Transformasi besar berlangsung di dunia pesantren. Selain mempertahankan tradisi salafiyyah, lembaga pendidikan Islam kini mengadopsi manajemen modern melalui standardisasi prosedur. Pesantren Darunnajah 2 Cipining bersama 68 perwakilan cabang lainnya berkumpul selama tiga hari membahas revolusi tata kelola melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Rapat Manajemen Pesantren Darunnajah berlangsung di Aula Ghozali, Jakarta, 28-30 April 2025. Sebanyak 69 peserta terdiri dari guru, wakil pengasuh, dan direktur seluruh cabang Darunnajah menghadiri pertemuan strategis ini. Inisiatif Departemen SDM Darunnajah 1 Jakarta menandai era baru pengelolaan pesantren yang menggabungkan kearifan tradisional dengan sistem manajemen kontemporer.
“Darunnajah sekarang fokus kepada kualitas. Salah satu caranya dengan membuat standarisasi melalui penyusunan SOP di setiap kegiatan dan divisi,” tegas Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., Pimpinan Pesantren Darunnajah Pusat. Pernyataan ini merefleksikan visi transformatif pesantren dalam menghadapi tantangan pendidikan modern tanpa mengorbankan identitas fundamental.

Proses penyusunan SOP menjadi tantangan tersendiri karena harus mencakup seluruh bidang kegiatan dengan diagram alur yang jelas. KH. Hadiyanto Arief, S.H.M.Bs., memberikan arahan tentang pentingnya efisiensi dan efektivitas organisasi sebagai fondasi keberlanjutan.
Metodologi praktis menjadi kunci keberhasilan. “Dalam menyusun SOP, praktik dulu baru dibuat SOP-nya. Setiap SOP juga harus dilengkapi dengan diagram alir agar mudah dipahami dan dilaksanakan,” jelas Dr. KH. Sofwan Manaf. Pendekatan ini mencerminkan filosofi pesantren yang menekankan pengalaman sebagai dasar keilmuan.
Pertemuan menghasilkan SOP komprehensif untuk setiap departemen di Darunnajah Pusat dan cabang sebagai panduan operasional yang memastikan keseragaman kualitas layanan pendidikan.
