Alumni Pesantren yang Menjadi Desainer Interior Ruang Publik — Fungsi dan Makna yang Menyatu
Ruang dalam yang dirancang dengan baik membuat orang merasa tenang tanpa mereka menyadari mengapa. Sebaliknya, ruang yang dirancang buruk membuat orang gelisah meski tidak bisa menjelaskan penyebabnya. Cahaya yang menyilaukan, langit-langit yang terlalu rendah, suara yang bergema, atau tata letak yang membingungkan bekerja secara halus pada perasaan orang yang berada di dalamnya.
Bagi orang tua dengan anak yang aktif kreatif dan berminat desain, profesi desainer interior menjadi jalur yang terbuka dengan pasar yang terus tumbuh. Asumsi yang sering muncul adalah bahwa desain interior terutama soal memilih perabot dan warna yang bagus. Padahal desain interior yang serius menyangkut bagaimana ruang memengaruhi perilaku dan perasaan orang yang menggunakannya.
Banyak lulusan pesantren yang kemudian menempuh jalan sebagai desainer interior. Beberapa mengkhususkan diri pada interior masjid dan ruang ibadah, sebagian pada ruang publik seperti hotel dan perkantoran, sebagian pada hunian keluarga Muslim, sebagian pada ruang pendidikan.
Sudut Pandang yang Membedakan
Ada sudut pandang tentang ruang dalam yang dimiliki alumni pesantren dan jarang dimiliki desainer dari latar lain. Sudut pandang ini datang dari pengalaman hidup, bukan dari teori yang dipelajari.
Seorang santri menghabiskan bertahun-tahun berada di dalam ruang yang secara khusus dirancang untuk mendukung ketenangan. Masjid pesantren di waktu subuh memiliki kualitas yang sulit dijelaskan namun sangat terasa. Cahaya yang masuk perlahan, suara yang meredam, dan kesederhanaan yang tidak mengganggu perhatian.
Santri mengalami langsung bagaimana ruang mendukung kekhusyukan. Ia juga mengalami bagaimana ruang yang buruk mengganggu ibadah. Masjid dengan akustik yang membuat suara imam bergema tidak jelas. Ruang yang panas dan pengap membuat jamaah tidak betah. Karpet yang tidak menandai shaf dengan baik membuat barisan tidak rapi.
Pengalaman ini memberi pemahaman yang tidak bisa didapat dari buku. Ketika alumni pesantren kemudian belajar desain interior, mereka membawa pemahaman yang sudah terbentuk tentang bagaimana ruang bekerja pada perasaan manusia.
Pemahaman lain yang menjadi nilai tambah adalah tentang kesederhanaan. Ada anggapan umum bahwa desain yang baik berarti banyak elemen dekoratif. Alumni pesantren cenderung memahami bahwa kesederhanaan justru sering menghasilkan ketenangan yang lebih dalam. Ruang yang terlalu ramai kerap mengganggu perhatian.
Pemahaman berikutnya adalah tentang keterkaitan ruang dengan waktu. Kehidupan pesantren berjalan mengikuti waktu shalat. Ruang yang baik memperhatikan bagaimana cahaya berubah sepanjang hari dan bagaimana ruang digunakan pada waktu yang berbeda. Kepekaan pada perubahan sepanjang hari ini terbawa ke dalam cara merancang.
Cara pandang seperti ini secara alami menuntun perancang untuk memulai dari pertanyaan tentang perasaan apa yang ingin dihadirkan sebuah ruang. Pertanyaan itu berbeda dari sekadar mengikuti gaya apa yang sedang tren.
Bidang Khusus Interior Ruang Ibadah
Interior masjid menjadi ranah di mana alumni pesantren kerap memiliki nilai tambah yang nyata, dengan pasar yang juga besar.
Merancang interior masjid menuntut pemahaman tentang banyak hal yang hanya diketahui oleh yang benar-benar memahami praktik ibadah. Arah kiblat harus tepat dan ditandai dengan jelas. Barisan shaf harus bisa terbentuk rapi tanpa terhalang kolom. Akustik harus memastikan suara imam terdengar jelas di seluruh ruangan tanpa gema yang mengganggu.
