Menu

Berburu Ikan Aligator di Danau Darunnajah Cipining

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Siapa sangka, di danau kampus santri putra Darunnajah Cipining yang indah ternyata terdapat Ikan Predator yang berbahaya. Ikan Aligator namanya, ikan yang terlarang hidup di perairan Indonesia berdasarkan Undang-undang 45 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014. Warga yang memelihara ikan berbahaya dan invasif terancam hukuman pidana.

Tidak tanggung-tanggung, tindakan tegas bagi masyarakat yang memelihara ikan ini akan sdiproses hukum dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar bagi pemeliharaan. Dan apabila ada yang sengaja melepas ke alam, terancam pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Kenapa ikan jenis ini dilarang dipelihara? Ternyata ikan Aligator ini adalah jenis ikan yang invasif, dan bisa mengancam habitat. Pertumbuhan ikan yang relatif cepat dan sifatnya yang karnivora, berpotensi merusak ekosistem asli dan memangsa satwa-satwa endemik.

Tapi kenapa ada ikan yang mirip buaya ini di Danau Pesantren Darunnajah? Usut punya usut, ternyata dua tahun lalu ada seorang santri yang diam-diam melepaskan anak ikan Aligator ke Danau tersebut. Dan kini, sudah sekitar 2 tahun lamanya ikan tersebut tumbuh semakin besar.

Kepala Mabikori (bagian Pramuka), selaku yang bertanggungjawab atas pengurusan Danau ini sempat dibuat risau dengan keberadaan Ikan Aligator. Karena Khaawatir ikan ini akan melukai santri yang sedang memancing atau bermain perahu. Langkah yang sudah dilakukan Kepala Mabikori; Ust Ahmad Dimyati, adalah menghubungi Kepala Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam di Wilayah Bogor, pada tanggal 27 Januari 2020. Berharap dari instansi tersebut bisa mengirimkan tim untuk menangkap ikan Aligator ini. Namun setelah surat disampaikan, belum ada titik terang sesuai harapan.

Karena tidak ingin membiarkan ikan Aligator ini hidup di Danau Pesantren dan memakan ikan-ikan lainnya, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining sempat membuka sayembara berhadiah bagi siapapun yang mampu menangkap Ikan Aligator. Tapi sejak pengumuman tersebut dipublikasikan, belum ada satupun yang berhasil.

Akhirnya, diputuskan dalam sebuah forum musyawarah, Danau akan di kuras airnya dan menunjuk beberapa orang dari kalangan guru dan santri untuk menangkap ikan yang mebuat penasaran satu pesantren. Hari Jumat, 21 Februari 2020, tepatnya setelah Shalat Jumat, perburuan dimulai. Kegiatan berburu Ikan Aligator ini cukup menghibur, sangat cocok untuk melepas penat setelah dua pekan berlangsung Ujian Mid Semester bagi santri.

Sambil menyelam, minum air. Kesempatan berburu ikan Aligator ini pun dimanfaatkan untuk memanen ikan-ikan yang ada di Danau. Ada banyak jenis ikan di sana, ada ikan Nila, Ikan Mujair, ikan lele dumbo, ikan patin, dan ikan Mas. Kira-kira Pukul 16.00 WIB sore hari, akhirnya Ikan Aligator berhasil ditangkap. Bentuknya cukup besar, panjang mencapai 1,35 meter dan Berat kurang lebih 9 kg. Selain Ikan Aligator, ada juga ikan raksasa yang berhasil diciduk, Ikan Lele Dumbo. Ikan ini memiliki panjang 1,3 meter dan berat 8 Kg. Ikan Patin juga ada beberapa ekor yang berhasil ditangkap, juga dengan ukuran yang besar.

Setelah Ikan Aligator berhasil di amankan, maka proses perburuan ikan dihentikan. Menurut ust Sholehudin, selaku koordinator perburuan tersebut menyampaikan ada sekitar 40% lagi ikan yang ada di danau. Sengaja tidak di habiskan agar bisa kembali di kembang-biakkan untuk panen ikan berikutnya. Ikan lain yang sudah didapatkan kemudian dikumpulkan dan dibersihkan. Selanjutnya akan di distribusikan ke Dapur Pesantren untuk konsumsi para santri dan guru. Sebagian lagi di bagikan ke guru berkeluarga dan masyarakat tetangga pesantren. Total pendapatan ikan sekitar 500 Kg.

Kepala Biro Usaha, Ust H Trimo, S.Ag memberikan keterangan bahwa ikan-ikan yang ada di Danau ini beberapa berasal dari bantuan Departemen Perikanan sekitar 6.000 ekor ikan nila dan ikan Mas. Sebagian lainnya adalah hasil wakaf santri bagian Pramuka. Ada pula yang berasal dari pindahan Kolam Ikan Kampus Santri Cilik, yang merupakan hasil iuran guru-guru.

Alhamdulillah, menangkap ikan ini adalah hiburan gratis yang menarik dan bermanfaat. Bersyukur kepada Allah, para santri dan guru bisa menikmati ikan segar berasal dari danau sendiri. Mengkonsumsi ikan segar sangat dianjurkan, karena mengandung protein yang baik. Kepala Biro Usaha, Ust H Trimo, S.Ag mengusulkan agar budi-daya ikan ini harus di optimalkan, sehingga hasilnya semakin memuaskan untuk seluruh warga Darunnajah Cipining. [WARDAN/DR]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Informasi Perubahan Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020 Kelas 3 TMI Darunnajah Jakarta

Perihal  : Informasi Perubahan Kalender Pendidikan  Tahun 2019/2020                                  31 Maret 2020                                                                 Yang terhormat, Bapak/Ibu Orang Tua Santri Kelas III