Grand Syekh Al-Azhar Mesir Bakal Hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Grand Syekh Al-Azhar Mesir Bakal Hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Darunnajah Akan Menggelar Ujian Tahdid Mustawa Untuk Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo Mesir

Jakarta – Darunnajah akan menggelar ujian Tahdid Mustawa atau ujian penentuan level bahasa Arab pada 21-25 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darunnajah (IKPDN) Mesir untuk mempersiapkan peserta yang ingin melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo. Sebanyak 35 alumni Darunnajah lulusan 2024 akan mengikuti ujian yang menjadi syarat wajib bagi calon mahasiswa Al-Azhar. Program ini menjadi bukti nyata dukungan Darunnajah terhadap calon-calon kader umat, pemimpin masa depan untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga tingkat internasional.

Pimpinan Pesantren Darunnajah Menerima Piagam Muadalah dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir

Para peserta akan menjalani persiapan intensif di Darunajah, dengan jadwal pendalaman materi ujian dari pagi hingga malam. Mereka akan belajar empat materi utama bahasa Arab yaitu Nahwu (tata bahasa), Sharaf (perubahan kata), Balaghoh (gaya bahasa), dan Insya’ (mengarang). “In syaa Allah kami telah mempersiapkan semuanya, dengan membuat program ini, supaya peserta tidak kaget dengan standar bahasa Arab di Al-Azhar yang memang tinggi,” jelas Ustadz Dzaki Luqman, salahsatu tim pelaksana yang sedang menempuh studi di Kairo.

Ujian Tahdid Mustawa akan dilaksanakan dalam bentuk tes tulis menggunakan komputer dan laptop di Aula Ibnu Rusyd, yang diawasi langsung oleh kamera pengawas dan juga tim pelaksana program dari Darunnajah. Para peserta harus menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca, menulis, berbicara, dan memahami teks Arab klasik maupun modern. Sistem tes ini dirancang khusus untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti perkuliahan yang sebagian besar akan menggunakan bahasa Arab.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Dr. K.H. Sofwan Manaf M.Si., dengan Sekjen Majma Al-Buhus Al-Islamiyyah (Lembaga Riset Islam) Al-Azhar, Prof. Dr. Nadhir Ayyadh dan Penasehat Grand Syekh Al-Azhar bidang Mahasiswa Asing, Prof. Dr. Nahla Al-Sa’idy

Kegiatan ini adalah kesempatan emas bagi para calon mahasiswa untuk menimba ilmu di Timur Tengah. Tradisi menuntut ilmu hingga ke negeri Kinanah ini diharapkan akan melahirkan kader-kader ulama Indonesia yang memiliki pemahaman mendalam tentang khazanah keilmuan Islam sekaligus wawasan global yang luas.