Secara internal kompetensi pengelolaan pesantren bagi kyai dan staf di lingkungan Yayasan Darunnajah selalu diperhatikan, baik melalui forum rapat maupun pendidikan dan pelatihan (diklat) secara rutin. Di samping itu Pesantren Darunnajah Cipining juga aktif mengikuti berbagai workhsop, diklat, training of trainers (TOT), daurah, dan sebagainya. Para kepala madrasah/sekolah juga secara berkala mengikuti kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh pemerintah, c.q Kemendikbud, Kemenag, dan instansi/lembaga lainnya.
Beberapa waktu lalu pimpinan pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc (diundang) mengikuti diklat teknis pembina pondok pesantren nasional selama 10 hari, 17 s.d 26 April 2012. Diklat angkatan I dan II ini berlangsung di dua tempat: di Pusdiklat Kementerian Agama Ciputat Tangerang Selatan, dan dilanjutkan di Pondok Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey Bandung. Penyelenggara diklat adalah Kementerian Agama, c.q Pusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan.
Mengingat lamanya durasi diklat dan kesibukan di pesantren, setelah dua hari berjalan, Pak Kyai mengamanatkan kepada saya untuk melanjutkan kegiatan diklat hingga akhir,” terang Ustadz Trimo, S.Ag (Kepala Biro Usaha) kepada Wardan.
Pada hari ketiga sampai dengan kelima peserta diajak untuk melakukan praktik kewirausahaan agribisnis, diawali sesi wawasan kewirausahaan. Praktik diadakan di Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey Bandung. Di sini peserta dilatih budidaya strawberry, budidaya wortel, ternak/penggemukan sapi dan domba, pembuatan kompos, dan usaha pascapanen (pengemasan dan pengolahan).
Pelaksanaan sesi-sesi pelatihan selanjutnya (yang lebih bersifat teoretis) kembali dilangsungkan di Pusdiklat. Ustadz Trimo menjelaskan, salah satu sesi pelatihan adalah presentasi tentang Pancasila.
“Pemaparannya sangat mengena karena berdasar perspektif Islami. Narasumbernya juga ‘orang pesantren’, yaitu Dr. Syafi’i Muhammad, widyaiswara dan humas Pusdiklat,”jelas alumnus TMI Darunnajah Cipining angkatan ke-2 ini.
Peserta diklat ini berjumlah 78 orang utusan pesantren dari seluruh penjuru tanah air. Di akhir kegiatan ini telah dibentuk forum alumni diklat. Terpilih sebagai ketua Moh. Holifi, M.Pd.I (Pesantren Assonhaji Bangkalan Madura), dan Ustadz Trimo sebagai Bagian Pengembangan Usaha. Diklat dibuka dan ditutup oleh Kepala Pusdiklat Drs. H. Praptono Zamzam, M.Sc. [WARDAN/Mufti]