Momen Haru di Makkah, 41 Peserta Dauroh Bahasa Arab Bertemu Para Muadzin Masjidil Haram Momen Haru di Makkah, 41 Peserta Dauroh Bahasa Arab Bertemu Para Muadzin Masjidil Haram

Momen Haru di Makkah, 41 Peserta Dauroh Bahasa Arab Bertemu Para Muadzin Masjidil Haram

Makkah – Senin pagi (12/8), hawa Makkah masih terasa sejuk saat rombongan peserta Dauroh Bahasa Arab ke-17 dari Indonesia melangkah mantap menuju satu tempat yang selama ini hanya bisa mereka lihat dari kejauhan: Masjidil Haram. Tapi kali ini, bukan hanya melihat, mereka berkesempatan bertemu langsung dengan sosok-sosok yang suaranya setiap hari menggema dari menara masjid suci itu—para muadzin Masjidil Haram.

Ada 41 peserta dalam rombongan ini. Mereka terdiri dari dosen, guru, ustaz, ustazah, serta pimpinan lembaga pendidikan Islam dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kegiatan intensif belajar bahasa Arab yang diadakan oleh Universitas Ummul Quro, Makkah.

Pertemuan spesial itu dipimpin oleh Imam Toriq, ketua delegasi. Dengan penuh hormat, para muadzin menyambut mereka: Dr. Ishom yang anggun dalam jubah emasnya, Syaikh Muhammad Ba, Syaikh Ahmad, dan Syaikh Muhammad Al-Maghribi.

Para peserta tampak terharu. Suasana menjadi hening ketika lantunan Al-Qur’an dan azan dilafalkan langsung oleh para muadzin. Beberapa peserta bahkan terlihat menitikkan air mata.

|“Masyaallah, tabarakallah… mendengar langsung lantunan Al-Qur’an dan azan dari para muadzin bikin merinding. Ini pengalaman spiritual yang nggak akan saya lupakan,” ujar salah satu peserta dengan suara bergetar.

Program dauroh ini berlangsung selama dua pekan. Selama itu pula, para peserta tinggal di Makkah dengan seluruh kebutuhan ditanggung oleh pihak Universitas Ummul Quro—termasuk akomodasi hotel, makan, transportasi, hingga kegiatan akademik yang berlangsung di kampus baru Ummul Quro di kawasan Abidiyah, Makkah.

Di sana, mereka tidak hanya belajar bahasa Arab secara intensif, tapi juga mendapatkan pengalaman spiritual yang dalam. Salah satunya, tentu saja, kesempatan untuk melaksanakan umrah berkali-kali selama berada di Tanah Suci.

Yang tak kalah berkesan, Syeikh Dr. Hasan Abdul Hamid Al-Bukhori—tokoh penting di balik program ini—juga mengajak para peserta mengunjungi kota Thaif. Kota yang sejuk di dataran tinggi ini menyimpan banyak kisah perjuangan Rasulullah SAW. Para peserta diajak menyusuri tempat-tempat bersejarah, menikmati udara pegunungan, bahkan berolahraga bersama sang syeikh dalam suasana akrab dan santai.

|“Kami belajar bukan hanya dari buku atau kelas. Kami belajar dari atmosfer spiritual yang terasa kuat di sini. Ini mengubah cara kami memandang bahasa Arab, bukan sekadar pelajaran, tapi bagian dari perjalanan iman,” kata salah satu peserta lainnya.

Dari Makkah, mereka pulang membawa banyak hal: ilmu, pengalaman, semangat baru, dan tentu saja, kisah yang akan terus mereka kenang seumur hidup.