Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Pesantren Darunnajah 2 Cipining mendapatkan hadiah yang sangat besar dengan adanya 13 alumni yang akan berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.

Senin, 27 Agustus 2018 adalah pertemuan perdana yang sengaja diadakan oleh para alumni tersebut, untuk mengadakan kesyukuran serta memohon nasehat bersama Pimpinan Pesantren serta seluruh jajaran guru. Bahkan di hari sebelumnya (26/08/2018) mereka telah mengadakan pertemuan dengan seluruh santri, untuk memberikan banyak motivasi.

Para santri juga sangat antusias dalam memperhatikan dan mengikuti pertemuan tersebut. Banyaknya santri yang mengajukan pertanyaan adalah sebagai bukti semangatnya mereka untuk bisa mengikuti jejak kesuksesan para alumni.

Ditahun-tahun sebelumnya sudah banyak sekali alumni yang tersebar di luar negeri. Berikut adalah 13 alumni yang akan diberangkatkan

1. M.Rusdi Lubis ( Mesir )
2. Adnan ( Mesir )
3. Dewi kultsum ( Mesir )
4. M.Shafwan Ubaidillah ( Mesir )
5. Muhammad Rafly Asshidiq ( Mesir )
6. Dede Hasan Suryana ( Mesir )
7. Annisa Muti’ah Riyana ( Mesir )
8. Opang Maulana ( Madinah )
9. Febi Fahrizal Muchtar ( Madinah )
10. Abdul Jabbar Hilmi syarief ( Yaman )
11. Aufa Aflaha ( Yaman )
12. Arif Pramudia (Pakistan)
13. Acyntya Pararsa (Pakistan)

Nasehat Pimpinan Pesantren Kepada Calon Mahasiswa Luar Negeri

Pesan, nasehat dan arahan Pimpinan Pesantren
– Ketika kita belajar di luar negeri, maka yang harus ditingkatkan adalah kedisiplinan diri. Karena, di negara orang tidak akan ada yang mengingatkan dan membimbing kita.
– Banyak sekali mahasiswa yang sekolah di Mesir terlena dengan pekerjaan, bukan kembali kepada tujuan awal, yaitu untuk menuntut ilmu.
– Usahakan ketika belajar di luar negeri harus belajar secara cepat. Kejar dan selesaikan S1, lanjutkan S2, lanjutkan sampai ilmu yang diinginkan benar-benar kalian dapatkan.
– Setelah itu, tidak perlu berlama-lama tinggal di luar negeri, cepatlah kembali ke Indonesia untuk mengamalkan ilmu yang kalian dapatkan.
– Karena banyak sekali anak-anak yang menantikan ilmu kalian
РKetika kita dalam perantauan, pasti kita akan akrab dengan kawan yang baru kita kenal. Tetapi, keakraban ini jangan sampai menghalangi kita untuk semangat menuntut ilmu. Maksudnya bagaimana? Jangan sampai merasa bangga dengan bahasa yang kalian bawa  dari Indonesia, sehingga kalian tetap berbicara dengan bahasa daerah kalian. Contoh, seperti berbicara dengan yang satu daerah menggunakan Bahasa Sunda maupun Jawa.
– Hal itu perlu di hindari, maka bergabunglah dengan orang yang berbeda negara, itu lebih baik. Karena kalian akan terus mendapatkan bahasa yang sangat banyak.
– Ketika kalian kembali ke Indonesia, dan ada orang luar negeri yang datang ke Indonesia, maka semua masyarakat pasti akan menunjuk kalian yang sudah jelas kuliah di luar negeri.
– Maka ini termasuk tanggung jawab.
– Kalian bisa meniru aktifitas yang sering dilakukan oleh orang Jepang, yaitu ketika mereka makan, pasti mereka tetap membaca buku. Rajin sekali, maka ikutilah.
– Carilah lawan bicara dari negara yang berbeda. Agar bahasamu bisa terus terlatih dan menjadi lebih hidup.
– Kebiasaan orang Indonesia memang kurang percaya diri dalam menggunakan bahasa asing. Meskipun sudah berbicara bahasa asing, tetapi susunan dan logatnya masih kental dengan bahasa Indonesia.
– Jangan pernah cengeng! minder! bahkan tidak berani. Jika seperti itu yang akan dilakukan, maka tidak perlu ke luar negeri.
– Selain keberanian yang menjadi modal utama, kalian juga perlu mencari guru yang nyaman bagi kalian. Kemudian berbuat baiklah kepada guru tersebut, agar kalian mendapatkan keberkahan.
– Hal lain, jika ada tamu besar yang hadir, maka berusahalah untuk bisa menemui tamu tersebut, agar kalian bisa dikenal dengan baik.
– Komunikasi dengan pihak pesantren juga harus terus dilakukan, tujuannya agar hubungan kita terus terjaga dan bisa saling memberikan banyak motivasi dan memperluas jaringan. (WARDAN/Mbafer)