Program Ujian Guru selama tiga hari penuh, terhitung sejak 2-4 September 2025. Kegiatan dibawah tanggung jawab Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) ini merupakan agenda rutin, juga langkah strategis untuk memetakan sekaligus meningkatkan kompetensi akademik seluruh tenaga pendidik.
Sebanyak 233 guru ikut ambil bagian dalam kegiatan besar ini—122 guru putra melaksanakan ujian di Gedung Zaid, sedangkan 111 guru putri menempati area Zona Kampus 1. Kehadiran ratusan peserta ini mencerminkan kesadaran kolektif para pendidik akan pentingnya evaluasi diri profesional sebagai bagian dari proses mujahadah ilmiah menuju pengajaran yang unggul.
Materi ujian yang diujikan meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, Ujian Komputer, dan Ujian Al-Qur’an. Lima bidang yang menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan modern di lingkungan pesantren. Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan kondusif, menggambarkan kesiapan institusi dalam menjaga kualitas pelaksanaan program akademik secara profesional.
Pihak Departemen SDM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari “peta jalan” pengembangan mutu tenaga pengajar. “Kami berharap ujian ini menjadi momentum perbaikan berkelanjutan. Ini bukan sekadar ujian, tetapi investasi jangka panjang dalam mutu pendidikan Darunnajah,” ujar Direktur SDM.
Para peserta pun menanggapi program ini dengan antusias. Bagi mereka, Ujian Guru bukanlah beban, melainkan sarana self-assessment dan motivasi untuk terus bertumbuh. Semangat ini terlihat dari kesungguhan mereka selama proses berlangsung—mulai dari persiapan materi hingga pelaksanaan ujian di ruang masing-masing.
Lebih jauh, hasil dari ujian ini akan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan akademik dan pembaruan kurikulum di masa mendatang. Departemen SDM berkomitmen menindaklanjuti hasil evaluasi dengan pembinaan dan pelatihan profesional secara terarah, memastikan setiap guru memiliki kapasitas optimal dalam mendidik santri di era global yang dinamis.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada tarbiyah ruhiyah (pembinaan spiritual), tetapi juga tarbiyah ‘aqliyyah (pembinaan intelektual).
Dengan sinergi yang terus terbangun antara guru, lembaga, dan masyarakat, program ini menjadi wujud nyata dari cita-cita besar pesantren: mencetak pendidik berkarakter, berilmu, dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan zaman.
