Sebanyak 96 santri kelas 4 TMI (Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat Al-Islamiyah) Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggelar acara pembuka bertajuk Jamrud Khatulistiwa pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Aula Kampus 3. Mereka tergabung dalam angkatan “Bhinneka Tunggal Ika”, dan acara ini menandai dimulainya masa pengabdian mereka sebagai panitia. Seluruh santri, dewan guru dan wali santri hadir memenuhi aula.
Tema cinta tanah air terasa kuat sepanjang acara. Lantunan hadroh membuka rangkaian, disusul pembacaan Kalam Ilahi, lalu lagu Indonesia Raya dan himne “Oh Pondokku” yang dinyanyikan bersama. Tampilan audio dan visual pada tiga layar LED memperkuat suasana,

Selain menjadi tontonan yang menghibur, acara ini juga menjadi sarana latihan bagi panitia. Lewat persiapan yang panjang, mereka belajar menjaga kekompakan, mengatur waktu, mengendalikan emosi, dan mempererat ukhuwah islamiah. Prosesnya tidak selalu mulus.
Ada tujuan lain di balik kemeriahan ini, yakni menumbuhkan semangat santri kelas bawah untuk terus melanjutkan jenjang hingga kelas 4 dan seterusnya. Dengan menyaksikan kakak kelas memimpin acara sebesar ini, adik kelas memperoleh gambaran nyata tentang tanggung jawab yang menanti mereka.
Antusiasme penonton terlihat sepanjang malam. Zamrud Khatulistiwa menutup acara dengan satu pesan sederhana namun penting: kebersamaan dalam keberagaman, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika yang mereka usung, adalah modal yang akan terus dibawa dalam pengabdian ke depan.
kemajemukan negeri sendiri. Nusantara bukan hanya latar belakang geografis — ia adalah identitas yang harus terus dihidupkan, bahkan dari panggung sebuah pesantren di Bogor Barat.
Dari panggung sederhana ini, kelas 4 TMI mewariskan pesan kepada adik-adik tingkatnya: perbedaan bukanlah jarak yang memisahkan, melainkan kekuatan yang menyatukan langkah. Bhinneka Tunggal Ika bukan semboyan yang menghias dinding — ia adalah cara hidup yang dipraktikkan setiap hari. Bagi yang belum sempat menyaksikan, ikuti terus informasi kegiatan Pesantren dan jadikan semangat Zamrud Khatulistiwa ini inspirasi untuk merawat persatuan di lingkungan masing-masing.