Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Kampus 1 Pesantren Darunnajah 2 Cipining saat sebanyak 119 santriwati kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) mengikuti prosesi Khutbatul Wada’ pada Rabu, 24 Juni 2026. Agenda tahunan ini menjadi panggung refleksi, ungkapan rasa terima kasih, sekaligus permohonan maaf dari para santriwati kepada pimpinan pesantren dan jajaran dewan guru setelah bertahun-tahun menimba ilmu. Dengan tatanan acara yang tepat waktu dan matang, kegiatan perpisahan ini berjalan lancar serta menyentuh hati seluruh hadirin yang hadir. Momen ini menandai langkah awal para santriwati sebelum secara resmi menyandang status alumni dan kembali mengabdi di tengah masyarakat.

Perjalanan panjang menuntut ilmu di pesantren tentu menyimpan ribuan kenangan manis, perjuangan, dan pendewasaan diri bagi para santriwati. Persiapan Khutbatul Wada’ tahun ini sejatinya memiliki tantangan tersendiri, mulai dari penyusunan teks pesan yang tulus, pengelolaan emosi di atas panggung, hingga keterbatasan waktu latihan di tengah padatnya aktivitas santri. Meski demikian, berkat pemilihan kandidat perwakilan kelas yang telah dilakukan jauh-jauh hari, pelaksanaan acara tahun 2026 ini tercatat jauh lebih kondusif dan teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perwakilan dari lima kelas paralel, yakni Hikari Aufa (6A), Maryam Hasanah (6B), Aqila Khoirunnisa (6C), Carla Amelia (6D), dan Cici Wulan Asih (6E), tampil menyampaikan kesan dan pesan secara santun dan percaya diri di hadapan ratusan pasang mata.
Kematangan mental dan spiritual yang ditunjukkan para santriwati di atas panggung menjadi bukti nyata keberhasilan proses pendidikan karakter selama di pesantren. Dalam sambutannya, Departemen TMI yang diwakili oleh Ust. Imam Ghozali, M.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kesungguhan para santriwati hingga mampu menyelesaikan masa studi mereka dengan baik. Beliau menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pembuktian ilmu di kehidupan nyata. “Ilmu yang telah ditanamkan di pesantren ini hendaknya menjadi lentera yang menerangi setiap langkah pengabdian para santriwati di manapun kalian berada,” ujar Ust. Imam Ghozali, M.Pd di hadapan para peserta.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Pengasuh Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Ust. Ridha Makky, M.Pd, turut memberikan nasihat berharga sebagai bekal moral sebelum para santriwati melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur dan keluhuran akhlak dalam menghadapi dinamika kehidupan di luar benteng pesantren. “Rasa syukur, kesabaran, dan kerendahan hati yang telah dipelajari di sini harus terus melekat erat dalam jiwa kalian,” pesan Ust. Ridha Makky, M.Pd dengan penuh kehangatan. Nasihat tersebut disambut dengan antusias dan suasana khusyuk oleh 119 santriwati yang siap menebarkan keberkahan ilmu di lingkungan masyarakat.
Rangkaian acara Khutbatul Wada’ 2026 ini ditutup dengan doa bersama dan harapan besar agar para santriwati kelas 6 TMI senantiasa memelihara rasa syukur atas segala pencerahan dan pengalaman hidup yang telah didapatkan di pesantren. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, serta kepemimpinan yang telah terpatri diharapkan mampu menjadikan mereka pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama.
