1 1

Langkah Santri, Jejak Inspirasi LT 2025

Dalam suasana yang penuh semangat, Pondok Pesantren Annahl Darunnajah 5 menyelenggarakan kegiatan Latihan Tingkat (LT) Pramuka pada tanggal 5–7 November 2025. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh santri dari berbagai jenjang, mulai dari kelas 1–6 MI, serta kelas 1–5 TMI, dengan kelas 6 TMI bertugas sebagai panitia pelaksana bersama para dewan guru. LT tahun ini menjadi ajang pembinaan karakter, kemandirian, dan kerjasama yang dikemas dalam bentuk perkemahan di lingkungan pesantren.

Meskipun cuaca mendung dan gerimis sempat menyelimuti area perkemahan, semangat para peserta tidak surut sedikit pun. Tenda-tenda berdiri kokoh di lapangan pesantren, diiringi lantunan yel-yel dan semangat kebersamaan yang membara. Setiap regu menampilkan kekompakan dan kreativitas dalam berbagai lomba serta kegiatan kepramukaan, mulai dari baris-berbaris, pionering, hingga penjelajahan singkat di sekitar pesantren.

Kelas 6 TMI yang berperan sebagai panitia menunjukkan tanggung jawab dan kepemimpinan yang luar biasa. Mereka mengatur jalannya kegiatan, membimbing adik-adik peserta, serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan aman. Kolaborasi antara panitia dan dewan guru menjadikan LT tahun ini berlangsung lancar, edukatif, dan penuh makna.

Di waktu yang sama, kelas 5 TMI melaksanakan kegiatan pengembaraan menuju Binuangeun. Perjalanan ini menjadi bagian dari latihan kedisiplinan dan ketahanan mental, di mana para peserta menempuh rute alam dengan penuh tantangan sambil menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, pada hari berikutnya, kelas 4 TMI melanjutkan semangat petualangan dengan hiking menuju Citorek. Perjalanan ini memberikan pengalaman berharga bagi mereka dalam menghadapi rintangan, menjaga kekompakan tim, serta mengenal lebih dekat keindahan alam sekitar. Setiap langkah menjadi pelajaran hidup tentang ketangguhan dan kerja sama.

Kegiatan Latihan Tingkat 2025 ini bukan sekadar ajang latihan fisik, tetapi juga wadah pembentukan mental, spiritual, dan karakter santri. Dari perkemahan di pesantren hingga pengembaraan di alam terbuka, seluruh rangkaian acara menggambarkan nilai-nilai kepramukaan sejati — Tangguh, Tertib, dan Tanggung Jawab.