Makkah, 8 Agustus 2025 – Dalam rangkaian kegiatan Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro Makkah, para peserta berkesempatan melaksanakan ibadah umroh sekaligus mengikuti city tour menyusuri jejak sejarah Islam di kota suci Makkah. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan dan memperkaya pengalaman spiritual maupun keilmuan para peserta.
Pagi hari, bus sudah siap menjemput rombongan di hotel. Suasana penuh semangat terasa sejak awal keberangkatan. Sepanjang perjalanan, pemandu wisata memaparkan kisah-kisah sejarah, mulai dari masa Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, hingga Rasulullah Muhammad ﷺ.
Destinasi pertama adalah Jabal Tsur, gunung bersejarah tempat Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq berlindung selama tiga hari dalam peristiwa hijrah. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jabal Rahmah di Padang Arafah, yang dikenal sebagai tempat pertemuan kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah berpisah lama.
Perjalanan berlanjut ke Mina dan Muzdalifah, dua lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji. Di sana, peserta diajak membayangkan suasana saat jutaan jamaah berkumpul pada musim haji. Tak lupa, rombongan juga melihat dari dekat Masjid Namirah, salah satu masjid bersejarah di Arafah.
Menjelang siang, sebelum waktu Jum’at, rombongan menuju Masjid Aisyah (Masjid Tanim). Di sinilah para jamaah mengambil miqat untuk melaksanakan umrah. Suasana penuh semangat terasa ketika semua peserta bersiap mengenakan pakaian ihram kembali, disertai niat yang tulus untuk mengulang ibadah di Masjidil Haram.
City tour kali ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan hati. Rasa lelah pun terbayar dengan pengalaman yang mendalam, penuh pelajaran, dan kenangan berharga di tanah suci.
Sesampai di masjidil Haram dan melihat Ka’bah, kami berdoa untuk kelancaran ibadah kami.
Alhamdulillah thawaf 7 kali mengelilingi Ka’bah tidak terasa leleah walau dibawah terik matahari siang menjelang asar. Kami sholat 2 rakaat dan duduk berdoa didepan Ka’bah di multazam untuk orang tua, keluarga, pondok kami tercinta Darunnajah dan kemajuan Universitas Darunnajah Jakarta.
Setelah sholat asar kami melanjutkan sa’i menuju bukit Bukit Shafa.
Shafa dan Marwah adalah saksi ujian besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan istrinya, Siti Hajar, sebagai bentuk ketaatan penuh kepada perintah-Nya.
Perjalanan antara Shafa dan Marwah menjadi simbol perjuangan dan ikhtiar, pergerakan yang pada akhirnya menghadirkan keajaiban dan solusi dari setiap ujian.
Siti Hajar berlari antara dua bukit itu demi mencari kehidupan untuk putranya, Ismail. Namun, Allah menghadirkan solusi bukan di puncak Shafa atau Marwah, melainkan dari bawah kaki kecil Ismail, muncullah air Zamzam, sebuah keajaiban yang diabadikan sebagai salah satu rukun haji dan umrah.
Shafa dan Marwah menjadi bukti nyata keajaiban Allah bagi Siti Hajar dan Nabi Ismail, bahwa di balik setiap kesulitan, ada pertolongan yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Rangkaian umroh terakhir adalah tahallul. Menggunting rambut . Alhamdulillah… selesai semua rangkaian umroh kami hari ini. Semoga umroh maqbulah
