Peran internet dalam penyelenggaraan pendidikan makin menunjukkan  kepentingannya. Dalam beberapa tahun terakhir jumlah siswa yang terintegrasi pada jaringan internet semakin meningkat. Seluruh sekolah yang tergabung dalam rintisan SMA bertaraf internasional sebanyak 320 yang tersebar di 33 provinsi telah terintegrasi seluruhnya pada jaringan internet

Sekitar 100 sekolah besar yang tergolong favorit, baik negeri maupun swasta yang tergabung pada sekolah rintisan bertaraf internasional memiliki komputer yang telah terintegrasi dengan jaringan internet dengan perbandingan 1 : 10 (komputer per siswa). Jumlah ini belum termasuk laptop milik pribadi guru dan siswa.

Tingkat ketergantungan pendidikan terhadap internet semakin meningkat.  Hal itu terbukti dari fenomena bahwa seluruh guru MIPA pada sekolah favorit telah memanfaatkan informasi dari internet sebagai sumber belajar. Yang dapat kita banggakan bahwa daya baca guru-guru MIPA terutama kelompok guru-guru muda telah meningkat. Hal ini dapat dilihat dari deretan alamat web yang terkait dalam pembelajaran mereka.

Harapan selanjutnya adalah alamat-alamat web yang menyediakan informasi pembelajaran tidak hanya guru catat, namun telah menjadi sumber belajar yang guru tuangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran sehingga memperkaya sumber belajar siswa.

Murahnya internet dengan tumbuhnya gadget baru seperti wireless berbasis jaringan melalui kartu prabayar dan luasnya penggunaan jaringan hot spot di sekolah-sekolah telah memberikan harapan baru bahwa penggunaan internet sebagai sumber belajar akan terus meningkat.

Peran Internet dalam Pengembangan Pendidikan

Internet dalam pengelolaan pendidikan setidaknya dapat berfungsi sebagai berikut:

  • fungsi sumber informasi
  • fungsi komunikasi
  • fungsi interaksi
  • fungsi kolaborasi
  • fungsi teknologi administrasi

Menggunakan internet sebagai sumber informasi telah berkembang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap informasi yang semakin hari semakin bertambah. Perkembangan terakhir sekolah sedang mulai mengembangkan fungsi e learning dengan banyaknya penggunaan moodle sebagai program penunjang belajar interaktif berbasis web. Namun demikian sekolah pada umumnya belum menggunakan internet sebagai media untuk menyebarkan atau memamerkan hasil karya guru dan siswa.

Fungsi menggunakan internet sebagai penyebar informasi untuk meningkatkan pencitraaan sekolah belum dapat didorong secara optimal.

Fungsi komunikasi juga telah berkembang sejalan dengan menguatnya fungsi e mail bahkan belakangan didukung pula dengan face book yang digunakan para pendidik, siswa, dan orang tua siswa sebagai media.

Fungsi interaksi juga telah sekolah kembangkan seperti forum yang ada di internet sekolah.  Forum belum dapat berkembang optimal sehubungan dengan kepeminatan pengguna forum di internet masih cukup rendah.

Pada beberapa sekolah terkemuka internet telah berfungsi sebagai media berkolaborasi untuk melakukan kerja sama. Di antaranya sekolah memfasilitasi siswa melakukan kegiatan bersama dengan sekolah-sekolah lain untuk menghasilkan karya dalam mendorong inovasi yang kompetitif antar sekolah.

Sayangnya kegiatan kolaborasi  seperti ini belum berkembang luas pada hubungan antar sekolah di dalam negeri, namun beberapa sekolah terkemuka malah menggunakan media ini untuk bekerja sama dengan sekolah-sekolah di luar negeri.

Bekembangnya Paket Aplikasi Sekolah (PAS) sebagai salah satu software penudukung pengelolaan administrasi telah meningkatkan mutu penggunaan internet sebagai teknologi utama dalam pengelolaan administrasi sehari-hari di sekolah. Perkembangan ini sekaligus menjadi penyeimbang perkembangan yang timpang karena sekolah lebih banyak memperhatikan teknologi pembelajaran daripada tekologi pengelolaan.

Perlu Site Plan dan Action Plan

Dengan semakin banyaknya cakupan kegiatan pengembang teknologi informasi dan komunikasi, maka sekolah idealnya memiliki rencana jangka menengah dan rencana tahunan khusus untuk mengembangkan penerapan  TIK.

Dalam hal ini belum banyak sekolah yang memilikinya. Pengembangan pada umumnya didasarkan pada kesepakatan yang dikembangkan di sekolah tanpa mempertimbangkan proses pengembangan multi tahun.

Fungsi Reseptif dan Fungsi Produktif

Berbagai pekembangan penggunaan internet yang menggembirakan pada ranah reseptif  belum diikuti oleh meningkatnya penggunaan internet penunjang ranah produktif. Kebanggaan sekolah masih pada batas pengguna informasi sehingga peran sekolah masih pada batas-batas sebagai konsumen informasi.

Pada tahap ini seharusnya ada upaya yang dikembangkan secara nasional untuk meningkatkan peran sekolah memamerkan produk belajar siswa dan produk profesi guru untuk lebih banyak dipamerkan. Banyak karya guru dan siswa Indonesia yang baik-baik  dan tidak kalah baik oleh anak bangsa lain. Oleh karena itu program utama ke depan adalah bagaimana memerankan internet sebagai penyebaran informasi.

sumber : Guru Pembaharu.com

nanink