Pekan olahraga dan seni ini diselenggarakan selama 3 hari penuh. Seluruh santri dan santriwati ikut mengambil peran dalam kegiatan yang diadakan. Pembukaan yang dimulai pada Rabu pagi, menjadi awal dibukanya acara PORSENI tahun ini dengan menendang bola ke gawang sebagai simbolisnya.
Sesuai dengan namanya, kegiatan PORSENI tidak hanya mengadakan lomba seputar olahraga, tetapi juga dalam hal seni. Lomba seperti karikatur, tipografi, kaligrafi pun ikut dilombakan. Dengan diadakan acara ini, para santri dapat melatih kreativitas serta kemampuannya dalam bidang seni maupun olahraga.
Permainan seperti voli, kasti, senam kreasi hingga lompat karet juga mengasah kekompakan setiap kelompok. Memperkuat kerja sama tim menjadi kunci utama untuk meraih kemenangan sekaligus mempererat kebersamaan antar tim.

Tidak kalah seru dengan lomba individu lainnya, seperti lompat jauh, badminton tunggal, ninja warrior hingga perlombaan fighting tapak suci yang sangat menguji ketangkasan fisik dalam mengalahkan lawan one by one.
Selain ajang fisik dan seni, persaingan semakin memanas saat perlombaan miss sport dimulai. Setiap kelompok memilih perwakilan terbaiknya untuk bertanding di panggung utama. Di perlombaan kali ini tidak mengandalkan kemampuan fisik, melainkan pengetahuan para peserta seputar dunia olahraga akan diuji.
Para peserta juga diharuskan menunjukkan bakat mereka dalam bidang olahraga, dimulai dari panahan, senam kreasi, voli, dan badminton untuk membuktikan ketangkasan mereka di berbagai cabang olahraga.

Upacara penutupan sekaligus pembagian hadiah dilakukan pada Jumat sore. Hadiah tidak hanya dibagikan kepada para pemenang lomba saja, peserta-atlet tersemangat, terdisiplin hingga apresiasi kepada panitia terdisiplin pun diberikan.
Acara ini lebih dari sekadar ajang kompetisi saja. Kegiatan ini sukses menjadi wadah dalam mempererat kebersamaan para santri. Dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan dapat menumbuhkan serta mengembangkan bakat dan minat para santri dalam bidang seni dan olahraga.