Pencahayaan harus mendukung khusyuk, tidak menyilaukan mata yang sedang sujud, dan cukup terang untuk membaca Al-Quran. Suhu ruangan harus nyaman meski penuh jamaah. Sirkulasi udara harus baik terutama saat shalat Jumat ketika masjid penuh.
Tempat wudhu harus mudah diakses dan tidak membuat lantai masjid basah. Pemisahan ruang jamaah laki-laki dan perempuan harus dirancang dengan menjaga kenyamanan keduanya. Akses bagi lansia dan penyandang disabilitas harus diperhatikan.
Banyak masjid modern yang dirancang tanpa pemahaman ini mengalami persoalan yang sebenarnya bisa dihindari. Masjid yang megah namun akustiknya buruk sehingga khutbah tidak terdengar jelas. Masjid yang indah namun panas sehingga jamaah tidak betah.
Alumni pesantren yang menjadi desainer interior masjid biasanya tidak melakukan kesalahan seperti ini karena mereka pernah shalat ribuan kali di berbagai masjid dan merasakan sendiri apa yang bekerja dan apa yang tidak.
Pasar untuk bidang ini sangat besar. Indonesia memiliki ratusan ribu masjid dan mushola yang terus dibangun dan direnovasi. Kebutuhan akan desainer yang benar-benar memahami sangat besar namun jumlah yang tersedia sangat terbatas.
Bidang Lain yang Terbuka
Interior hunian keluarga Muslim adalah ranah yang luas. Banyak keluarga membutuhkan rumah yang mendukung praktik keagamaan. Penempatan ruang shalat keluarga, pemisahan area tamu, penyimpanan Al-Quran dan buku agama, hingga arah bangunan yang memudahkan menghadap kiblat.
Interior hotel dan penginapan ramah Muslim juga berkembang pesat. Wisatawan Muslim membutuhkan kamar dengan penunjuk arah kiblat, sajadah, tempat wudhu yang memadai, dan bebas dari elemen yang mengganggu. Hotel yang memperhatikan hal ini menjangkau pasar yang besar.
Lembaga pendidikan menuntut pemahaman tentang bagaimana ruang mendukung proses belajar. Merancang kelas, perpustakaan, atau asrama pesantren menjadi area di mana alumni memiliki pemahaman langsung.
Perkantoran membuka peluang yang tak kalah besar. Banyak perusahaan kini menyediakan ruang shalat bagi karyawan, dan merancang ruang shalat kantor yang layak serta terintegrasi dengan baik menjadi kebutuhan yang terus tumbuh.
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan menuntut pertimbangan tersendiri. Ruang yang menenangkan pasien, memudahkan ibadah bagi pasien dan keluarga, sekaligus mendukung pemulihan.
Adapun ruang komersial seperti restoran dan toko menuntut pemahaman tentang bagaimana ruang memengaruhi perilaku pembeli sekaligus menjaga nilai.
Bagi orang tua dengan anak aktif kreatif yang berminat desain, jenjang pesantren modern memberi pemahaman tentang ruang yang mendukung ketenangan yang justru menjadi inti profesi ini. Yang perlu ditambahkan adalah penguasaan teknis desain dan perangkat lunak yang harus dipelajari dengan serius.
Perjalanan menjadi desainer interior seperti yang dibahas di sini memang menuntut penguasaan teknis yang harus dibangun. Yang menjadi pembeda adalah pemahaman tentang bagaimana ruang bekerja pada perasaan manusia, yang justru datang dari pengalaman hidup. Pesantren Darunnajah 2 Cipining berusaha menyediakan ruang tumbuh yang bermakna bagi anak yang dititipkan di sana. Tentu setiap keluarga juga punya cara sendiri untuk membantu anak mengembangkan bakat desainnya.
Bila Ingin Berbincang Lebih Jauh
Bila Bapak atau Ibu ingin berbincang lebih jauh, bisa langsung menghubungi WhatsApp di wa.me/62812111180. Pertanyaan apapun akan dijawab dengan tenang dari pengalaman keseharian, bukan dari brosur. Kunjungan langsung juga terbuka setiap hari tanpa perlu janji terlebih dahulu, dan biasanya pengamatan sendiri memberi gambaran yang lebih utuh dari apa yang bisa dijelaskan dalam tulisan.