
Menginjakkan kaki di alam bebas adalah impian bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang haus akan petualangan dan ingin lebih dekat dengan ciptaan-Nya. Di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Ummul Mu’minin Darunnajah 17, mimpi ini menjadi kenyataan bagi para santri Pecinta Alam (SAPALA), khususnya kelas 4 TMI. Setiap tahun, mereka menantikan momen untuk menjelajahi alam sekaligus mentadaburi keindahannya, menghayati ayat-ayat Allah yang terhampar dalam setiap detail ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman, ‘Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal’ (QS. Ali Imran: 190).
Tahun ini, Gunung Gede Pangrango menjadi destinasi penuh makna bagi para santri, membawa mereka dalam perjalanan mentadaburi alam. Mountaineering dilaksanakan selama 3 hari, dimulai dari tanggal 22 Oktober 2024, dengan melibatkan sepuluh orang santri—enam orang santri putra dan empat orang santri putri—bersama empat asatidzah pembimbing (dua ustadz untuk mendampingi santri putra dan dua ustadzah yang membimbing santri putri).
Dalam suasana penuh semangat dan antusiasme, enam orang santriwan dan dua ustadz pembimbing, memulai perjalanan mereka menuju puncak Gunung Gede Pangrango. Dikelilingi oleh alam yang segar dan asri, mereka mendaki gunung dengan semangat kebersamaan, ditemani oleh suara burung berkicau dan gemericik air sungai.



Perjuangan santri dalam perjalanan menuju puncak gunung.
Setiap tantangan di sepanjang jalur pendakian tidak menyurutkan semangat mereka. Ketika tiba di puncak, panorama yang menakjubkan menjadi hadiah atas usaha mereka. Di puncak Gunung Gede Pangrango itu tak henti-hentinya mereka mengucap rasa syukur dan tasbih mengagumi kuasa dan ciptaan Allah SWT yang terbentang di alam semesta.

Perfotoan Santri Pecinta Alam ketika mencapai puncak.
Sementara itu, santriwati bersama ustadzah pembimbing menikmati kegiatan berkemah di kaki gunung. Mereka asyik mendirikan tenda, menikmati keindahan alam ciptaan Allah SWT. Mereka juga berkesempatan mengunjungi curug yang indah di sekitar kaki gunung. Kegiatan ini diadakan untuk santriwati sesuai dengan kenyamanan mereka, yang memungkinkan mereka tetap menikmati penjelajahan namun tetap aman.


Perfotoan santriwan dan santriwati pada waktu yang terpisah
Melalui pengalaman ini, santri diajarkan untuk lebih mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kebersamaan. Tidak hanya itu, Kegiatan Santri Pecinta Alam (SAPALA) ini juga memiliki tujuan penting untuk mendekatkan para santri pada makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka hafal dan renungkan. Alam semesta, dengan segala keindahan yang tersirat di dalamnya, dipandang sebagai salah satu tanda nyata kekuasaan Allah. Dalam kegiatan ini, para santri diajak untuk mentadaburi bagaimana ciptaan Allah yang agung, seperti gunung, hutan, dan sungai, sejalan dengan firman-Nya yang mereka hafalkan setiap hari.
Santri diharapkan dapat memahami bahwa setiap bagian dari alam adalah bentuk kebenaran ayat-ayat Allah. Juga mengajarkan mereka bahwa alam bukan hanya sekedar tempat tinggal, tetapi merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya yang selalu memberikan pelajaran. Dengan memahami alam melalui sudut pandang ini, para santri dapat menguatkan iman mereka dan menyadari bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka pelajari bukan hanya kata-kata, tetapi juga terwujud nyata di alam sekitar mereka.





