Keramaian terlihat di SDN 04 Pagi Ulujami karena,disana diadakan Lomba Angkare 2008. Alhamdulillah Sekolah SD Islam Darunnajah mendapat kesempatan untuk bertanding pada perlombaan Angkare. Lomba Angkare yang dimaksud adalah Lomba yang membuat anak-anak melatih kemandirian sebab, perlombaan Angkare tidak ada guru yang ikut dalam pertandingan tersebut (anak-anak saja mengurusi perlombaan).

 

Pada perlombaan Angkare terdapat 5 pos yang harus anak-anak PHASUS (Pasukan Khusus) lewati . Pada pos pertama anak-anak di bagi: ada yang mengerjakan Semaphore ada yang mengejakan Morse Peluit,dan ada juga yang mengejakan Morse Bendera. Alhamdulillah anak –anak bisa menjawab soal-soal yang di beri. Saya sempat mewawancarai salah satu seorang anggota "perasaan kami sangat semangat tetapi, deg-degan. Karena pertandingannya berbeda dengan latihan yang di sekolah, pada pos pertama soal yang di berikan lumayan sulit dan waktu yang di berikan sedikit (5 menit)" ujar Fryzka (darah kelahiran Jakarta,29 Juni 1996). 

 

Pada pos kedua anak-anak Phasus harus mengerjakan PU-PK. Soal yang di berikan PU : 50, dan PK : 50 jadi, jumlah soal yang di berikan 100 soal. Pada pos ketiga anak-anak harus membuat pionering (sebuah bangunan yang di ikat dan di bangun dengan tongkat pramuka). Pada pos keempat kami melakukan senam. Alhamdulillah kami berhasil melakukan senam. Pada pos kelima kami harus kami harus menghabiskan suara (menyanyikan yel-yel)."Perlombaan Angkare di mulai pada pukul 07.00WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB", ujar Mely (darah kelahiran Jakarta, 2 Mei 1996).

 

Pembagian atau pengumuman juara dibacakan pada pukul 16.30 WIB. Allah belum mengabulkan do'a kami untuk menjadi juara, tetapi kami tetap senang mengikuti perlombaan ini. Bukannya kami tidak berhasil tetapi, keberhasilan kami yang tertunda.Walaupun kami tidak berhasil tetapi, kami tetap senang, tidak ada yang menangis. "Perlombaan ini menambah pengalaman kami dan melatih kemandirian kami", ujar Fryzka dan Mely.

(Arini_Jurnalis Cilik)