Kuliah Umum Babak Ke-1: Membangkitkan Semangat Belajar dan Mengabdi - 4 Kuliah Umum Babak Ke-1: Membangkitkan Semangat Belajar dan Mengabdi - 4

Kuliah Umum Babak Ke-1: Membangkitkan Semangat Belajar dan Mengabdi

Pada hari Selasa, 20 Agustus 2014, Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom menyelenggarakan kuliah umum sebagai bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan yang rutin diadakan setiap tahunnya. Acara ini dimulai pukul 07:00 WIB dan diikuti oleh seluruh jajaran dewan guru serta santri. Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan menyegarkan semangat guru dan santri, agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian mereka selama berada di pondok.

Kuliah umum hari ini terdiri dari dua sesi. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh KH Hasyim Sya’ban, S.Pd. Beliau membahas tentang panca jiwa serta sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah dan Cidokom. Dalam penyampaiannya, KH Hasyim Sya’ban menjelaskan bahwa santri adalah sosok utama yang menjadi penjaga tiga hal penting, yaitu iman, Islam, dan ihsan. Santri juga diharapkan mampu mencapai visi dan misi pondok, yakni mencetak kader-kader yang muttafaqqih fiddin, yang kelak menjadi ulama, zuama, dan aghnia.

Sesi pertama juga diwarnai dengan pemberian hadiah kepada para santri yang telah menampilkan parade barisan dengan baik. Beberapa barisan yang mendapat penghargaan di antaranya adalah Barisan Persida Putra dan Barisan Pramuka Putri. KH Hasyim Sya’ban turut berbagi kisah sejarah awal berdirinya pondok pesantren, dengan harapan para santri dapat lebih menghargai dan memahami perjuangan para pendahulu mereka.

Pada sesi kedua, kuliah umum disampaikan oleh Kyai Fajar Suryono, M.A. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan para santri untuk tidak menilai pondok hanya dari satu sisi saja, dengan menyampaikan perumpamaan “jangan seperti monyet makan manggis dan jangan seperti orang buta yang meraba gajah.” Maksudnya, santri harus melihat pondok pesantren secara menyeluruh dan tidak hanya dari tampilan luarnya. Di akhir sambutannya, Kyai Fajar Suryono menutup dengan sebuah pantun yang mengingatkan para santri akan pentingnya komitmen dalam mengabdi sebagai seorang alumni pondok pesantren.

Dengan diadakannya kuliah umum ini, diharapkan para santri dan guru dapat terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengabdikan diri demi tercapainya tujuan yang mulia.