Pada dasarnya bukan hanya sekali dua kali santri Darunnajah 2 Bogor mengunjungi Islamic Book Fair (IBF) , tercatat dari tahun 2004 santri Darunnajah dan staff pengajar sudah pro aktif dan rutin mengunjungi dalam tiap tahunnya setiap IBF di gelar yang selalu bertempat di Gedung Istora Senayan Jakarta. Maka jika di hitung-hitung maka kunjungan kali ini adalah kunjungan yang yang ke tujuh kalinya.

Padahal sudah banyak sekali upaya Pesantren Darunnajah untuk mengakomodir minat baca warga pesantren yang tinggi. seperti pengadaan perpustakaan yang tidak tanggung-tanggung 3 perpustakaan yang tersebar di kampus I dan II. Selain itupun pesantren sudah melengkapi sarana lainnya dengan pengadaan jaringan internet yang bebas hambatan dengan pendirian tower WiFi demi menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga ilmu pengetahuan dan informasi apapun yang dibutuhkan warga pesantren tercukupi dengan beberapa sarana tersebut, bahkan belum genap sekitar 2 bulan yang lalu, pada pertengahan Januari Pesantrenpun menggelar Pekan Baca Pelajar ata Darunnajah Book Fair perdana yang juga terbilang sukses.

Namun hal tersebutpun tidak membuat animo santri dan guru pesantren Darunnajah puas, tetap saja mengunjungi IBF seperti sebuah kegiatan wqajib yang menjadi sebuah budaya Pesantren. Maka Biro Pengasuhanpun membagi santri dalam dua fase kunjungan yaitu hari kunjungan santri putra dan putri.

Kunjungan Santri Putri

Jum’at 12 Maret 2010, Persisnya pukul 07:30 santriwati lengkap dengan seragam sekolahnya sudah tidak sabar menaiki mobil, dan tidak tanggung-tanggung panitia dalam hal ini di bidangi Bapusta (Bagian Perpustakaan pi) dengan Pembimbing Bapusta, menyewa 11 mobil Carry yang mengangkut 105 santri dan 7 guru putri, ditambah 2 mobil carry dari santri putri kampus II, konvoi bareng sepanjang perjalanan, dan karuan saja sepanjang perjalanan masyarakat cukup heran dengan konvoi 13 mobil carry ini.

Sesampainya di lokasi pukul 11:00, peserta kunjungan langsung berhamburan dari mobil dan bergegas membaur dengan ribuan pengunjung lainnya dari berbagai daerah di Indonesia dan Luar Negri, seperti Malaysia, Shingapura dan Brunei Darussalam. dan ternyata tidak hanya darunnajah satu-satunya pesantren yang saat itu berkunjung, ada juga beberapa Pesantren lain dari Tangerang, Ciawi, dan Sukabumi. Santri pun berjibaku dengan urusannya masing-masing. Bahkan guru-guru dan santri juga sepakat bahwa IBF kali ini betul-betul semarak dengan keikutsertaan beberapa penerbit besar dengan stand-stand yang besar dan lengap dengan buku-buku yang dipamerkan pun membuat mata terbelalak.

Sementara santri sebagian memilah-milah buku, ada sebagian santri putri dan guru yang menyimak dengan seksama dan terkekeh-kekeh di Arena Talk Show dengan aksi “Mamah Dedeh” yang cukup dikenal masyarakat dalam dunia da’wah, karena rutinitasnya setiap pagi muncul di salah satu Stasiun TV Swasta. Ada pula santri yang sibuk menonton pemutaran VCD-VCD Islami, stand-stand busana muslimah dan stand-stand murottal Al-Qur’an sebagai target pembelian di IBF. Ada lagi pengalaman seru beberapa santri putri, ketika mereka mengunjungi beberapa stand penerbit, tidak disangka marketing penerbit tersebut (Dar El Kutub, Al-I’tisom, Serambi, Mizan) menyapa mereka lebih dulu, dengan saapan akrab ” dari Darunnajah Bogor yaa..?”. spontan santiwati bingung, di ingat-ingat ternyata mereka adalah orang-orang yang dua bulan lalu bekerjasama dengan mereka dalam Pekan Baca Pelajar Darunnajah. ekspressi bahagiapun terpancar sambil menjawab sapaan. “duhhh Ibu senengnya.. masa mereka masih kenal dengan kita..?”.

Siangpun terlewati tanpa terasa sangat cepat, hingga akhirnya sore tak dapat ditolak. ba’da ashar, pukul 16:30 santri putri sudah dipanggil-panggil lewat baagiaan informasi untuk segera berkumpul di parkiran untuk segera pulang ke Darunnajah lagi, namun sudah 2 kali panggilan masih ada beberapa santri yang begitu asyik berjibaku di dalam, sehingga pada akhirnya Qismul Lughah (bagian Bahasa) OSDC Pi meminta bagian informasi IBF untuk memberikan kesempatan mereka waktu untuk memberi pengumuman langsung oleh Qismul Lughah tersebut. Di luar dugaan…bagian bahasa tersebut memberi pengumuman dengan bahasa arab fasih tana raagu yang dilakukan Nihlah Ayu Hidayati (kelas I MA, Bagian Bahasa OSDC Pi). tentunya ini pertama kalinya bagi bagian informasi memberikan tugasnya kepada anak remaja sebagai pengunjung dan tidak mengerti apa yang di umumkan tersebut.

Kunjungan Santri Putra

Lain halnya dengan putri, santri putra mengambil hari minggu sepulang sekolah, yaitu ba’da dzuhur untuk mengunjungi IBF dan kebetulan hari terakhir IBF. sampai di sana waktu ashar, mahgrib dan isyapun mereka lewati di Istora tersebut dan jam 9 malam pulang kembali ke Pesantren. sebagaimana pendapat santri putri, santri putra pun memiliki kesan yang sama terhadap IBF kali ini. hingga mereka tiba di Pesantren pukul 23:30.

Berkah IBF bagi PMB 2010

Banyak sekali keuntungan dengan mengunjungi IBF bagi setiap orang termasuk juga warga pesantren, dan tidak ketinggalan, Panitia Murid Baru Darunnajah 2010 juga terkenai imbasnya, hari sabtu siang, datang seorang tamu dari Bekasi, ketika panitia yang saat itu berjaga (Ustadjah Ela Hulasoh) bertanya dari mana Bapak/Ibu mendapatkan informasi pesantren? spontan menjawa “dari IBF” ternyata keluarga tersebut terkesan dengan pengumuman yang dilakukan qismul lughah tersebut, yang akhirnya datang berkunjung ke Pesantren dan tanpa ragu mendaftarkan putrinya, subhanallah..ternyata da’wah tidak sesempit orasi saja di podium, hal kecil tanpa sengajapun bisa menda’wahi orang banyak. (Reportase : Ela H)