Menu

Oleh-oleh Pak Kyai Sepulang dari Mesir dan Pakistan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

img_2525572992784Taujihat Pimpinan Pesantren Darunnajah 2 Cipining, K.H Jamhari Abdul Jalal, Lc. Kegiatan ini rutin di lakukan khusus untuk para guru single pada hari Rabu (14/12/2016), pada kesempatan ini beliau di dampingi oleh Alumni Darunnajah angkatan ke-4, yang akan melakukan penelitian di pesantren untuk penyelesaian tesisnya.

Saat ini beliau bercerita tentang pengalaman beliau setelah pulang dari Mesir dan Pakistan beberapa hari lalu.

Ketakwaan adalah modal awal yang harus kita miliki, untuk mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan, bukanlah dana dan jabatan yang kita butuhkan

Sebuah kalimat saya dapatkan oleh Kyai Mahrus Amin, “Darunnajah bisa berkembang besar, karena dari awal saya sudah membiasakan diri untuk melakukan sholat tahajud”

Banyak sekali yang kami lakukan ketika sampai di Mesir dan Pakistan, salah satunya adalah menjalin hubungan dengan  Universitas yang ada di sana, selain itu juga kami bertemu para alumni darunnajah yang melanjutkan studinya di negara tersebut, serta mengadakan pertemuan dengan  Duta Mesir. Cuaca dingin di Mesir mencapai 12°C

Munuju Pakistan. Yang perlu dicatat adalah kita harus bisa menguasai bahasa, apa lagi bahasa inggris, ini sangat penting. Karena bahasa adalah modal terpenting untuk bisa berkomunikasi. Di Pakistan belum ada alumni Darunnajah yang disana. Universitas Islam Abad menunggu kedatangan para santri Darunnajah. Cuaca dingin yang ada di Pakistan mencapai 5°C

Kelebihan saat kita di Pesantren sangatlah besar, yaitu ketika kita ingin berbahasa, pasti ada lawan untuk diajak berbicara,  dan ini adalah dari sebuah pembiasan.(Wardan/Fera Indriani)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait