
Sebanyak 568 santri kelas 5 TMI dari Darunnajah Pusat dan cabang mengikuti Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) 2026 di Pesantren Dar Sulaimany Darunnajah 19 Karawang. Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, Kamis, 1 Oktober hingga Rabu, 7 Oktober 2026. Para peserta dibekali kompetensi dasar untuk menjadi pembina Pramuka di lingkungan pesantren. Panitia KMD Darunnajah bertindak sebagai penyelenggara utama.
Dari jumlah tersebut, 190 peserta berasal dari Darunnajah 2, terdiri atas 86 santri putra dan 104 santri putri. Mereka seluruhnya duduk di kelas 5 TMI. Kelas ini dipilih karena para santri sedang bersiap mengambil peran lebih besar sebagai pengurus dan pembina dalam gerakan Pramuka di pesantren. Pelatihan ini menjadi bekal awal sebelum mereka benar-benar memegang tanggung jawab tersebut.
Materi disampaikan oleh Tim Pelatih Pusdiklatcab Kabupaten Bogor. Mereka adalah pelatih Pramuka bersertifikat dari pusat pendidikan dan pelatihan Kwartir Cabang. Kehadiran pelatih yang berpengalaman membuat para santri belajar langsung dari sumber yang memahami seluk-beluk kepembinaan. Hal ini sekaligus menjaga mutu pelatihan agar sesuai standar Gerakan Pramuka.
Kegiatan berjalan dengan pola pelatihan terpadu. Rangkaiannya dimulai dari pembukaan, penyampaian materi oleh tim pelatih, praktik dan simulasi, kegiatan lapangan, hingga evaluasi. Pada hari terakhir, panitia menutup kegiatan dan membagikan sertifikat kepada peserta. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib sesuai jadwal yang telah disusun.
Di balik jadwal yang padat, ada proses belajar yang tidak bisa dipelajari lewat buku saja. Seorang pembina harus terlebih dahulu mengerti rasanya menjadi anggota yang dibina. Karena itu, praktik dan kegiatan lapangan memberi ruang bagi santri untuk merasakan sendiri tantangan memimpin dan dipimpin. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan adalah amanah. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.


Pihak pesantren dan panitia menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Peserta pun mengikutinya dengan antusias dan disiplin sepanjang tujuh hari. Semangat itu menunjukkan bahwa pelatihan semacam ini dibutuhkan para santri yang ingin belajar berorganisasi dan melayani. Pihak terkait berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun.
Ada empat hasil nyata yang diharapkan dari kegiatan ini. Pertama, peserta memiliki kompetensi dasar sebagai pembina Pramuka. Kedua, peserta mampu merancang dan memimpin kegiatan Pramuka di gugus depan masing-masing. Ketiga, peserta memperoleh sertifikat KMD. Keempat, lahir kader pembina Pramuka yang siap mengabdi di lingkungan pesantren.
Sertifikat memang menjadi bukti formal, tetapi ujian sesungguhnya dimulai setelah peserta kembali ke asrama masing-masing. Ilmu yang didapat di Karawang baru bermakna jika diterapkan dalam kegiatan Pramuka sehari-hari. Para alumni KMD diharapkan menjadi teladan dalam kedisiplinan, kepedulian, dan kemandirian bagi adik-adik mereka. Di sinilah nilai ikhtiar dan istikamah diuji.
Kepada seluruh santri peserta KMD, mari wujudkan hasil pelatihan ini dalam kegiatan nyata di gugus depan masing-masing. Bagi para guru dan pembina, dukungan dan bimbingan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar kader-kader muda ini tumbuh matang. Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh pembinaan karakter di pesantren, ikuti terus perkembangan kegiatan Pesantren melalui kanal resmi.
