Pak Kyai : “Produk Darunnajah Harus Bermutu Bagi Ummat”

Dalam sebuah kesempatan, demi memenuhi rasa penasaran tim WARDAN, akhirnya di sela-sela kesibukannya yang padat selaku pimpinan pesantren, Pak Kyai berhasil diwawancarai langsung oleh salah satu tim redaksi WARDAN, Ela Hulaso, S.Sos, di ruang rapat dan pengajiannya, Senin 27 April 2011, setidaknya ada 3 pertanyaan mendasar mengenai perubahan pola majlis ilmi di kalangan guru-guru Pesantren Darunnajah 2 Cipining akhir-akhir ini, berikut petikan-petikan wawancara tersebut :

Kira-kira hal apa saja yang melatarbelakangi Pak Kyai dengan mengaji sistem eksplorasi hadits seperti sekarang ini?

Jawab : “ada beberapa hal yang melatarbelakangi saya, mengapa menerapkan sistem pengajian seperti ini, pertama adalah, kita ummat Islam di Indonsia terbanyak, sehingga banyak orang Islam yang kehidupannya condong ke kehidupan non muslim padahal hadits adalah salah satu sumber rujukan kehidupan selain Al-Qur’an”.

Masih lanjut beliau, “alasan ke-2 saya adalah, selama ini, guru-guru hanya sekedar mendengarkan, dan tidak bisa banyak yang dapat diterima karena prosesnya hanya mendengarkan, tetapi dengan cara seperti ini saya yakin guru-guru akan tahu banyak soal hadits, sehingga ketika kembali ke masyarakat bisa percaya diri dan memiliki kelayakan, maka produk Darunnajah inilah harus bermutu bagi ummat”

“alasan ke-3 saya adalah ketika saya menempuh study S-1 di Universitas Ummul Qurro, Mekah, Saudi Arabia, dikenal istilah “bahsul ilmi” atau paper setiap materi kuliah, minimal 20 lembar dari sumber-sumber yang jelas, sehingga banyak menjelajah kitab-kitab yang ada di perpustakaan, semakin banyak buku referensi semakin dianggap bermutu sebagai mahasiswa”.

Lalu bagaimana dengan majlis ilmi pola sebelumnya, apakah akan tetap dipertahankan atau dihapuskan?

Jawab ; “Metode lama pun tetap dianggap penting, untuk kebutuhan di masyarakat, dan dengan metode baru ini tentunya tidak menghilangkan metode lama”.

Apa harapan Pak Kyai terhadap guru-guru pesantren dari penerapaan metode ekspolrasi hadits ini?

Jawab : “Kita ini produk ilmu, ibaratkan penjual makanan, maka makanan yang dijual harus banyak, begitupun dengan kita disni, kita harus kaya akan ilmu, jika guru-guru keilmuannya tinggi, maka orang tidak akan meragukan lagi kualitas pesantren Darunnajah Cipining”. (Ela H/WARDAN)