Menu

KYAI JAMHARI BERIKAN WEJANGAN KEPADA 106 CALON ALUMNI

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Sehari setelah pelaksanaan orientasi Perguruan Tinggi, para calon alumni angkatan XVI yang berjumlah 106 santri TMI asrama dan non asrama, kembali mendapatkan orientasi yang tidak kalah pentingnya. Orientasi ini terkait langsung dengan what next yang harus dilakukan mereka, seusai lulus dari pesantren yang kini sudah berusia 21 tahun ini. Bertempat di auditorium, Jum’at pagi, 15 Mei 2009, pertemuan ini diawali dengan pengabsenan oleh koordinator kegiatan orientasi, ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I.

Di awal pembicaraan, pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc mengingatkan pentingya pertemuan tersebut. “Selama ini, terjadi hal yang lucu, yaitu ketika ada salah seorang santri yang datang ke kami dan meminta untuk menuliskan nasehat di atas secarik kertas. Tentu saja tidak akan cukup!” ungkap suami Hj. Rahmah manaf Mukhayyar tersebut. Beliau menegaskan bahwa nasehat yang harus dicatat dan diingat oleh para santri adalah nasehat-nasehat yang telah diberikan oleh beliau dan juga para dewan guru selama mereka tafaqquh fiddin di pesantren ini.

Alumni Gontor tersebut juga menegaskan, bahwa perbedaan hasil belajar yang diraih para santri, bukanlah karena pilih kasih para guru, melainkan karena perbedaan kesungguhan, perhatian, sikap dan usaha yang dilakukan oleh para santri itu sendiri. Karenanya, pintar saja tidak cukup kalau tidak dibarengi keimanan yang mendalam.

Ayah 4 putra dan 2 putri ini, menjelaskan dengan panjang lebar bahwa out put pesantren Darunnajah Cipining, harus melakukan tiga hal berikut ini: Pertama, langsung kuliah, baik di dalam maupun luar negeri. Kedua, kuliah sambil bekerja, mengikuti kursus/magang ketrampilan. Ketiga, bekerja, dan dengan modal bahasa Arab dan bahasa Inggris yang dimiliki para alumni, beliau menyarankan agar bekerja ke luar negeri, kecuali alumni putri.

Khusus untuk anak putri, beliau menyarankan agar lebih memilih pekerjaan yang tidak banyak mengandung resiko, seperti home industry, menjadi bidan dan lain sebagainya. Key word yang selalu beliau sampaikan adalah ALUMNI DARUNNAJAH TIDAK BOLEH MENGANGGUR!. Dan para alumni hendaknya berani untuk hijrah dari daerah asalnya agar mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Beliau menyatakan: “Lihat saja, selama ini Presiden Indonesia dan para Menteri, mereka pada umumnya datang dari luar Jakarta!”.

Bagi mereka yang sangat antusias untuk meneruskan study namun tidak terdukung dari sisi financial, kyai alumni Ummul Quro Makkah ini, juga menyampaikan beberapa informasi lembaga yang memberikan beasiswa, antara lain: Ma’had Arroya Sukabumi dan Nurul Iman Parung Bogor. Kedua instasi tersebut memberikan beasiswa hingga selesai strata satu (S1). Beliau juga menerangkan peluang kuliah gratis yang berkualitas di LIPIA. Info lembaga milik Arab Saudi ini beliau dapatkan via email yang dikirim oleh putra kedua beliau, Musthofa Dzahir Jamhari, S.Pd.I yang sedang kuliah di kampus Warung Buncit Jakarta Timur itu.

Dalam hal bekerja, pak kyai juga menasehati hendaknya menunjukkan kesungguhan, keseriusan, ketekunan, konsistensi dan kualitas kerja. “Jangan di awal bekerja sudah bilang: ‘saya mau dibayar berapa?’” ungkap beliau. Karena, ketika kualitas kerja dapat diandalkan, otomatis imbalan yang akan diterima juga mengemberikan. Beliau mencontohkan dua alumni yang kini bekerja di luar negeri, Ahmad Kholil, yang awalnya ke Jepang untuk progam magang selama dua tahun, namun setelah progam tersebut selesai, kini justru langsung mendapatkan pekerjaan di negeri Matahari Terbit itu dengan gaji yang dapat dibanggakan. Ada juga Tohir Mabruri yang bekerja di salah satu kedutaan besar di negeri asing.

Di Akhir nasehat, ketua Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah ini, kembali mengingatkan para calon alumni tentang visi yang mesti diejawantahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Visi Darunnajah Cipining tersebut beliau ringkas dalam kalimat IMAMA (Ujung do’a: Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lilmuttaqiina IMAMA). Diharapkan segenap alumni akan menjadi Imam (pemimpin), Muttaqin (orang yang bertaqwa), ‘Alim (orang yang berpengetahuan luas), Muballigh (berda’wah via profesi yang digeluti) dan ‘Amil (orang yang terampil dalam mengamalkan ilmunya).

Selamat jalan para calon alumni, semoga Allah selalu membimbing dan meridhoi setiap ayunan tangan dan langkah kakimu!. Fi ayyi ardhin tatho’u fa anta mas’ulun ‘an islamiha! Santri is the agent of faith and truth!. Bravo Darunnajah!. (Mr. MIM)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Pembacaan Tengko Disiplin Pesantren Nurul Ilmi

Serang 12 Desember 2019, Alhamdulillah Hari Minggu Tepatnya malam senin telah terlaksana pembacaan Tengko Santri lama dan Santri Baru. Pada kesempatan kali ini pembacaan Tengko