Muraja’ah ‘ammaah Di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14
Murajaah ‘ammah adalah kegiatan ujian dipondok pesantren modern, atau biasa disebut dengan ujian tengah semester. Saat Ini Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 sedang melaksanakan ujian tersebut yaitu dilaksanakan pada Sabtu,01 Oktober 2022 sampai dengan Kamis,06 Oktober 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Nurul Ilmi Darunnajah 14 putra dan putri, bahkan ustad dan ustadzah diikutsertakan mensukseskan kegiatan ini dengan bersemangat menjadi pengawas ujian.
Adapun sistem ujiannya adalah sesuai dengan jadwal pelajaran seperti biasanya, soalnya kurang lebih dari 1-15 soal. Lebih mirip seperti ujian harian akan tetapi ada perbedaannya, ini lebih serius dari pada ujian harian biasa karena adanya pengawas yang mengawasi seluruh santri saat ujian berlangsung dan karena nilainya akan menjadi nilai tambahan kedalam rapot semester 1.
Kenapa diharuskan ada ujian di Pondok Pesantren?
Agar para santri bisa mengukur kemampuan diri masing-masing, mereka bisa mengetahui basic mereka di English,Arabic atau di pelajaran umum. Dan juga untuk fastabikul khoirat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dengan diadakannya ujian para santri berlomba-lomba saling ingin belajar agar mendapat nilai yang baik untuk memenuhi syarat layak/tidak naik kelas.

Akan tetapi belajar bukan hanya untuk ujian, tapi ujian adalah untuk belajar. Biasanya ketika ujian pelajaran yang dikelas kurang dipahami menjadi paham, karena kita ada keinginan untuk mencari tahu dan bisa menanyakannya kepada teman kita yang lebih paham. Jadi ujian itu sangat membantu meningkatkan kemauan santri dalam belajar.
Tidak hanya itu, ibadah santri juga menjadi meningkat, seperti Bangun lebih awal untuk melaksanakan tahajjud agar setelahnya dapat kembali membaca buku untuk persiapan ujian, mendirikan sholat Sunnah dhuha sebelum ujian berlangsung, dan mendirikan sholat hajat setelah belajar malam, berdo’a agar di mudahkan dalam menjawab ujian.
Dalam pidatonya Ust.Kholis Hidayatul Mustofa pada upacara apel mingguan beliau berkata : “ Man ‘arafa bu’das-safari ista’adda, yang berarti barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka bersiap-siaplah.Itulah yang harus dilakukan oleh para santri agar mempersiapkan diri sebelum datangnya ujian”.