Search
Close this search box.

Penting, Siapa Yang Tahu Kyai Barseso?

blank

Penting, Siapa Yang Tahu Kyai Barseso?

Pagi ini saya kembali mendengar langsung kisah pergulatan iman sesorang yang disebut kyai Barseso. Beberapa hari lalu saya juga mendengar kisah tersebut disampaikan oleh seorang ustadz dalam Ta’lim Sore. Bahkan zaman saya masih remaja juga sudah mendengar kisah itu dari Dai Sejuta Umat via radio.

Syahdan, kyai Barseso adalah kyai yang ‘aabid (ahli ibadah) dan memiliki enam ribu santri atau murid. Ibadahnya sangat luar biasa dari sisi kuantitas dan kualitasnya.

Maka datanglah setan kepadanya untuk menjerumuskan dan memalingkannya dari lezatnya taqarub kepada Allah SWT. Setan menghampirinya dalam bentuk serupaan manusia dan menyatakan ingin menjadi santri atau murid kyai Barseso.

Sebagai seorang kyai, tentu Barseso sangat senang ada orang yang mau menjadi santrinya karena hal itu berarti akan menjadi ladang pahala bahinya dan penerus eatafet dakwahnya.

Singkat cerita, santri baru jelmaan setan itu teenyata sungguh sangat luar biasa ibadahnya. Bahkan kyai Barseso merasa kalah dalam hal ibadah dan menjadi penasaran dibuatnya.

Pada suatu kesempatan, kyai Barseso bertanya kepada santri jelmaan setan itu:”Saya perhatikan ibadah ananda sungguh luar biasa bagusnya, banyak puasa, selalu membaca al qur’an bahkan sholatpun terlihat begitu khusu’. Adakah tips dan kiatnya?”.

Setanpun tersenyum dalam hati karena Barseso sudah mulai masuk perangkapnya. Kata setan:”Ya, saya berusaha untuk beribadah dengan sebaik mungkin karena saya selalu ingat segala maksiat yang pernah saya lakukan. Jadi, silahkan bapak kyai lakukan maksiat agar bisa seperti saya! “.

Jawab kyai Barseso:”Tidak mungkin saya berbuat maksiat karena itu dosa! “. Setan segera menyanggah:”Jika demikian maka bapak tidak akan pernah merasakan khusu’nya ibadah yang diiringi indahnya taubat!”.

Pelan namun pasti, tipuan halus setan telah merasuki hati Baseso. “Lantas apa yang harus saya lakukak?”, tanya Barseso. Setan menjawab:”Bunuhlah seseorang!”. “Tidak mungkin, karena membunuh satu orang sama dengan membunuh manusia seluruhnya!” jawab Barseso.

Dialog antara keduanya terus berlanjut. Setan kembali menebar jaringnya :”Kalau begitu berzinalah!”, Barseso sontak menjawab:”Tidak mau, itu perbuatan dosa besar dan jalan kehinaan!!!!”. Lanjut setan:”Ini saran terakhir saya, silahkan anda mabuk dengan minum Khamr!”.

Akhirnya setelah berfikir bahwa mabuk dosanya tidak sebesar membunuh dan berzina, juga tidak merugikan orang lain. Barseso tergoda untuk mencobanya.

Pendek kata, kemudian Barseso pergi ke sebuah warung atau toko yang menjual khamr. Ketika ia sudah meminum Khamr dan mabuk hingga hilang kesadaran dan kendali dirinya, ia mengajak berzina wanita yang menjaga toko itu. Dan ketika suami wanita itu datang dan menghardiknya, Barseso juga segera menghabisi nyawa pria tersebut.

*********************************************
Note :
* Saya terus-terang belum tahu referensi tertulis kisah ini, makanya judulnya dibuat pertanyaan. Sangat senang rasanya jika ada yang dapat menunjukkannya.

* Saya share ulang kisah ini karena hikmah dan ‘ibrahnya sangat sesuai dengan nasehat baginda Rasulullah SAW : Setan itu menggoda manusia dari segala penjuru, bahkan setan masuk melalui peredaran darah.

* Betapa halusnya setan menggoda manusia, sehingga dalam kitab Al Hikam, Ibnu Athaillah menjelaskan من أثبت لنفسه تواضعا فهو المتكبر حقا (Barang siapa mensifati/merasa dirinya dengan tawadhu’, justru dialah orang sombong yang sesungguhnya).

Bogor, Rabu 28 September 2016.
(mr. mim).

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah