Tak banyak yang tahu, inilah keutamaan Hari - hari Tasyriq
Menu

Tak banyak yang tahu, inilah keutamaan Hari – hari Tasyriq

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 

قال الله تعالى: وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (البقرة: 203)

Allah SWT berfirman: “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketauhilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya” (QS Al-Baqarah: 203)

Hari Tasyriq adalah 3 hari setelah Hari Raya Iduladha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Secara bahasa, tasyriq merupakan mashdar dari syarraqa – yusyarriqu, yang memiliki arti ittajaha yattajihu ila syarqan, menghadap ke timur, dan arti lainnya menjemur daging atau mendendeng, karena kebiasaan para jamaah haji yang menjemur daging hadyu di bawah sinar matahari pada hari-hari ini, sehingga hari-hari ini disebut dengan nama hari tasyriq. Sebagaimana ayat al-Quran diatas nama lain hari-hari tasyriq adalah ayyam ma’dudat atau hari yang berbilang.

Berikut ini adalah dzikir yang disyariatkan pada hari-hari tasyriq:

1. Mabit atau menetap di Mina bagi para jamaah haji

Mabit pada malam hari merupakan kewajiban jamaah haji, Adapun mabit pada siang harinya merupakan sunnah haji. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mabit di Mina pada hari-hari tasyriq.

2. Dzikir muqayyad

Dzikir muqayyad dibaca setiap setelah salam salat lima waktu berjamaah, dzikir yang dibaca adalah:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله هو الله أكبر الله أكبر لله الحمد

Dzikir ini dibaca setelah salat zuhur di Hari Raya iduladha, dan setelah salat 5 waktu, hingga setelah ashar pada hari terakhir dari hari-hari tasyriq, 13 Dzulhijjah.

Adapun dzikir muthlaq dibaca pada 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, 1-10 Dzulhijjah. 10 hari ini disebut dengan hari-hari yang telah ditentukan atau Ayyam Ma’lumat. Allah SWT berfirman:

لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (الحج: ٢٨)

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS Al-Hajj: 28)

3. Melempar jumrah bagi jamaah haji:

عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنما جعل الطواف بالبيت وبين الصفا والمروة ورمي الجمار لاقامة ذكر الله (رواه أبو داود: 1888 والترمذي: 902)

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya dijadikan thawaf di Ka’bah, Sa’i antara Shafa dan Marwah, dan melempar jumrah adalah untuk berdzikir kepada Allah (HR: Abu Daud: 1888 dan at-Tirmidzi: 902)

Melempar jumrah merupakan bagian dari dzikir kepada Allah, karenanya ketika sedang melempar jumrah tersebut sambil membaca takbir di setiap lemparannya.

4. Memotong hadyu bagi jamaah haji

Memotong hadyu bagi jamaah haji yang melaksanakan haji secara tamattu’ dan qiran. Hadyu ini boleh berupa kambing, domba, sapi dan unta, yang telah memenuhi syarat, seperti cukup umur, tidak cacat dan harus di sembelih di dalam tanah haram. Penyembelihan hadyu tamattu’ dan qiran ini khusus dilaksanakan pada 4 hari, Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyriq.

Pada hari-hari tasyriq ini umat Islam dilarang untuk berpuasa dan disunnahkan untuk banyak berdzikir kepada Allah, sebagaimana hadis, dari Nubaisyah al-Hudzali, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hari tasyriq adalah hari makan, minum dan banyak meningkat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengetahui kapan waktu hari-hari tasyriq sangatlah penting, khususnya bagi para jamaah haji. Dikarenakan ada orang yang masih menggabungkan hari raya Iduladha dengan hari-hari tasyriq yang menyebabkan kesalahan dalam ibadah haji.

Cepat berangkat dari Mina sesudah dua hari (ta’ajjal atau nafar awwal), tepatnya pada 12 Dzulhijjah. Dan menangguhkan perjalanannya (taakhar atau nafar tsani) pada 13 Dzulhijjah. Ta’ajjal disini dengan syarat ia harus sudah melempar jumrah pada tanggal 12 Dzulhijjah setelah zawal, apabila ia masih berada di Mina hingga tenggelamnya matahari, maka ia harus menangguhkan perjalanannya hingga tanggal 13 Dzulhijjah.

Semoga kita semua dapat memaksimalkan ibadah dan dzikir kita kepada Allah SWT pada hari-hari tasyriq ini.

Faidah dari al-Allamah asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan Hafizhahullah Ta’ala, Anggota Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa serta Dewan Ulama Senior Arab Saudi

Ditulis oleh Imam Khairul Annas, Guru Pondok Pesantren Darunnajah, alumni Universitas Islam Madinah

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Rapat Koordinasi Musyrif Kamar Pengasuhan Santri

Ahad (09/08/2020) Biro Pengasuhan Santri melakukan rapat bersama dengan para musyrif kamar seluruh rayon untuk menyampaikan beberapa poin mengenai peran musyrif sebagai pembimbing kamar setiap

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tadabbur Al Qur’an, Memetik makna hikmah yang sesungguhnya

يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya.