Rahasia Ajal (Kematian) Manusia

Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Rahasia Ajal (Kematian) Manusia”

Ajal itu tidak bisa ditawar-tawar, tidak bisa dipercepat, tidak bisa pula ditunda-tunda. Ada orang mengurus keluarganya sudah bertahun-tahun, sudah jompo, sudah loyo, sudah tidak bisa apa-apa; keluarganya sudah capek mengurusi, tapi oleh Allah masih dipertahankan. Tapi kadang-kadang masih segar bugar, tiba-tiba sudah tidak ada lagi. Ajal memang sudah ditetapkan, dan kita semua tidak diberitahu kapan kita ini mati. Kita ini sebenarnya sedang mengantri ke liang kubur, tetapi kita tidak tahu posisi kita ini dimana, apakah sudah dekat ataukah masih jauh, tidak ada yang tahu. Dukun pun tidak tahu. “Matinya ini tanggal sekian di jembatan sana.” Itu bohong. Kita memang akan meninggal, itu pasti.

Kalau sudah tahu kapan kita mati, malah bisa jadi gila. Kalau kita sudah tahu bahwa minggu depan kita sudah tidak ada, mau makan tidak enak, mau pergi juga tidak enak. Mau makan sekenyang-kenyangnya, mumpung masih hidup, bingung juga memikirkannya. Jadi, tidak tahu seperti ini malah tenang, bisa tertawa, bisa tersenyum, dan sebagainya. Kalau tahu besok mati, ya sedih. Mau makan makanan enak juga, jadi tidak bisa makan enak. Karena inilah Rasulullah SAW. menyatakan,

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا

“Berbuatlah kamu untuk akhiratmu seakan-akan besok kamu bakal mati. Tapi juga di dalam bekerja, bekerjalah seakan-akan kamu masih akan hidup lama.”

Artinya, kita tidak boleh malas. Di dalam ibadah jadikan seakan-akan kita sudah tidak punya waktu lagi, tinggal hari ini saja hidup kita yang tersisa, dan besok akan mati. Seperti apa kondisi kita kalau kita berkeyakinan bahwa besok kita akan mati? Ibadahnya mungkin khusyu’ sekali. “Saya sudah shalat Dhuha, mau apa ya? Baca Al-Quran ah.” Kalau sudah agak lelah, “Yang tidak membaca Al-Quran apa ya? Ah, baca tasbih saja.” Ketika sudah lelah lagi, “Apa ini? Ini masih ada uang, shadaqahkan ah. Bagi-bagi ke tetangga.” Itu kalau tahu besok mau mati. Habis daripada tidak dibawa. Sudah capai mengumpulkan tapi tidak dibawa.

Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Rahasia Ajal (Kematian) Manusia”