Ramadhan 1431 H: Maraknya Sahur Di Pesantren
Menu

Ramadhan 1431 H: Maraknya Sahur Di Pesantren

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tiada terasa, Ramadhan 1431 H telah memasuki 10 hari pertama. Santri Darunnajah Cipining melaksanakan kewajiban sebagai muslim yaitu berupa pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1431 H. Salah satu hal yang sangat dianjurkan dalam menambah optimalisasi pelaksanaan puasa, adalah melaksanakan makan sahur. Bagaimanakah kegiatan santri-santri baru ketika melaksanakan sahur, terutama saat-saat awal mereka berada di pesantren?

Kyai Jamhari Saat Tausiyah Rhamadan di Depan Para Santri Setiap Usai Shalat Dzuhur Berjamaah
Kyai Jamhari Saat Tausiyah Ramadhan di Depan Para Santri Setiap Usai Shalat Dzuhur Berjamaah

Suasana pada beberapa hari ini terasa sangat berbeda, terutama di setiap penghujung malam. Seluruh santri ramai untuk bangun dan melaksanakan makan sahur. Namun, sebagaimana biasanya, seluruh santri sembari melaksanakan sahur dianjurkan pula untuk melaksanakan “qiyamul lail ” atau bangun malam, melaksanakan sholat dan beribadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Yang berbeda, jika pada hari biasa seluruh santri melaksanakan sholat malam di masjid jami’ Darunnajah, selama bulan Ramadhan ini santri melaksanakan shalat malam tersebut di dalam kamarnya masing-masing. Hal ini untuk memudahkan mereka saat melakukan makan sahur.

“Sahur disini nggak seperti di rumah, kalau sahur di rumah jam 4 , setelah itu bisa jadi tidur lagi. Tapi, kalau di pondok sebelum kita sahur kita dibimbing supaya melakukan qiyamullail seperti shalat sunnah tahajud dan lainnya, trus abis sahur langsung ke masjid untuk baca Al-Qur’an” ujar Jani santri baru asal Gorontalo yang kini tinggal di kamar 3.

Senada dengan Jani, Rivo santri asal Jakarta ini turut mengiyakan bahwa sahur di pesantren sangat berbeda dari saat di rumah. “Sahur disini mah cepet banget, jam 3 udah dibangunin. Tapi karena bareng-bareng sama temen-temen, jadinya ya rame juga. Bareng-bareng ke dapur buat sahur, ya seru…”

Bagi para santri baru, terkadang rasa “kangen” akan rumah sudah tidak dapat disembuyikan lagi ketika melaksanakan puasa di pondok tercinta ini. “Kalau lagi sahur terkadang suka inget mamah, ayah, dan adek di rumah. Mereka sahur pake apa yah…” tutur Farhan, santri baru dari Leuwiliang.  Namun demikian, mereka semua memaklumi akan arti sebuah pendidikan di pesantren.

“Kalau di rumah, kita sering meninggalkan shalat dan juga banyak godaan dari lingkungan. Sedangkan, di pondok kita dilatih makna dari kesabaran dan keikhlasan. Serta terjaganya semua anggota tubuh kita dari perbuatan-perbuatan maksiat”, ujar salah santri kelas satu dalam sebuah kesempatan.

Ramadhan 1431 H baru sepertiga jalan, masih banyak setumpuk kegiatan menanti seluruh penghuni Darunnajah Cipining. Maraknya kegiatan itu semua dapat dijadikan obat pelipur rindu bagi para santri. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan baik, hingga akhirnya nanti para santri dapat bertemu kembali dengan keluarga untuk melaksanakan puasa Ramdhan dan Idul Fitri bersama keluarga. (laporan anggota BOOM/M. Fawwazul Haqie, M. Juniko dan Dito)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Peran Orang Tua Dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Adanya Pandemi Covid-19 mengharuskan para anak-anak harus mengikuti pembelajaran jarak jauh, dengan begitu dukungan orang tua atau wali murid menjadi sangat penting bagi keberlanjutan pendidik