MI SE-KKM CIGUDEG DAN JASINGA SARING ATLET PADA PORSENI DI DARUNNAJAH CIPINING
Menu

MI SE-KKM CIGUDEG DAN JASINGA SARING ATLET PADA PORSENI DI DARUNNAJAH CIPINING

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Porseni Madrasah Ibtidaiyyah (MI) se-KKM Cigudeg dan Jasinga telah dibuka oleh Pendais, Bapak Sayatno, S.Ag. di lapangan kampus 2 pesantren Darunnajah Cipining, kemarin (Selasa, 3/11/2009). Sebelum membuka, Bapak  pendais membakar para peserta yang terdiri dari 21 MI di wilayah kerjanya tersebut . “Madrasah bisaaaa, madrasah majuuuu…Anak Islam Sehat, Anak Islam Kuat….” teriaknya dengan full power dan diikuti semua peserta.

Pembukaan Porseni di Darunnajah Cipining
Pembukaan Porseni di Darunnajah Cipining

Kemudian secara resmi, beliau membuka Porseni pertama kali di tingkat KKM Cigudeg dan Jasinga.”Dengan mengucap Al-Basmalah, saya buka secara resmi kegiatan Porseni ini” katanya di depan ratusan peserta.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Bapak Pendais berpesan agar kegiatan ini dapat dilakukan secara maksimal meskipun ini adalah kegiatan perdana. Selain itu, beliau juga menerangkan bahwa moment ini belum dpat menyelengarakan semua cabang perlombaan, namun beliau meminta hal tersebut jangan sampai mengurangi semangat para Pembina dan peserta.

Beliau juga mengatakan bahwa Porseni ini merupakan ajang memfasilitasi para murid untuk berprestasi. “Porseni tingkat kecamatan ini akan memilih para juara yang nantinya akan dikirim ke tingkat kabupaten” tambahnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan itu pula, pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc, dalam sambutannya menyatakan bahwa pesantren sangat senang menjadi tuan rumah dalam event ini. Bahkan beliau juga membuka peluang bahwa pesantren siap untuk selalu menjadi tempat kegiatan-kegiatan serupa. Tidak saja pada level MI se-kecamatan, namun semua sekolah tingkat dasar se- kabupaten Bogor dan sekitarnya.

Beliau tidak lupa mengingatkan, agar moment ini dapat dilaksanakan dengan menjunjung tinggi sport vitas. “Biasanya, dalam setiap perlombaan hanya ada satu pemenang. Nah, kalau saat ini ada 21 MI, maka yang akan keluar jadi juara ya hanya satu. Maka untuk menyikapi itu, saya harap semua peserta dan pendamping agar menerima ini. Jangan kemudain menyalahkan panitia atau dewan juri” tuturnya bijak.

Aksi Siswa MI Darunnajah di Depan Peserta Porseni
Aksi Siswa MI Darunnajah di Depan Peserta Porseni

Dengan mengharap ridho dari-Nya , Bapak Kyai Jamhari kemudian memimpin do’a. Setelah itu, selaku pembawa acara ,Ustadz Dede Maryadi mempersilahkan berbagai pengumuman yang berisi sosialisasi dan pembagian lokasi perlombaan.

Menurut ketua panitia, Bapak Ewaesal Qurni HB, S.Pd, kegiatan ini  hingga akhir akan menggunakan waktu selama 3 hari dengan lokasi terbagi menjadi dua tempat yaitu Darunnajah Cipining kampus 1 dan 2. Dan memasuki hari pertama setelah pembukaan kemarin, berbagai cabang lomba yang telah digelar antara lain badminton, bola, catur, LKBB, dan senam.

Kepala sekolah MI Darunnajah, Ustadz Nurfathoni, S.Pd.I. menagatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan ini di Darunnajah, merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan yang harus dipertanggungjawabkan. Untuk itu, MI Darunnajah akan memberikan fasilitas dan sarana yang dimiliki guna suksesnya kegiatan.

Bicara mengenai target, Ustadz Toni mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin mengantarkan anak didiknya ke tingkat kabupaten. Berbagai latihan dan glado kotor Nampak dipersiapkan secara matang dan maksimal di bawah pelatih masing-masing cabang lomba.

Semoga, moment ini menjadi awal yag baik bagi perkembangan madrasah-madrasah di Indonesia dan khususnya di kecamatan Cigudeg serta Jasinga. MI Darunnajah telah menyatakan siap memfasilitasi apapun moment yang akan diselenggarakan. Hal ini juga semoga menandakan Darunnajah Cipining  dapat terus berbuat lebih banyak dan lebih baik. Amin

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tiga Tanda Kebahagian Seorang Muslim

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali dia sedang mencari dan mengharapkan suatu kebahagian, yaitu: “Kebahagiaan di dunia yang fana dan terlebih lagi kebahagian