Darunnajah – Ahad (25/5), Prof. Dr. Nahla Al-Saidy, Penasihat Grand Syekh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Asing, mengapresiasi pelaksanaan perdana Tes Tahdid Mustawa IKPDN Center Tahun 2025 di Universitas Darunnajah, Jakarta. Kunjungan beliau bertepatan dengan penyelenggaraan International Conference on Pesantren (ICOP) ke-3 yang diselenggarakan oleh Universitas Darunnajah.
Momentum ini menjadi sangat berharga karena bertepatan dengan pelaksanaan Tes Tahdid Mustawa FKPM Konsorsium Gelombang ke-4, yang diadakan secara serentak di dua tempat: Universitas Darunnajah dan Universitas Darussalam Gontor. Tes ini merupakan syarat wajib calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Dalam sambutannya saat membuka tes secara langsung di hadapan para peserta, Prof. Nahla memberikan motivasi dan semangat kepada para calon mahasiswa. Beliau berpesan agar mereka tidak takut menghadapi Tes Tahdid Mustawa, karena tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan bahasa Arab peserta yang akan melanjutkan studi sebagai calon mahasiswa baru di Universitas Al-Azhar, Kairo.
Ujian menggunakan dua metode. Pertama, tes berbasis komputer (CBT) untuk maharah al-istima’ (menyimak), maharah al-qira’ah (membaca), dan maharah al-kitabah (menulis). Kedua, tes maharah al-kalam (berbicara) secara online via Zoom langsung dengan dosen Universitas Al-Azhar. Hasil tes menentukan jalur akademik santri di Al-Azhar, apakah langsung masuk program sarjana atau mengikuti program persiapan bahasa terlebih dahulu.
Penyelenggaraan ujian tahdid mustawa perdana ini menjadi wujud komitmen Darunnajah dalam bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan internasional. Dengan hadirnya tes ini di Indonesia, para santri tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Mesir untuk mengikuti ujian, sehingga lebih efisien dan terjangkau. Langkah ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi generasi muslim Indonesia untuk meraih cita-cita menimba ilmu di universitas Islam terkemuka dunia.


