Seru, Anggota SAHPALA Tadabbur Alam di Puncak Merbabu

Seru, Anggota SAHPALA Tadabbur Alam di Puncak Merbabu

Jika mau maka aka nada seribu jalan. Gunung bukan hanya tentang ketinggian, tetapi tentang perjalanan jiwa. Itulah yang dirasakan para anggota Santri Darunnajah Pecinta Alam (SAHPALA) saat berhasil menapaki puncak Gunung Merbabu (3.145 mdpl). Selama empat hari tiga malam, dari Rabu, 2 Juli hingga Sabtu, 5 Juli 2025, sebanyak 52 peserta — terdiri dari 48 santri anggota Sahpala dan 4 guru pembimbing — menorehkan jejak langkah tak terlupakan di antara kabut dan langit Jawa Tengah.

Kegiatan bertajuk “Tadabbur Alam – Menemukan Kebesaran Allah Melalui Keindahan Ciptaan-Nya” ini diselenggarakan oleh Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan Darunnajah 2 Cipining, bekerja sama dengan SAHPALA (Santri Pecinta Alam). Program ini juga menjadi bagian dari agenda tahunan Pramuka Darunnajah yang mendukung penguatan life skill dan character building santri.

Pendakian dilakukan melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan bimbingan langsung para pembina Pramuka, porter berpengalaman, dan pelatih mountaineering profesional. Sebelum keberangkatan, seluruh peserta mengikuti seleksi ketat, meliputi tes fisik, wawancara motivasi, dan pembekalan dasar survival. Hanya anggota aktif Sahpala dengan semangat tangguh dan kedisiplinan tinggi yang berhak mengikuti ekspedisi ini.

Meski sempat dihadang cuaca ekstrem dan medan terjal, semangat para santri tak pernah padam. Hujan deras mengguyur tenda di malam kedua, namun justru dari situlah kehangatan ukhuwah tumbuh. Setiap tanjakan menjadi simbol istikamah, dan setiap rehat di bawah bintang menjadi momen tadabbur, menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan kebesaran Allah SWT. “Mendaki gunung sejatinya bukan menaklukkan alam, melainkan menaklukkan diri sendiri,” ujar Koordinator SAHPALA dalam sambutannya saat pelepasan rombongan pendaki.

Pendakian ini bertujuan menanamkan nilai tadabbur alam, menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama tim di kalangan santri. Melalui pengalaman langsung di alam bebas, para peserta belajar mengenali potensi diri serta mensyukuri kebesaran ciptaan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan fisik dan mental bagi santri Sahpala sebelum mengikuti kompetisi kepramukaan, survival, maupun ekspedisi tingkat nasional.

Seluruh peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat pendakian serta penghargaan Sahpala Merbabu Explorer 2025. Beberapa santri juga memperoleh predikat peserta terbaik dan teraktif, di antaranya Masayu Siti, Nabila Khairunnisa, Lintang Anugrah, dan Adelia Akasya.

Sebagai tindak lanjut, panitia menyusun laporan ekspedisi dan video dokumenter kegiatan, serta mengadakan sharing session antaranggota Sahpala untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Kegiatan ini menjadi pijakan awal menuju Sahpala Adventure 2026, ekspedisi berikutnya yang akan menantang semangat baru para santri pecinta alam.

Dari lereng Merbabu, para santri membawa pulang lebih dari sekadar cerita. Mereka membawa kesadaran baru: bahwa setiap langkah kecil dalam perjuangan adalah bagian dari ibadah. Bahwa alam adalah madrasah terbuka, tempat manusia belajar tentang kekuatan, kebersamaan, dan keagungan Sang Pencipta.

 “Menaklukkan puncak bukan tentang berdiri di atas awan, tetapi tentang bagaimana kau tetap tegak ketika dunia bergetar”.

Pendaftaran Santri Baru