Rihlah Iqtishodiyyah Perdana Ummahaatul Ma’had
Menu

Rihlah Iqtishodiyyah Perdana Ummahaatul Ma’had

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tertanggal 29 Januari 2011, tersusun acara rihlah iqtishodiyyah untuk para istri2 asatidz Darunnajah Cipining. Terik matahari  telah sedikit bergeser ke barat, senyumnya  yang menghangatkan bumi  tidak menyurutkan langkah para ibu2 untuk tetap melaksanan tour perdana ini. Bis semeru berukuran ¾ telah terparkir di depan pintu gerbang Pon-pes Darunnajah cipining. Satu per satu istri2 ustadz darunnajah memadati halaman gerbang pesantren. Yang menurut jadwal bis akan berangkat sekitar pukul 1 siang, ternyata harus menunggu sekitar 30 menit, melihat kesibukan istri2 asatidz yang berprofesi ganda sebagai pengajar sekaligus pengatur rumah tangga.

Kursi bis semeru telah terisi sekitar 30 orang dan siap untuk berangkat. Agenda telah tersusun dengan apik, tour yang dikomandoi oleh kepala biro usaha Ustadz Trimo, dan diketuai oleh ibu Rohimah, istri dari kepala biro rumah tangga, ustadz Mustajab, berencana akan mengadakan kunjungan ke bilangan pasar senen Jakarta pusat. Tujuannya adalah pasar subuh yang menjajakan berbagai macam kue yang sangat menggiurkan. Kegiatan tour ini diharapkan dapat menjadi sarana inspiratif ibu2 dalam mengkreasikan suplei keu2 di kantin.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dan bertumpu pada pepatah ‘ sambil menyelam minum air ‘, bis semeru yang membawa rombongan ini sempat terlebih dahulu mengunjungi  kediaman ustadz mufti Abdul wakil, dan singgah di masjid terbesar se-Asia tenggara, masjid istiqlal yang terletak dekat dengan tugu monas dan dilewati oleh sungai Ciliwung  untuk melaksanakan sholat isya berjama’ah.

Bis memasuki kawasan pasar senen pukul 20.50 WIB. Setelah mendapat pengarahan dari kepala biro usaha, ibu2 bergegas menuruni tangga bis semeru. Waktu yang diberikan untuk menyusuri stand-stand pasar shubuh berkisar 1 jam 30 menit. Menurut penuturan ketua rombongan, nama pasar shubuh ini diberikan karena aktifitasnya yang dimulai dari  pukul 21.00 malam  dan berakhir hingga menjelang waktu shubuh. Tanpa membuang waktu yang ada, ibu2 segera bergerilya menjajaki setiap stand dan mencicipi kue yang beranega ragam dan warna. Berbagai jenis keu dijajakan, dari jenis kue basah, kue kering, goreng2an hingga kue ulang tahun.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kantong2 plastik sudah terisi penuh oleh kue2 yang siap dibawa pulang. Satu per satu ibu2 kembali memadati kursi bis semeru. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Bis segera melunjur kembali ke pondok pesantrren Darunnajah Cipining. Rihlah Iqtishodiyyah ini semoga  dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Amin. ( Wardan/Janne )

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait