Menu

Waspada! Peringatan dan Musibah Mulai Diberikan Kepada Manusia

Album Subuh Tampa Judul

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pengajian rutin yang diadakan setiap hari Rabu (29 Agustus 2018) setelah subuh di Aula Tahfihz Al-Qur’an oleh Pimpinan Pesantren bersama seluruh guru single serta para mahasiswa STAIDA Bogor telah berjalan lancar dengan pembahasan yang selalu menarik perhatian para pendengar. Berikut Isi pembahasannya.

Album Subuh Tampa Judul
Album Subuh Tampa Judul

Waspadalah terhadap perilaku porak poranda yang kalian lakukan. Banyak kejadian nyata yang sudah jelas terjadi, seperti perang dan kehancuran di Palestina yang tidak ada habisnya, Irak yang sudah berantakan padahal dia termasuk negeri yang besar dan kuat.

Di Indonesia sendiri, yaitu Aceh yang terkenal sebagai Serambi Mekkah dan kebanykan penghuninya adalah orang-orang muslim, tetap saja Allah turunkan musibah berupa Tsunami.

Diteruskan lagi, yang saat ini sedang gencar yaitu di Lombok. Disana dikenal sebagai Kepulauan Indonesia yang dihuni oleh orang-orang muslim dan ulama-ulama besar islam, serta banyak juga yang berasal dari Sumbawa maupun NTB yang menuntut ilmu disana. Tetapi Allah juga memberikan peringatan berupa gempa yang mengakibatkan banyak sekali orang-orang yang kehilangan keluarga, rumah, harta serta masih banyak lagi.

Mengapa semua itu terjadi? Ada apa dengan Lombok? Ternyata, dikarenakan kedekatannya dengan Bali, dan banyak sekali maksiat yang dilakukan, sehingga peringatan itupun diberikan.

Allah juga memberikan peringatan pada zaman dahulu, seperti pada umat Nabi Nuh. Sebuah bencara besar melanda umatnya. Mereka yang tidak patuh terhadap pemimpin maka dengan cepat Allah tenggelamkan, sehingga mereka tidak dapat mengikuti pasukan umat islam untuk menaiki kapal dan selamat.

Jika kita mengikuti semua petunjuk Rasulullah, maka ingsyaallah kita tidak akan mendapatkan penderitaan seperti itu.

Sebuah penderitaan itu, diibaratkan seperti orang yang menaiki sebuah perahu, didalamnya ada satu orang yang berbuat kesalahan, maka orang lain yang ada didalamnya pun akan merasakan penderitaan.

Kesalahan apa yang dia perbuat? Ini adalah sebuah kisah, dimana ada seseorang yang sedang menaiki kapal dan dengan sengaja dia melubangi kapal tersebut dengan alasan ingin mendapatkan air. Karena dengan dia membuat lubang maka air yang ada dilaut akan masuk kedalam kapal dan dia pun akan mendapatkan air yang dia inginkan itu. Alasan berikutnya, setelah dia mendapatkan air maka dia akan segera menutup lubang itu kembali.

Tetapi apa yang terjadi? Dia tidak berhasil untuk menutup lubang itu kembali dan pada akhirnya semua air laut masuk kedalam kapal sehingga menggakibatkan kapal tersebut tenggelam beserta seluruh manusia yang ada didalamnya.

Hendaknya kita selalu berusaha melakukan hal yang baik, tetapi jangan hanya kita sendiri, ciptakan gerakan dan ajakan untuk berbuat baik. Agar semua orang mendapatkan banyak kebaikan.

Jika saya mengamati proses pendirian pesantren ini, dimana ketika kita kesusahan air, masyarakat berkata “Susah air kenapa malah mau bangun pesantren?” dan akses transportasi yang sangat sulit “Siapa yang akan memasukkan anak ditempat seperti ini?”

Akhirnya, kita adakan gerakan untuk selalu mendirikan sholat jama’ah secara terus menerus. Meningkatkan kekompakan dalam menjalankan ibadah, karena kita yakin kita akan memetik hasilnya. Apa yang kita alami saat ini, adalah hasil perbuatan dari sebelumnya.

Ketika masa lampau kita rajin, nurut, aktif, maka inilah hasil dari yang kita lakukan. Dan masa yang akan datang ditentukan oleh perbuatan yang saat ini sedang kalian lakukan.

Salah! jika kita berfikir Allah hanya membalas diakhirat saja. Allah mampu dan sangat mampu untuk membalas semua perbuatan manusia ketika di dunia. Jadi jangan hanya berfikir pahala untuk diakhirat saja. Berfikirlah bahwa Allah akan membalas perbuatan kita di dunia.

Kita berkewajiban menciptakan suasana yang Beriman dan Bertaqwa.

Apa yang dilarang, sudahlah tinggalkan saja, maka Allah akan memberikan dan membukakan pintu keberkahan. Tetapi ingat! Ketika kita melakukan apa yang dilarang, maka kita akan diberikan balasan yang sesuai.

Sebuah kebaikan akan dibalas dengan kebaikan

Ketika ada perbedaan didalam sebuah daerah atau kampung, maka janganlah kita membeda-bedakan diantara keduanya, jutru kita harus merangkul keduanya agar bersama-sama meningkatkan ketaqwaan.

Zaman yang akan datang tidak akan ada keadaan yang lebih baik, tetapi pasti akan lebih jelek dari pada sebelumnya. Maka yang kita harus kita lakukan adalah berusaha untuk menjadi lebih baik. Hasil yang akan kita dapatkan sesuai dengan seberapa besar usaha yang kita lakukan.

(WARDAN/Mbafer)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Biografi Maulana Malik Ibrahim (1404-1419 M)

Maulana Malik Ibrahim rah.a putra dari Syekh Jumadil Kubra (Maulana Akbar)[1]. Pada umumnya, silsilah Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk keturunan Rasulullah SAW, Meskipun masih terjadi