Sebanyak 264 santri baru mengikuti Upacara Perdana Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 di Lapangan Futsal Pondok Pesantren Darunnajah pada hari Senin, 03 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menjadi penanda resmi dimulainya perjalanan pendidikan para santri baru di Darunnajah.
Upacara dihadiri oleh jajaran wali kelas santri baru, jajaran kepala sekolah, Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., serta KH. Hadiyanto Arief, S.H., M. Bs., sebagai pembina upacara. Barisan santri tampak tertib mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi, meski mereka baru beberapa hari meninggalkan rumah.
Dalam amanatnya, Kyai Hadiyanto Arief membuka dengan mengajarkan sapaan berbahasa Arab kepada seluruh santri. “Kayfa haalukum?” sapa beliau, yang dijawab serentak oleh peserta upacara, “Alhamdulillah, innanaa bi khair.” Beliau berpesan agar kalimat itu menjadi bahasa Arab pertama yang dipraktikkan santri saat menyapa teman-temannya.
Beliau juga mengakui bahwa menuntut ilmu bukan perkara mudah. “Memang tidak enak menuntut ilmu, bertemu banyak orang baru, keluar dari zona nyaman di rumah. Tapi di situlah letak pendidikan,” ujarnya. Beliau juga menjelaskan tentang keresahan dan kegalauan yang dirasakan santri justru akan diganjar oleh Allah SWT.
Kyai Hadiyanto Arief kemudian menyampaikan keutamaan para penuntut ilmu. “Malaikat itu menaungi orang-orang penuntut ilmu seperti kalian” ucapnya. Hal itu terjadi, lanjut beliau, karena para malaikat ridha atas perbuatan santri dalam menuntut ilmu.
Di akhir amanat, beliau mengingatkan pentingnya meluruskan niat sejak awal. “Jangan sampai salah niat di Darunnajah. Apa yang kau cari di Darunnajah?” tanyanya kepada para santri. Beliau menegaskan agar santri belajar dengan niat yang benar, bukan semata karena dorongan orang tua.
Meski demikian, Kyai Hadiyanto Arief menilai dorongan orang tua tetap patut disyukuri. Menurutnya, hal itu justru menunjukkan kepedulian orang tua terhadap masa depan anaknya, bukan hanya untuk urusan dunia, melainkan juga akhirat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pengarahan dan pendampingan di mana para wali kelas mulai membimbing santri baru untuk mengenalkan lingkungan serta budaya belajar di pesantren.
[A.N.A]
