Ratusan santriwati berbaris rapi di lapangan futsal Kampus 1, Ahad (11/10/2026), menandai dimulainya Ujian Muraja’ah ‘Ammah. Upacara pembukaan itu sekaligus menjadi awal pelaksanaan ujian hari pertama yang berlangsung tertib dan khidmat. Ujian akan berjalan hingga 22 Oktober 2026 dan diikuti seluruh santriwati.
Upacara pembukaan digelar pagi hari di lapangan futsal Kampus 1. Para santriwati mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian. Suasana yang tenang menunjukkan bahwa mereka datang dengan kesiapan, bukan kecemasan. Setelah upacara usai, mereka bergerak menuju ruang ujian masing-masing.
Pelaksanaan ujian dibagi di dua lokasi, yakni kelas Kampus 1 dan kelas Iskandariyah. Pembagian ini dilakukan agar pelaksanaan ujian bagi seluruh santriwati dapat berjalan lebih teratur. Di dalam ruangan, ujian hari pertama berlangsung lancar sejak awal hingga akhir. Para santriwati mengerjakan soal dengan tenang dan tertib.

Muraja’ah ‘Ammah secara sederhana berarti pengulangan atau evaluasi umum atas ilmu dan hafalan yang telah dipelajari. Melalui ujian ini, Pesantren ingin mendorong santriwati agar lebih giat belajar. Pesantren juga ingin mengetahui sejauh mana ilmu dan hafalan itu benar-benar melekat pada diri mereka. Dengan begitu, ujian berfungsi sebagai cermin yang menunjukkan capaian belajar yang sebenarnya.
Ada perubahan cara pandang yang hendak ditanamkan dalam pelaksanaan ujian kali ini. Ujian tidak lagi diposisikan sebagai beban yang menakutkan, tetapi sebagai wadah belajar untuk mengevaluasi diri. Santriwati diajak melihat ujian sebagai kesempatan memperbaiki kualitas pemahaman keilmuan. Cara pandang ini membuat proses belajar terasa lebih ringan dan bermakna.
Nilai lain yang ditekankan adalah kejujuran dan integritas. Dalam tradisi Islam, kejujuran (shidq) adalah akhlak yang mendasari seluruh amal. Karena itu, angka di atas lembar kertas dipandang kurang penting dibandingkan sikap jujur dalam mengerjakannya. Nilai tinggi yang diperoleh dengan cara tidak benar tidak akan menambah ilmu, sedangkan nilai sederhana yang diraih dengan jujur menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.

Ujian ini berlangsung selama 12 hari, dari 11 hingga 22 Oktober 2026, dan diikuti seluruh santriwati Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Rentang waktu yang cukup panjang memberi ruang bagi mereka untuk menjalani ujian dengan bertahap. Setiap hari menjadi latihan untuk menjaga konsistensi, ketekunan, dan kejujuran. Pada akhirnya, proses inilah yang membentuk karakter seorang penuntut ilmu.
Ujian hari pertama telah dilalui dengan baik, dan masih banyak hari yang menanti. Para santriwati diharapkan terus menjaga semangat belajar dan kejujuran hingga ujian berakhir. Orang tua dan keluarga dapat membantu melalui doa dan dukungan agar putri-putri mereka diberi kemudahan. Mari bersama-sama menjadikan ujian ini sebagai langkah awal membangun generasi yang berilmu dan berintegritas.
