Konsep Otomatis Konsep Otomatis

Program Dauroh ke-18 Universitas Ummul Qura Makkah Resmi Diikuti 61 Tenaga Pengajar Indonesia

Melanjutkan kerja sama antara institusi pendidikan Indonesia dan Universitas Ummul Qura Makkah, Program Daurah Bahasa Arab ke-18 kembali diselenggarakan.

Darunnajah International Relations Office (DIRO) secara resmi memberangkatkan para peserta pada Jumat dini hari (3/7/2026).

Sebanyak 61 pendidik yang terdiri atas dosen, guru, ustaz, ustazah, dan pimpinan lembaga pendidikan Islam akan mengikuti pelatihan intensif yang dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan.

Gelombang pertama yang berjumlah 30 peserta diberangkatkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sementara gelombang kedua dijadwalkan menyusul pada 16 Juli 2026.

Setibanya di Arab Saudi, rombongan gelombang pertama bersilaturahmi ke KJRI Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah.

Program Dauroh ke-18 Universitas Ummul Qura Makkah Resmi Diikuti 61 Tenaga Pengajar Indonesia

Kegiatan akademik akan dimulai pada Ahad (5/7/2026) di kampus Universitas Ummul Qura, kawasan Abidiyah, Makkah.

Selama mengikuti daurah, peserta akan menerima pembelajaran intensif bahasa Arab dan metodologi pengajaran bahasa Arab bagi penutur asing, yang diampu langsung oleh para dosen Universitas Ummul Qura.

Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan tahsin dan tahfizh di Masjidil Haram, ibadah umrah, serta ziarah ke Madinah.

Secara teknis, program ini diselenggarakan oleh Ma’had Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyah li Ghair al-Nathiqin biha (Institut Pengajaran Bahasa Arab untuk Penutur Asing), sebuah lembaga di Universitas Ummul Qura yang telah menjadi mitra strategis institusi pendidikan di Indonesia sejak 2007.

Hingga kini, ratusan guru, dosen, dan pimpinan lembaga pendidikan Islam dari berbagai daerah di Nusantara telah menjadi alumni program tersebut.

Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., menyampaikan bahwa daurah ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kompetensi pendidik sekaligus merawat jalinan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Delapan belas angkatan ini adalah amanah persahabatan Indonesia–Saudi yang kami rawat sejak 2007. Setiap guru yang pulang dari Ummul Qura membawa ruh Makkah ke ruang kelasnya. Insyaallah keberkahan bahasa Al-Qur’an terus mengalir ke seluruh pelosok Nusantara,” tutur beliau.

Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan sistem pembelajaran bahasa Arab yang lebih berkualitas di lembaganya masing-masing, serta memperluas manfaat dan wawasan keilmuan bagi masyarakat luas. (Ara Maulidia)