Sebanyak 24 peserta prakerin (praktik kerja industri) dari SMK Darunnajah diberangkatkan secara langsung oleh pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc, Senin, 11 Maret 2012. Dalam kesempatan itu, peserta didampingi oleh kepala SMK, Ustaz Sholeh Ahmad, S. Kom dan 2 guru pendamping, Ustadz Atijan Yani, S.PdI serta Ustadz Muhammad Musta’in, SE. kegiatan prakerin ini ditempatkan di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Cilegon.

Kepada peserta prakerin, Bapak Kyai memberikan banyak nasihat sebagai bekal mereka di tempat praktik. Di antaranya adalah agar peserta prakerin dapat menjaga tanggung jawabnya terhadap semua tugas yang dibebankannya. “Di tempat praktik nanti, silakan kalian tunjukkan kepada semua orang bahwa kalian memiliki tanggung jawab yang tinggi! Tunjukkan kalau kalian orang-prang yang patut diperhitungkan! Tunjukkan kalau kalian orang yang baik dan layak bekerja di tempat tersebut!”

Selain itu, harga yang sangat mahal untuk saat ini adalah kejujuran. Maka, kepada para santrinya yang melaksanakan prakerin, beliau meminta agar kejujuran menjadi karakter mereka. “Banyak barang dan hal lain yang berada di tempat kerja, bisa jadi itu sebuah fasilitas. Jangan sampai barang-barang tersebut hilang atau sengaja kalian ambil. Apalagi dengan adanya kalian disana, kemudian muncul kabar terjadi kehilangan uang, HP, atau barang lain. Semua itu jangan sampai terjadi. Jangan!” tambah beliau.

Kedisiplinan dan hubungan dengan lawan jenis juga menjadi perhatian beliau. Garis besarnya, Bapak Kyai menekankan karakter yang baik dan santun. Kemudian sebagai santri, mereka juga diingatkan agar tidak meninggalkan sholat berjamaah. Diusahakan, mereka selalu mengerjakan sholat tepat waktu. Jika di luar tempat kerja, hendaknya sholat dilaksanakan di masjid.

Diberinya kesempatan dalam kegiatan prakerin yang langsung berada di dunia kerja, menuntut mereka harus pandai membawa dan menempatkan diri. mereka bertugas dengan membawa nama SMK dan pesantren, selain membawa nama baik diri sendiri. Bisa jadi, Di tempat praktik, mereka akan banyak juga ditanya soal agama. Karenanya, peserta harus memahami posisinya. Jika, dibandingkan dengan SMK atau lembaga lain, SMK Darunnajah Cipining dapat bersaing.

Bapak Kyai juga berharap, sepulangnya mereka dari prakerin, pangalaman dan wawasan yang mereka peroleh selama disana, dilaporkan secara lisan dan tulisan. Hal ini, akan dijadikan dokumentasi dan pijakan panitia dalam menentukan kegiatan berikutnya. Adik-adik kelas mereka, juga dapat berkaca sebelum mereka melaksanakan prakerin nantinya.

Pada ujung arahannya, beliau kembali menekankan tentang kemampuan komunikasi para peserta dan kemampuan beradaptasi. Semua aktivitas dibuat jadwal dan agendanya, kemudian dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait.

Di ujung arahan, beliau memimpin do’a lalu sebelum berangkat, peserta prakerin memohon do’a restu dengan menyalami beliau. Usai itu semua, mereka berangkat ke medan juang, learning by doing (Wardan/Billah).