CidoKom, 20 Agustus 2025 – Kuliah Umum Babak Pertama dalam rangkaian Pekan Ta’aruf Khutbatul Arsy di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 digelar di Aula Satu Dasawarsa. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri dan guru sebagai kesempatan untuk mendalami makna pesantren, khususnya bagi santri baru yang baru pertama kali mengenal lingkungan pesantren.
Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, Kiai Muchtar Ghazali, dalam sambutannya menjelaskan makna dari Khutbatul Arsy. Beliau menyampaikan bahwa Khutbatul Arsy dapat diartikan sebagai khutbah iftitah (khutbah pembukaan), yang menandai dimulainya tahun ajaran baru. Selain itu, khutbah ini juga dikenal dengan khutbah perpeloncoan, yang diperuntukkan bagi santri baru agar mereka lebih mengenal dan memahami sunnah pondok. Sedangkan bagi santri lama, khutbah ini berfungsi untuk mengingatkan agar tidak terlena setelah liburan panjang dan tetap fokus pada tujuan pendidikan.
Selama acara, Kiai Muchtar Ghazali mengajak para santri untuk lebih aktif dalam memahami pesan yang disampaikan, dengan sesekali mengajukan pertanyaan kepada mereka. Dalam kesempatan itu, beliau mengutip sebuah peribahasa, “Monyet makan manggis,” yang memiliki makna mendalam. “Jangan hanya menilai sesuatu dari luar. Seperti halnya buah manggis yang awalnya terasa pahit ketika pertama kali digigit, tetapi memiliki rasa manis di dalamnya. Begitu juga dengan pesantren, jangan cepat menilai hanya dari penglihatan pertama. Dalam proses pendidikan di pesantren, ada banyak manfaat dan kebaikan yang baru bisa dirasakan ketika kita benar-benar memahami dan menjalani dengan penuh kesungguhan,” ujarnya.
Khutbatul Arsy ini diadakan setiap tahun untuk memperkuat pemahaman santri terhadap nilai-nilai pesantren. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri, baik baru maupun lama, semakin mampu memahami tujuan dan manfaat dari kehidupan pesantren, serta tidak salah menilai perjalanan mereka dalam menuntut ilmu di pondok. Sebagai hasilnya, mereka diharapkan dapat menjalani pendidikan dengan lebih fokus dan dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pesantren.




