin Media Sosial dan Website yang dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 12 September 2026 bertempat di Villa Darunnajah, Cipanas. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh para admin media sosial serta pengelola website dari Pesantren Darunnajah pusat maupun cabang.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini berkisar pada pengelolaan website dan media sosial, di antaranya cara membuat berita atau konten website yang baik dan benar dengan menggunakan rumus 5W+1H, serta cara menjadi admin media sosial yang profesional, seperti bagaimana menjawab pertanyaan atau komentar dari netizen, cara membuat hook yang menarik agar sebuah postingan dapat meningkatkan interaksi (engagement), dan berbagai materi bermanfaat lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan mengingat pentingnya peran website dan admin media sosial bagi sebuah lembaga dalam menyebarkan informasi kegiatan pesantren. Melalui pengelolaan yang baik, masyarakat yang belum mengenal Pesantren Darunnajah dapat lebih memahami berbagai kegiatan yang berlangsung di dalamnya. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi pengelolaan media sosial dan website antara Pesantren Darunnajah pusat dan cabang.

Beberapa narasumber yang mengisi kegiatan ini antara lain:

  • Al-Ustadz Assoc. Dr. K.H. Musthafa Zahir, S.Pd.I., Lc., M.A.
  • Al-Ustadz Deni Rusman, S.Pd.
  • Al-Ustadz Emyr Muhammad, S.Ag.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Assoc. Dr. K.H. Musthafa Zahir, S.Pd.I., Lc., M.A. menyampaikan bahwa bagian yang diamanahkan kepada para admin media sosial dan website merupakan bagian yang sangat penting, karena ibarat menjadi “wajah” dari pesantren. Menurutnya, tanpa pemberitaan dan media sosial yang aktif, pesantren tidak akan dikenal luas oleh masyarakat.

“Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Di era digitalisasi ini, kita dituntut untuk pandai mengemas dan mempublikasikan kegiatan-kegiatan pesantren, baik melalui website maupun media sosial,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa karena tugas ini tergolong berat dan memerlukan fokus tinggi, para admin media sosial dan website dianjurkan bahkan diharuskan untuk berkonsentrasi penuh pada bidang tersebut. Apabila karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) mereka harus membantu tugas dari bagian lain, diharapkan tugas tambahan tersebut tetap berkaitan dengan bidang website dan media sosial.

Harapan kita Bersama setelah melalui pelatihan ini, para peserta dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pemberitaan serta daya tarik konten yang dipublikasikan, khususnya bagi wali santri sebagai target audiens utama dari website dan akun resmi media sosial pesantren. Lebih dari itu, ia juga berharap seluruh admin semakin menyadari bahwa amanah yang mereka emban merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan pesantren di era digitalisasi saat ini.