Menu

SILATURRAHIM DELEGASI DAURAH DENGAN MUADZIN MASJID AL-HARAM

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Bertempat di salah satu rumah seorang Muadzin, pada Rabu (17/7) Delegasi rombongan peserta Daurah al-Shaifiyyah Universitas Ummul Qura Mekkah al-Mukarramah bersilaturrahim dengan beberapa Muadzin Masjid al-Haram. Mereka bertugas bergantian di masjid terbesar di dunia ini yang mampu menampung kira-kira 4 juta jamaah di musim haji.

Aktivitas para Muadzin diatur bagian Adminstrasi Muadzin (Idarah al-Muadzin) dibawah Ar-Riasah Li Syu’un al-Masjid al-Haram dan al-Masjid al-Nabawi (Kantor Kepemimpinan Urusan Masjid al-Haram dan Masjid al-Nabawi) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdurrahman al-Sudais.

Ada empat Muadzin hadir dalam forum ini, mereka adalah; Sayyid Hasyim al-Saqqaf (Sahibul bait), Ahmad Yunus Khaujah, Suhail Hafidz, dan Said al-Zuhair (Muadzin Masjid al-Rajhi).

Delegasi didampingi oleh Dekan Ma’had Lughah Syaikh Dr. Hasan al-Bukhari, yang juga salah seorang Syaikh yang mengisi halaqah di Masjid al-Haram dan Masjid al-Nabawi.

Adzan adalah panggilan ibadah untuk mengingat Allah swt. Seorang muadzin memiliki peran sangat penting, karena ia bertanggung jawab untuk memanggil jama’ah setiap waktu datang shalat. Baginya tidak boleh terlambat sedikitpun. Dari sini, ia akan berupaya datang satu atau setengah jam sebelum datangnya waktu shalat.

Keutamaan muadzin banyak dijelaskan oleh Rasulullah saw. di dalam hadits, diantaranya disebutkan bahwa “Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada hari Kiamat” (HR. Muslim). Maksud hadits ini adalah bahwa orang yang senantiasa mengumandangkan adzan merupakan orang-orang pilihan yang akan cepat masuk surga, karena amal salehnya. Seorang Muadzin harus menjaga hati dengan ikhlas.

Suara merdu yang diberikan oleh Allah Swt. sebagai anugrah dijaga dengan keimanan dan keikhlasan, memperbanyak membaca al-Qur’an dan berdzikir.

Tugas mulia ini akan meningkatkan derajat dirinya di hadapan Allah swt. kelak di hari kiamat.
Para Muadzin Masjid al-Haram bertugas di Mukabbariyah, sebuah ruangan yang tinggi berada di atas Sumur Zamzam. Lantunan adzan yang dikumandangkan adalah gaya Adzan Hijaz Mekkah, dengan memiliki ciri tertentu.

Jumlah muadzin ada sekitar 20 orang yang diseleksi secara ketat oleh Majlis Idarah Muadzin.
Dalam pertemuan itu, para Muadzin mengumandangkan suara adzan yang biasa terdengar di sekitar Masjid al-Haram pada setiap waktu shalat rawatib.

Sore itu terdengar di ruangan pertemuan yang begitu indah dan memikat hati. Menghadirkan kekhusuan dan ketenangan bagi pendengar. Beberapa Muadzin bergantian mengumandangkan adzan, takbir, tahmid, dan peran mereka dalam mendampingi suara takbir para Imam Shalat.

Sungguh pertemuan ini telah mengingatkan para hadirin atas tingginya derajat seorang Muadzin dihadapan Allah swt. atas peran mereka dalam mengingat-Nya. (Bagian ke-8 dari Laporan Kegiatan Daurah Shaifiyyah Umm al-Qura Mekkah, Much Hasan Darojat).

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Al-Hasanah Darunnajah 9 Pamulang Banten

Belajar Sampai ke Negeri Seribu Menara ( Mesir )

Pamulang- Hari ini santriwati Darunnajah melakukan perjalanan ke Mesir, dalam ragka belajar. Peserta Educational and Cultural Visit to Egypt ini salah satunya terdapat Santriwati Darunnajah