Kuliah Perdana Filsafat MPI Bersama Dr. Irfanudin Kurniawan Kuliah Perdana Filsafat MPI Bersama Dr. Irfanudin Kurniawan

Kuliah Perdana Filsafat MPI Bersama Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan: “Filsafat Mengarahkan Pemikiran Logis dan Kritis dalam Pendidikan Islam”

Pada hari Rabu, 10 September 2025 telah dilaksanakan perkuliahan Filsafat Manajemen Pendidikan Islam dengan Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan selaku Dosen Pengampu mata kuliah tersebut. Pada pertemuan perdana kali ini, beliau membahas tentang Pengertian Filsafat Manajemen Pendidikan Islam.

Apa yang dimaksud dengan Filsafat? Filsafat yaitu Ilmu yang membahas hakikat segala sesuatu. Ujar Dr. Irfanudin ketika menjelaskan.

Kemudian beliau melanjutkan pembahasan mengenai hakikat. Hakikat yaitu pokok-prinsip-esensi, ataupun suatu aspek yang paling mendasar.

Dalam pembahasan selanjutnya,. Dr. Irfanudin menguraikan perbedaan antara pertanyaan filsafat dan bukan filsafat. Pertanyaan filsafat ditandai dengan adanya perenungan mendalam, serta berusaha memahami makna atau hakikat sesuatu. Sebaliknya, pertanyaan bukan filsafat biasanya bersifat praktis, faktual, dan tidak menuntut pemikiran yang mendalam.

Selanjutnya, beliau beralih ke pembahasan tentang Pendidikan. Secara umum, semua orang pasti tahu bahwa Pendidikan Adalah sebuah proses pembelajaran. Penjelasan lebih lanjut, Pendidikan Adalah proses perubahan yang tadinya manusia itu tidak tahu menjadi tahu.

Kalau sudah membahas tentang filsafat, kemudian manajemen, juga Pendidikan. Tidak lupa pada perkuliahan kali ini akan dibahas juga tentang Islam. Seperti yang kita ketahui bahwa islam adalah sebuah agama ataupun keyakinan. Namun di pertemuan kali ini, Dr Irfanudin menambahkan ”Islam bukan hanya agama. Tetapi juga sebagai sistem kehidupan yang mengatur proses kehidupan manusia. Dari manusia lahir, kemudian bertumbuh. Ataupun dari aktivitas sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.”

Keempat kosa kata pembelajaran sudah dibahas. Sebagai mahasiswa, tentu kita ingin tahu apa tujuan dari pembelajaran Filsafat. Jadi, tujuan pembelajarannya adalah supaya kita bisa berpikir logis, sitematis, serta kritis untuk memperoleh kebenaran.

Terkadang, manusia itu melakukan sesuatu atas dasar paksaan ataupun dorongan dari orang lain. Padahal, kalau saja manusia itu tau hakikat atau pokok dari apa yang dia lakukan, pasti akan tetap konsisten.

”Kesadaran itu muncul dari dalam diri ketika memahami apa yang dilakukan” ujar Dr. Irfanudin ketika menjelaskan.

Setelah membahas pengertian dari Filsafat Manajemen Pendidikan Islam. Pada perkuliahan kali ini juga membahas mengenai Filsafat sebagai sebuah aktivitas. Mengapa? Karena dengan Filsafat, kita jadi melakukan perenungan untuk mendapat jawaban dari suatu masalah. Bisa disebut juga kegiatan berpikir, ataupun proses memperoleh gambaran menyeluruh.

Sebelumnya, ada pembahasan mengapa kita harus belajar filsafat? Kemudian jawabannya supaya dapat berpikir logis. Jadi, apa itu berpikir logis?

Berpikir secara logis merupakan berpikir menggunakan Undang-undang logika (silogisme). Dalam Islam disebut juga Qiyas, yaitu proses membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain.

Kalau dalam logika (mantiq) atau ilmu ushul fiqh, istilah p minor dan p mayor biasanya muncul ketika membahas qiyās (silogisme).

  • Premis mayor (al-muqaddimah al-kubrā / p mayor): Pernyataan umum yang bersifat universal.
  • Premis minor (al-muqaddimah al-ṣughrā / p minor): Pernyataan khusus yang termasuk ke dalam cakupan premis mayor.
  • Kesimpulan (natījah): Hasil hukum yang diambil dari pertemuan premis mayor dan minor.

Contoh sederhana (dalam logika umum):

  • Premis mayor (p mayor): Semua manusia akan mati.
  • Premis minor (p minor): Ridwan adalah manusia.
  • Kesimpulan: Maka Ridwan akan mati.

Selain berpikir logis, kita juga diajarkan berpikir sistematis, yaitu tersusun dan berurutan.

Adapun Radikal, yaitu memahami sampai ke akar. Kritis, yang berarti mendalam. Universal, berarti menyeluruh.

Pada pertemuan kali ini juga membahas landasan Filsafat Manajemen Pendidikan Islam, yaitu Ontologis atau wujud, Epistimologis atau Sumber, dan Aksiologis atau Manfaat.

Kesimpulannya, Filsafat merupakan sesuatu yang ada di dunia. Baik benda ataupun kegiatan, terdapat makna yang mendalam. Sedangkan Manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien.