Ziarah Ma'alim Peserta Dauroh Bahasa Arab ke-9 ke Masjid Quba dan Jabal Uhud Ziarah Ma'alim Peserta Dauroh Bahasa Arab ke-9 ke Masjid Quba dan Jabal Uhud

Ziarah Ma’alim Peserta Dauroh Bahasa Arab ke-9 ke Masjid Quba dan Jabal Uhud

Pada Sabtu, 14 Februari 2026, Peserta Dauroh Bahasa Arab ke-9 mengunjungi Masjid Quba, yang terletak di pinggiran selatan kota Madinah, sekitar 5 km dari Masjid Nabawi. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat setelah beliau hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 1 Hijriyah (622 M). Beliau turut serta dalam proses pembangunan masjid ini, yang disebut sebagai masjid yang didirikan atas dasar takwa, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 108).

Peserta dauroh sangat antusias mendengarkan sejarah penting Masjid Quba, termasuk keutamaannya yang disebutkan dalam hadis sahih, yang menyatakan bahwa siapa pun yang berwudhu di rumah dan shalat dua rakaat di Masjid Quba akan mendapatkan pahala seperti pahala umrah. Masjid ini merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh Rasulullah ﷺ, terutama setiap hari Sabtu.

Setelah mengunjungi Masjid Quba, rombongan melanjutkan perjalanan ke Gunung Uhud, yang terletak sekitar 4 km di sebelah utara kota Madinah. Gunung Uhud terkenal karena menjadi saksi Perang Uhud pada tahun 3 Hijriyah (625 M), di mana pasukan Muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah ﷺ berperang melawan pasukan Quraisy dari Makkah. Meskipun awalnya kaum Muslimin menang, kekalahan terjadi setelah sebagian pemanah meninggalkan posisi mereka, yang dimanfaatkan oleh pasukan Quraisy untuk menyerang dari belakang.

Gunung Uhud menjadi simbol perjuangan, kesabaran, dan keteguhan hati kaum Muslimin. Di kaki gunung, terdapat makam para syuhada Uhud, sekitar 70 sahabat yang gugur dalam pertempuran tersebut, termasuk Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah ﷺ, dan Mus‘ab bin Umair. Makam ini kini menjadi lokasi ziarah penting bagi para jamaah haji dan umrah.

Selama ziarah, peserta dauroh diajak untuk merenungkan peristiwa besar yang terjadi di kedua tempat tersebut, sambil memperdalam pemahaman mereka tentang sejarah Islam dan meningkatkan rasa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan para sahabat.

Kegiatan ziarah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga kepada peserta dauroh dalam mempelajari sejarah Islam serta memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui pembelajaran sejarah yang menginspirasi.