Pesantren: Jadikan Santri Mandiri dan Berprestasi

Pondok Pesantren Darunnajah Cipining yang sarat akan disiplin dan prestasi terus berusaha memfasilitasi para santri santri dalam berbagai bidang, baik dalam segi akademik maupun ekstrakulikuler. Dalam hal ini peserta didik yang akrab disebut santri di ayomi dan di bimbing langsung oleh beberapa guru kompeten yakni para Ustadz dan Ustadzah.

Berkenaan dengan santri pasti lumrah dengan hal disiplin yaitu mandiri. contohnya dalam segi belajar, kegiatan maupun hiruk pikuk aktifitas sehari-hari. Membahas mengenai santri memang sangat menarik, selain tanggung jawab yang harus di emban pelbagai masalahpun kerap kali datang untuk mengukur sejauh mana mental yang dimiliki oleh setiap santri. Hal ini membuat para santri mandiri dan cerdas dalam segi IQ,EQ, dan SQ. Di lembaga inilah para santri akan belajar mengenai berbagai hal sekaligus mengambil pengalaman. Salah satunya dengan gerakan OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) dan Koordinator yang di naungi langsung oleh pengurus santri kelas X dan XI MA TMI.

beberapa bagian yang terdapat di pondok pesantren darunnajah cipining diadakan guna membantu menerapkan dan menegakkan disiplin Diantaranya: Bagian Bahasa yang  mengajarkan ilmu dan pelajaran untuk dapat menguasai Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris baik dalam segi writing, listening dan speaking, Bagian Peribadatan yang mempunyai tugas untuk memerhatikan dan mengontrol Ibadah santri, Bagian Olahraga yang mengajarkan seluruh santri untuk bergerak sehat, Bagian Pengajaran yang mengurus belajar santri dan aneka extrakulikuler, Bagian  Kesehatan yang mewajibkan santri untuk menjaga kebersihan, Bagian Perpustakan yang mengamanatkan kepada seluruh santri agar gemar membaca dan masih banyak lagi.

Selain itu pesantrenpun mengajarkan santri untuk melaksanakan amalan sunnah yang di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW, diantaranya: Puasa Sunnah Senin-Kamis, Puasa Ayyamul Bidh, Shalat Tahajud, Shalat Dhuha, Shalat Tasbih dan di tambah Giat Belajar baik Ba’da Isya, Shubuh maupun Ashar. Adapun ekstrakulikuler yang di galangkan diantaranya: Hafalan Do’a, latihan Pidato, Tahsin Qiro’ah, Drama, Silat, Pasukan Khusus Koordinator, Persada (Persatuan Senam Darunnajah), Drum Band, Warna (Wahana Apresiasi Santri Darunnajah Cipining), Muhadatsah (Percakapan Bahasa Arab & Inggris), Praktik Ibam (Ibadah Amaliah), Puasa, Imamah (latihan menjadi imam), Hifzhul Qur’an, Pramuka, Safari Dakwah dll.

Mengingat banyaknya kegiatan yang dapat menunjang berbagai potensi santri, seringkali para santripun memperlihatkan kebolehannya/skill dalam berbagai bidang dengan memanfaatkan berbagai macam lomba yang digelar di luar pondok pesantren. Selain fasilitas yang di berikan langsung oleh pesantren, di bantu oleh Biro LP2S (Lembaga Pengembangan Potensi Santri) dalam hal ini tugasnya adalah memberikan peluang kepada santri yang berbakat dan berkompeten dengan mencari berbagai lomba yang di adakan oleh sekolah maupun pesantren luar baik Via Internet, Media Massa, Proposal dll.

Yang lebih menarik santri juga akrab dengan hal ngantri, baik dalam hal makan, jajan,  mandi, dan berangkat sekolah. Hal tersebut yang membedakan pesantren dengan sekolah-sekolah biasa.   

Menjadi santri yang mandiri dan berprestasi adalah cita-cita para santri dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren. Karna santripun bukan hanya belajar mengenai agama melainkan belajar bermasyarakat serta mampu menanamkan berbagai pengalaman positif yang dapat diambil. Dengan istilah Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat semoga dapat mencetak para santri yang diharapkan, yakni memajukan agama dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Kehidupan dipesantren memang tidak mudah, tapi dengan Ridho Allah, kerja keras dan dorongan berbagai motivasi yang diberikan oleh teman, guru maupun orangtua, dapat memberikan pengaruh yang sangat penting bagi setiap santrinya.

(WARDAN/ Annisa)