Rabu sore, 30 September 2026, aula kampus 1 putri menjadi saksi sebuah momen yang penuh makna. Seluruh santri kelas 5 TMI dilepas untuk mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD). Mereka berangkat menuju lokasi pelatihan dengan membawa doa restu dari pangkalan dan gugus depan asal. Kegiatan berlangsung baik dan khidmat.
Acara pelepasan ini diikuti oleh seluruh santri yang hadir memenuhi aula. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan bagi kakak-kakak kelas yang akan menjalani pelatihan. Suasana aula sore itu tertib, tenang, dan penuh perhatian sejak acara dimulai hingga selesai.
Pelepasan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan para calon pembina sebelum mengikuti KMD. Tujuannya adalah memberangkatkan sekaligus menyerahkan mereka kepada penyelenggara pelatihan di tempat perkemahan atau lokasi kursus. Dengan begitu, tanggung jawab pembinaan selama kursus berpindah kepada pihak pelaksana, sementara pangkalan asal tetap mengiringi dari jauh.

Di balik seremoni sederhana itu, ada tradisi yang dijaga dengan sungguh-sungguh. Sebelum seorang santri melangkah keluar untuk belajar, ia lebih dahulu meminta restu dari tempat ia dibesarkan. Restu dari pangkalan atau gugus depan asal dipandang sebagai bekal yang menguatkan langkah, sebagaimana doa orang tua dan guru mengiringi seorang penuntut ilmu.
Nilai ini sejalan dengan ajaran Islam tentang adab dalam menuntut ilmu. Ilmu yang bermanfaat tidak hanya bergantung pada kecerdasan dan kerja keras, tetapi juga pada keridaan dan doa orang-orang yang membimbing. Para peserta belajar bahwa perjalanan menjadi pembina dimulai dari kerendahan hati untuk meminta izin dan restu.
Kursus semacam KMD menuntut kesiapan mental dan kedisiplinan. Para peserta akan hidup dalam ritme perkemahan, belajar bekerja sama, dan berlatih memimpin. Proses inilah yang kelak membentuk mereka sebagai pembina yang mampu membimbing adik-adik di lingkungan pesantren dan masyarakat.
Bagi santri yang tidak berangkat, pelepasan ini juga menjadi pelajaran. Mereka menyaksikan bahwa kepemimpinan lahir dari proses yang panjang dan dijalani dengan sungguh-sungguh. Kelak, giliran mereka pun akan berdiri di barisan yang sama dan menerima doa yang sama.

Pelepasan peserta KMD ini mengingatkan bahwa menjadi pembina adalah amanah, bukan sekadar jabatan. Kepada para peserta, kami mengajak seluruh warga Pesantren untuk terus mendoakan agar mereka sehat, selamat, dan kembali dengan bekal ilmu serta karakter yang lebih matang. Kepada seluruh santri, jadikan momen ini sebagai motivasi untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berakhlak.
