
Iri dan dengki adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang dalam bidang apapun, dan seseorang itu menginginkan apa yang tidak dimilikinya. Iri merupakan Ahlak tercela yang dibenci oleh Allah SWT. Karena hakikatnya, tidak bias menginginkan apa yang orang lain dapatkan berarti menentang nikmat Allah yang telah diberikan oleh orang lain. Sama halnya, menentang Allah karena tidak suka dengan apa yang Allah takdirkan.
Seperti Hadist yang diriwaytkan oleh Mutafaq Alaih. Dari Abu Hurairah R.A ia berkata, Rasulullah SAW Bersabda, : “ Kalian Jangan Saling mendengki, jangan saling najasy,jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, jangan diantara kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaknya kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, juga menghinanya. Takwa itu disini-beliau member isyarat ke dadanya 3 kali”
Akhir Hidup Orang yang iri dan Dengki
Dikisahkan saat itu, Fadhil bin ‘Iyadh adalah salah seorang tokoh, ia mempunyai seorang murid kesayangan, ia tergolong murid yang paling alim di antara murid-murid yang lain. Saat menjelang kematiannya sang guru datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya. Ketika sang guru hendak membacakan surat Yasin, sang murid berkata: Wahai guruku, jangan bacakan surat ini. Sang guru terdiam, lalu membimbingnya agar membaca: Lailaha illallah. Sang murid juga menolaknya dan berkata: aku tidak mau membacanya, karena aku tidak menyukainya. Akhirnya sang murid menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam keadaan seperti itu. Sang guru benar-benar merasa heran menyaksikan keadaan murid kesayangannya.
Kemudian sang guru pulang dan masuk ke kamarnya, ia berdiam diri di kamarnya, lalu ia bermimpi muridnya dicampakkan ke neraka Jahannam.
Dalam mimpinya ia bertanya kepada murid kesayangannya: Mengapa Allah mencabut makrifat darimu, padahal kamu termasuk muridku yang paling alim?
Ia menjawab: Allah mencabut makrifatku karena tiga hal:
Pertama: karena namimah (mengadu-domba), aku berkata kepada sahabat-sahabatku berbeda dengan apa yang aku katakan padamu.
Kedua: karena hasad, aku dengki kepada sahabat-sahabatku.
Ketiga: Aku pernah berkonsutasi pada seorang dokter tentang penyakitku, aku bertanya kepadanya tentang penyakitku. Dokter itu berkata: penyakitmu tak akan terobati kecuali kamu harus minum khamr. Demi kesembuhan penyakitku, aku ikuti nasehat dokter, dan aku minum khamr.
Tiga hal itulah yang menyebabkan aku suul khatimah, mengakhiri hidup dengan keburukan.
Nauzubillah, Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan tersebut. Dari cerita tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwasanya iri itu perlakuan yang menjebloskan kita masuk kedalam neraka.
Cara Menghindari Iri
Berikut cara-cara yang mungkin bisa membantu kita terhindar dari Iri.
- Fokuslah pada bakat dan kemampuan yang kita punya, Sehingga menghindari dari rasa Iri terhadap orang lain. Dan yakinlah bahwa kemampuan kita adalah nikmat yang Allah berikan kepada kita.
- Ubah apa yang bisa kita usahakan, Terima apa yang tidak bisa kita ubah. Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai dia bisa merubahnya sendiri, sama halnya diri sendiri. Mungkin allah bias merubah takdir kita jika kita mau usaha, tanpa harus Iri yang bersarang didalam hati kita.
- Jauhi Suudzon, Karena dengan Suudzon tidak hanya satu sifat tercela yang timbul, tetapi banyak sifat-sifat tercela yang muncul lainnya.