Kamis (23/03/17) tepatnya selepas Shalat Ashar, seluruh istri-istri guru Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining bergegas menuju ruang Sekretariat Pesantren guna mengikuti acara Pengajian Mingguan bersama Pimpinan Pesantren yakni KH. Jamhari Abdul Jalal Lc. Pengajian diawali dengan bersholawat bersama sambil menunggu jama’ah yang belum hadir.

Berikutnya, dilanjutkan dengan Ceramah yang disampaikan langsung oleh KH. Jamhari Abdul Jalal Lc. Salah satu penggalan kata yang beliau ucapkan adalah “kehidupan di akhirat tidak seperti di dunia”. Maksud dari penggalan kata tersebut adalah bahwasannya kehidupan di dunia merupakan sementara, situasi dan keadaannya berubah begitu cepat tanpa kita sadari. Kadang manusia merasa senang, tak lama kemudian datanglah sebuah kesedihan. Terkadang manusia merasa mudah mengerjakan banyak hal, namun setelah itu disusul dengan kesusahan.

Hal tersebut tentu berbeda dengan kehidupan di Akhirat yang sangat kekal dan tak bisa tergantikan. Tentu ketika merasa susah, kesakitan dan sedih hal tersebut akan terus berlangsung terus tanpa berganti bahkan berhenti, begitupun sebaliknya. Maka dari itu hendaknya kita sebagai ummat muslim terus menjaga dan mematuhi segala perintah Allah dan juga menjauhi segala larangannya.

Hal lain yang disampaikan dalam kesempatan tersebut adalah, “Beban hidup akan terasa lebih berat jika kita melanggar perintah Allah dan menjauhi Sunnah-sunnah Rasulnya”. Terkadang kesusahan yang menimpa kepada manusia adalah karna dosa yang ia perbuat, maka dari itu perbanyaklah amalan baik, tegakkanlah sholat fardhu dan amalkan segala ibadah yang sunnah seperti Puasa Senin-Kamis, Puasa Ayyamul Bidh, Sholat Qobliyah dan Ba’diyah, Sholat Tahajud, Sholat Dhuha, Membaca Al-Qur’an dan masih banyak lagi.

Semua hal diatas semata-mata karna kita ingin mendapatkan ridho Allah, mendapatkan rahmat dan keberkahannya serta mempersiapkan amalan-amalan baik untuk menjadi bekal di kehidupan yang kekal nanti. Setelah berbagai nasihat dan juga penggalan hadis yang disampaikan oleh Pak Kyai, pengajian dilanjutkan dengan Ta’lim yang disampaikan langsung oleh Ust. Munir S.Pd.I selaku salah satu Ustadz yang menjadi petugas mengisi pengajian pada pekan tersebut.

Tema yang disampaikan oleh Narasumber ke-2 adalah tentang Zalim. Beliau menyampaikan pengertian Zalim dan juga bahayanya. Selain itu  beliau juga memaparkan tentang ciri-ciri orang Zalim contohnya seperti Fasik. Naudzubillahi min dzalik, semoga kita semua dijauhkan oleh Allah SWT dari sifat tercela. Amin!

Pengajian diakhiri dengan berdoa bersama, serta Tashofahan atau bersalam-salaman antar para jama’ah. Alhamdulillah semoga dengan diadakannya pengajian tersebut mampu menumbuhkan rasa semangat menimba ilmu bagi segenap Jama’ah yang hadir, serta menjadi wadah untuk menyambung tali silaturahim antar sesama.

(WARDAN/Annisa)